Banten

Nasib Aset Migas Pertamina di Venezuela Pasca Penangkapan Maduro: Akankah Disapu Bersih Amerika Serikat?

Saeful Anwar | 5 Januari 2026, 20:23 WIB
Nasib Aset Migas Pertamina di Venezuela Pasca Penangkapan Maduro: Akankah Disapu Bersih Amerika Serikat?

  

AKURAT BANTEN– Gejolak politik di Venezuela mencapai titik didih setelah penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pihak Amerika Serikat.

Namun, isu ini bukan sekadar urusan domestik Amerika Latin.

Di balik drama penangkapan tersebut, terdapat aset besar milik Indonesia yang kini berada di pusaran konflik kepentingan antara Washington dan Karakas.

Baca Juga: GILA! Istri di Makassar Paksa Suami Perkosa Karyawan Sendiri Sambil Direkam: Dalihnya Buktikan Selingkuh!

Ancaman "Nasionalisasi" oleh Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyatakan ambisinya untuk mengambil alih pengelolaan industri minyak di Venezuela.

Trump menuding bahwa rezim sosialis di bawah Maduro telah "mencuri" industri minyak yang sejatinya dibangun dengan teknologi dan keahlian Amerika. 

Lebih jauh lagi, Trump berencana mengerahkan militer Washington untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut sekaligus menugaskan perusahaan-perusahaan energi AS untuk memperbaiki infrastruktur migas yang dianggapnya telah rusak parah. 

Klaim ini disebut Trump sebagai langkah mengembalikan "properti Amerika yang hilang" dalam sejarah. 

Baca Juga: Gelap Mata! Ustaz di Tangerang Tega Habisi Nyawa Sahabat Demi Judi Online: Utang Rp1,4 Juta Berujung Maut

Posisi Pertamina di Ujung Tanduk?

Klaim agresif Amerika Serikat ini tentu menjadi alarm bagi PT Pertamina (Persero). Melalui anak usahanya, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), Indonesia memiliki kepentingan besar di Venezuela. 

PIEP tercatat sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 71,09% pada Maurel & Prom (M&P), perusahaan yang memiliki aset migas signifikan di negara tersebut.

Jika AS benar-benar melakukan pengambilalihan total terhadap industri minyak Venezuela, posisi hukum dan operasional aset Indonesia tersebut menjadi pertanyaan besar.

Baca Juga: Geger! Dikira Sudah Mati Akibat Kecelakaan, Pemuda di Jember Tiba-tiba Pulang Saat Tahlilan Sedang Berlangsung

Respons Pertamina: Siaga Satu

Menanggapi situasi yang memanas, pihak Pertamina akhirnya buka suara.

Manager Relation PIEP, Daneswari Retno Wardanto, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada aset maupun staf mereka di Venezuela yang terdampak secara langsung oleh klaim Donald Trump. 

Namun, Pertamina tidak tinggal diam. Langkah-langkah mitigasi mulai diambil:

Pemantauan Cermat: PIEP melakukan monitoring ketat terhadap dinamika politik dan keamanan yang berkembang sangat cepat. 

Koordinasi Diplomatik: Perusahaan terus menjalin komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Karakas guna memastikan keselamatan operasional dan staf. 

Langkah Kehati-hatian: Mengingat Trump berencana menghadirkan kekuatan militer untuk menjaga stabilitas, Pertamina mengedepankan aspek keberlangsungan operasional dalam jangka panjang. 

Baca Juga: Gebrakan Prabowo: Lumpur Bencana Tak Lagi Dibuang, Tapi Dijual ke Swasta untuk Rakyat!

Mengapa Ini Penting bagi Indonesia?

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Keterlibatan Pertamina di sana adalah bagian dari strategi ketahanan energi nasional.

Jika aset ini terganggu atau bahkan "terdepak" akibat kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang agresif, maka upaya Indonesia untuk berdaulat secara energi di kancah internasional akan menghadapi tantangan berat.

Kini, publik menunggu bagaimana langkah diplomasi pemerintah Indonesia untuk melindungi aset negara di tengah pertarungan dua kekuatan besar di Amerika Latin tersebut (**) 

Sumber: Informasi dirangkum dari laporan Tribunnews mengenai situasi terkini aset migas Indonesia di Venezuela.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman