Banten

Isi BBM Pertalite Motor Brebet Jadinya, Pertamina Langsung Ambil Tindakan dan Ambil Sample BBM Pertalite

Andi Syafriadi | 29 Oktober 2025, 06:55 WIB
Isi BBM Pertalite Motor Brebet Jadinya, Pertamina Langsung Ambil Tindakan dan Ambil Sample BBM Pertalite

AKURAT BANTEN - Sejumlah pemilik motor di wilayah Jawa Timur melaporkan adanya kendala serius pada kendaraan mereka usai mengisi bahan bakar jenis Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Masalah yang muncul meliputi mesin tersendat-sendat, tarikan berat, bahkan dalam beberapa kasus mesin sampai mati mendadak.

Fenomena ini kemudian menarik perhatian publik, media, serta pihak Pertamina selaku penyedia utama BBM jenis tersebut.

Keluhan tersebut mulai marak diterima oleh bengkel dan layanan konsumen sejak akhir Oktober 2025.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Minggu 19 Oktober 2025 Pertalite Tetap, Pertamax dan Diesel Bisa Bikin Dompet Tercengang

Di Bojonegoro, Tuban, dan beberapa kota di Jawa Timur, bengkel mencatat puluhan motor masuk dengan gejala serupa: “brebet”, kesulitan dihidupkan, busi cepat hitam, serta pemilik yang mengaku kendaraannya normal sebelum mengisi Pertalite dari SPBU tertentu.

Menanggapi kondisi ini, Pertamina melalui unit Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan bahwa pihaknya serius menindaklanjuti laporan.

Pertamina memastikan bahwa seluruh proses distribusi BBM seperti Pertalite telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku, termasuk pengambilan sampel, pengujian mutu produk sebelum disalurkan ke masyarakat.

Namun, guna menelusuri akar permasalahan, Pertamina menyatakan akan melakukan uji laboratorium terhadap sampel BBM dari SPBU yang dilaporkan bermasalah.

Baca Juga: Siap-siap! Ini Daftar Mobil & Motor yang Dilarang Isi Pertalite Mulai 14 September

Berlatar kondisi ini, warga di Provinsi Banten pun sebaiknya mulai waspada terutama bagi pemilik sepeda motor yang menggunakan BBM jenis Pertalite secara rutin dari SPBU.

Meskipun laporan masih fokus ke Jawa Timur, potensi masalah serupa bisa terjadi di mana saja.

Sebagai langkah pencegahan, pemilik motor di Banten disarankan menyimpan bukti transaksi pengisian BBM (nota, jam, liter, nomor tangki SPBU) agar bila muncul kendala, dapat dilaporkan dengan data lengkap.

Pertamina meminta kepada masyarakat yang menemukan gejala kendaraan bermotor “brebet” setelah isi Pertalite agar segera kembali ke SPBU asal dan melapor.

Baca Juga: Miris! Truk Tangki Pertalite Terguling dan Meledak di Pontianak, Sopir Dilarikan ke RS

Data yang diminta termasuk nomor tangki, nomor kendaraan, jam pembelian, serta keluhan teknis dari kendaraan.

Laporan juga bisa dilakukan lewat call center 135 agar data dapat terkumpul dan diproses secara sistematis.

Pihak bengkel juga meny mengungkap bahwa dalam banyak kasus, kondisi motor yang brebet usai isi Pertalite membaik setelah dilakukan pengurasan tangki/BBM, penggantian busi, dan selanjutnya mengganti BBM ke jenis lain seperti Pertamax.

Hal ini menjadi indikasi bahwa meskipun belum terbukti secara resmi oleh laboratorium, ada dugaan adanya kesalahan pembakaran BBM yang bisa mengarah kepada kualitas atau campuran BBM yang tidak sesuai spesifikasi.

Baca Juga: Miris! Korupsi Impor Minyak Mentah Pertamina, Pertalite di Blending Jadi Pertamax?

Sementara hasil uji laboratorium belum dipublikasikan secara menyeluruh, masyarakat di Banten dapat mengambil sikap proaktif.

Pertama, jika Anda mengalami gejala kendaraan brebet usai isi Pertalite, segera hubungi SPBU dan simpan bukti transaksi.

Kedua, pertimbangkan untuk sementara memakai jenis BBM yang lebih premium apabila memungkinkan, guna menghindari risiko gangguan kendara.

Ketiga, beri perhatian terhadap laporan resmi dari Pertamina maupun dinas terkait agar masyarakat mengetahui hasil pengujian dan SPBU mana yang terbukti bermasalah.

Baca Juga: Sopir Truk Tangki Pertamina Oplos Pertalite dengan 4.000 Liter Air Ditetapkan Jadi Tersangka, Simak Modusnya!

Kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa keandalan BBM bukan hanya soal pemasaran, melainkan soal kualitas, pengawasan distribusi, dan respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Bagi warga Banten yang aktif menggunakan motor untuk mobilitas harian maupun pekerjaan, menjaga performa kendaraan adalah bagian dari kesiapsiagaan diri.

Semoga proses pengujian yang dilakukan oleh Pertamina berjalan transparan dan hasilnya bisa segera diumumkan, agar masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak perlu khawatir.

Hingga saat itu, tetaplah cermat dalam memilih SPBU, mencatat transaksi, dan memperhatikan kelayakan kendaraan Anda.

Baca Juga: Pertalite akan Dihapus Tahun Ini, Tunggu Revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.