Banten

Roni Ardiansyah Bukan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih Biasa, Ini Profil Lengkapnya yang Mentereng

Andi Syafriadi | 17 September 2025, 09:47 WIB
Roni Ardiansyah Bukan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih Biasa, Ini Profil Lengkapnya yang Mentereng

AKURAT BANTEN — Nama Roni Ardiansyah, Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, mencuat dan mendapat sorotan tajam publik setelah dicopot dari jabatannya.

Pencopotan itu diduga terkait kejadian di mana Roni menegur seorang siswa diduga anak Wali Kota Prabumulih, Arlan yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

Meski demikian, pihak pemerintah kota menyangkal bahwa alasan pencopotan semata-mata karena teguran tersebut.

Artikel ini mengulas latar belakang Roni, peristiwa penuh kontroversi, serta reaksi masyarakat dan publik, termasuk pelajaran bagi dunia pendidikan di Banten.

Baca Juga: Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih Dicopot Usai Tegur Anak Walikota Bawa Mobil ke Sekolah

Roni dikenal sebagai pendidik yang berdedikasi tinggi dan punya reputasi sebagai kepala sekolah yang tegas dalam menegakkan disiplin dan aturan. 

Sebelumnya ia pernah mengemban jabatan sebagai Kepala SMPN 7 Prabumulih sebelum dirotasi menjadi Kepala SMPN 1 Prabumulih. 

Ia juga memiliki latar pendidikan yang kuat disebutkan memiliki gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan) dan M.Si (Magister Sains). 

Roni dihormati oleh banyak guru dan alumni, karena dianggap membawa nama baik sekolah dan mempromosikan prestasi pembelajaran dan disiplin di lingkungan sekolah. 

Baca Juga: Pungli Seragam di SDN Ciledug Barat, Wali Kota Tangsel Siap Jatuhkan Sanksi Berat ke Kepala Sekolah

Kejadian bermula saat putra Wali Kota Prabumulih, Arlan, membawa kendaraan bermotor ke lingkungan sekolah SMPN 1. Peraturan sekolah melarang siswa membawa motor, terutama untuk tingkat SMP. 

Roni menegur siswa tersebut dengan alasan menjaga ketertiban dan keamanan serta mematuhi aturan.

Teguran itu kemudian menjadi viral di media sosial, muncul dukungan maupun kritik terhadap tindakan Roni. 

Tak lama kemudian, Pemerintah Kota Prabumulih mengambil keputusan mencopot Roni dari jabatan kepala SMPN 1.

Keputusan ini disampaikan sebagai bagian dari “penyegaran rutin” menurut pemerintah kota. 

Banyak pihak, termasuk pengamat pendidikan seperti Suherman, menilai bahwa tindakan Roni sudah sesuai aturan dan semestinya didukung.

Ia menyebut bahwa penegakan aturan tanpa pandang status sosial siswa adalah hal penting dalam dunia pendidikan. 

Namun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prabumulih, Darmadi, menyatakan bahwa pencopotan tidak semata karena teguran putra wali kota.

Baca Juga: Diduga Hasil Hubungan Gelap, Oknum Kepala Sekolah Telantarkan Bayi di Kebumen

Ada banyak hal lain yang dipertimbangkan, meskipun ia juga mengatakan bahwa menyebut detailnya bisa “membuat malu” pihak yang bersangkutan. 

Roni Ardiansyah adalah contoh kepala sekolah yang dikenal tegas dalam menegakkan aturan dan memiliki integritas tinggi.

Pencopotannya sebagai Kepala SMPN 1 Prabumulih menjadi kontroversi setelah dia menegur siswa yang membawa motor ke sekolah siswa itu diduga anak Wali Kota.

Pemerintah kota menyebut pencopotan sebagai bagian dari “penyegaran rutin,” bukan karena teguran tersebut.

Baca Juga: Viral! Siswa SD di Medan Dihukum Belajar di Lantai Saat Pembelajaran Berlangsung, Kepala Sekolah Akhirnya Buka Suara

Namun publik dan pengamat melihatnya sebagai ujian terhadap prinsip keadilan dalam pendidikan.

Bagi Banten dan daerah lainnya, kasus ini menegaskan bahwa aturan dan aturan disiplin sekolah harus ditegakkan secara adil, serta bahwa kepala sekolah perlu mendapatkan dukungan administrasi dan perlindungan ketika bertindak sesuai peraturan.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.