Banten

3 Titik Demo 8 September di Jakarta, Beda Hari Beda Tuntutannya

Andi Syafriadi | 8 September 2025, 09:45 WIB
3 Titik Demo 8 September di Jakarta, Beda Hari Beda Tuntutannya

AKURAT BANTEN - Jakarta kembali menjadi pusat perhatian pada Senin, 8 September 2025, setelah sejumlah kelompok masyarakat dan organisasi menggelar aksi unjuk rasa di berbagai titik ibu kota.

Aksi demonstrasi kali ini membawa berbagai isu berbeda, mulai dari tuntutan ekonomi hingga kebijakan pemerintah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, terdapat sedikitnya tiga titik demo di Jakarta: 

Depan Gedung DPR RI, Senayan

Baca Juga: Ricuh di DPRD Tangerang Mahasiswa Demo Coret Gedung Bakar Ban Tuntut Tunjangan DPRD Dicabut

 Di lokasi ini, massa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan aktivis mengangkat isu terkait revisi undang-undang yang dianggap merugikan masyarakat.

Mereka menuntut pemerintah dan DPR lebih transparan dalam proses legislasi, sekaligus meminta agar aspirasi rakyat kecil benar-benar diakomodasi.

Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat

Titik ini kerap menjadi lokasi simbolis demonstrasi. Kali ini, aksi didominasi oleh kelompok buruh dan pekerja.

Baca Juga: Prabowo Panggil Kepala BIN ke Istana, Digeruduk Pertanyaan Soal Demo Panjang sampai Hari Ini?

Mereka menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan tarif listrik yang dinilai memberatkan masyarakat.

Selain itu, ada juga desakan agar pemerintah segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan melonjak.

Depan Balai Kota DKI Jakarta

Massa dari komunitas warga dan organisasi lingkungan menggelar aksi dengan tuntutan berbeda.

Mereka menyoroti persoalan banjir dan tata kelola lingkungan di Jakarta.

Menurut mereka, pemerintah daerah harus serius mengatasi masalah drainase, sampah, serta tata ruang kota yang semakin padat.

Menariknya, aksi demo pada 8 September ini tidak berdiri sendiri.

Sejak awal September, Jakarta memang sudah dipadati agenda aksi dari berbagai elemen.

Baca Juga: Tunjangan DPRD Masih Jadi Polemik, Mahasiswa Kembali Demo Parlemen Daerah: Bakar Ban dan Vandalisme

Beda hari, beda tuntutan adalah pola yang terlihat jelas.

5 September: Kelompok guru honorer sempat berunjuk rasa menuntut kepastian status kepegawaian dan peningkatan kesejahteraan.

6 September: Massa transportasi online menggelar demo menolak aturan baru terkait tarif dasar yang dianggap merugikan mitra driver.

7 September: Sejumlah organisasi mahasiswa turun ke jalan menyoroti isu korupsi dan transparansi anggaran negara.

Baca Juga: LPSK Bentuk Satgas Khusus, Pastikan Hak Saksi dan Korban Aksi Demo Terlindungi

Dengan demikian, aksi pada 8 September seolah menjadi kelanjutan dari rangkaian gelombang protes masyarakat yang menyoroti beragam persoalan.

Polda Metro Jaya telah menurunkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi.

Polisi menegaskan bahwa setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat di muka umum, namun tetap harus mematuhi aturan yang berlaku agar tidak mengganggu ketertiban umum.

Lalu lintas di sekitar DPR RI, Patung Kuda, dan Balai Kota sempat mengalami kepadatan akibat konsentrasi massa. Petugas melakukan rekayasa lalu lintas agar pergerakan kendaraan tetap berjalan meski tersendat.

Baca Juga: Menteri PPPA Ungkap Modus Ajak Anak Ikut Demo dengan Dalih Nonton Konser

Menanggapi berbagai aksi tersebut, sejumlah pejabat pemerintah menyatakan siap membuka ruang dialog dengan perwakilan massa.

Pemerintah menekankan bahwa setiap aspirasi masyarakat akan dipertimbangkan, namun kebijakan diambil dengan memperhatikan kepentingan nasional secara menyeluruh.

Aksi demo di tiga titik Jakarta pada 8 September 2025 menunjukkan bahwa suara rakyat terhadap kebijakan pemerintah masih lantang.

Dengan tuntutan yang berbeda-beda setiap harinya, masyarakat menegaskan keinginan agar pemerintah lebih mendengar, bertindak cepat, dan berpihak kepada kepentingan publik.

Baca Juga: KPAI Dorong Pemulihan Nama Baik Andika Lutfi Falah, Pelajar asal Tangerang yang Tewas Saat Demo

Bagaimanapun, demonstrasi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga komunikasi sehat antara pemerintah dan rakyatnya.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.