Banten

Bupati Gunungkidul Murka Usai Tahu Warga Bisa Beli Rokok dan Skincare, Kenapa?

Andi Syafriadi | 23 Juli 2025, 11:01 WIB
Bupati Gunungkidul Murka Usai Tahu Warga Bisa Beli Rokok dan Skincare, Kenapa?

AKURAT BANTEN – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyerukan agar penyaluran bantuan sosial (bansos) dari pemerintah diperketat dan lebih tepat sasaran.

Menurutnya, penerima bansos harus benar-benar menggunakan bantuan untuk kebutuhan pokok, bukan untuk konsumsi lain yang bersifat tersier seperti rokok dan produk perawatan diri (skincare).

Baca Juga: Jangan Tertipu Gelar! Nikita Mirzani Ingatkan Bahaya Skincare dari Dokter Abal-abal

Pernyataan tersebut ia sampaikan usai acara peluncuran bantuan beras bagi warga kurang mampu di Balai Kelurahan Kepek, Kapanewon Saptosari, Selasa (22/7/2025).

"Kami sampaikan kepada warga masyarakat, khususnya penerima bansos dari pemerintah, bahwa kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, papan," ujar Endah di hadapan warga dan awak media.

Endah menegaskan, selama kebutuhan pangan warga masih dipenuhi oleh pemerintah, masyarakat perlu menunjukkan kedisiplinan dalam mengatur keuangan.

Ia meminta agar bantuan yang diberikan tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak termasuk kebutuhan utama.

"Selama masih di-support pangannya dari pemerintah, maka kita harus mendisiplinkan diri," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Endah juga menyinggung fenomena di mana sejumlah penerima bantuan justru masih mengalokasikan uang untuk membeli rokok dan skincare.

Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat sendiri, agar penyaluran bansos lebih efektif dan bertanggung jawab.

"Kalau masih bisa beli rokok atau skincare, mungkin perlu dipertimbangkan lagi soal kelayakan menerima bantuan," ujarnya tegas.

Baca Juga: Terungkap! Nikita Mirzani Diduga Peras Pengusaha Skincare Rp 4 Miliar

Pernyataan ini sontak menjadi sorotan karena menyentil perilaku konsumsi sebagian penerima bansos yang dinilai tidak sejalan dengan tujuan utama program bantuan sosial.

Pemerintah, kata Endah, menyalurkan bansos dengan harapan bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, bukan untuk menunjang gaya hidup.

Lebih lanjut, Bupati Endah menyatakan bahwa Pemkab Gunungkidul akan terus mengevaluasi data penerima bansos agar bantuan tidak salah sasaran.

Ia mendorong kerja sama antara pemerintah kelurahan, RT/RW, dan dinas terkait untuk melakukan pendataan yang lebih akurat dan objektif.

Baca Juga: 3 Pengusaha Skincare Ditahan Polda Sulawesi Selatan, Produk Mengandung Merkuri Berbahaya

"Kita ingin memastikan bahwa bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Jangan sampai ada yang seharusnya bisa mandiri malah bergantung terus pada bantuan," katanya.

Beberapa warga yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik pernyataan Bupati, meski sebagian juga mengakui bahwa praktik di lapangan memang belum sempurna.

Kebutuhan hidup yang beragam dan pendapatan yang tidak tetap membuat pengelolaan dana bantuan seringkali menjadi dilema.

Sementara itu, pihak kelurahan dan panewu setempat mengaku siap untuk memperketat pengawasan dan pendataan ulang jika diperlukan.

Dengan himbauan ini, Pemkab Gunungkidul berharap masyarakat penerima bantuan dapat lebih bijak dalam memanfaatkan dana bansos dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.