Banten

Miris! Peretas Pusat Data Nasional, Minta Imbalan 8 Juta Dolar

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 24 Juni 2024, 18:56 WIB
Miris! Peretas Pusat Data Nasional, Minta Imbalan 8 Juta Dolar

AKURAT BANTEN - Pusat Data Nasional (PDN) terkena gangguan akibat serangan siber ransomware, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengonfirmasi peretas meminta uang tebusan.

Saat ditanya awak media ketika berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta untuk mengikuti sidang kabinet paripurna bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada, Senin (24/6/2024).

Budi Arie mengatakan bahwa info yang diterimanya dari tim sebesar 8 juta dolar yang diminta oleh peretas.

Baca Juga: Siap-siap Menangis! Pelajar dan Ibu Rumahtangga, Akses Judi Online di Putus Kominfo

"Menurut tim, 8 juta dolar, ini serangan virus LockBit 3.0" ujar Budi Arie

Sebelumnya, Ketua BSSN Hinsa Siburian dalam keterangannya, bahwa serangan siber tersebut, terjadi di Pusat Data Nasional Sementara, di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Hinsa Siburian, adapun bentuk serangan ransomware dengan nama Brain Cipher ini, merupakan pengembangan terbaru dari Ransomware LockBit 3.0.

Baca Juga: IKN Antara Keputusan Tepat Jokowi, Peringatan Joe Biden Atau Data NASA?

"Jadi, Ransomware ini dikembangkan terus. Ini yang terbaru setelah kita lihat dari sampel, sudah dilakukan sementara oleh forensik BSSN," kata Hinsa pada, Senin (24/6/2024).

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.