Banten

Bongkar Bisnis Milik Bahlil Lahadalia Seperti Tambang Dan Beberapa Proyek Pemerintah

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 3 Maret 2024, 18:58 WIB
Bongkar Bisnis Milik Bahlil Lahadalia Seperti Tambang Dan Beberapa Proyek Pemerintah

AKURAT BANTEN - Baru-baru ini Jaringan Tambang Nasional (Jatamnas) membongkar bisnis tambang yang melibatkan Bahlil Lahadalia, sejak 2010 bernama PT Rifa Finance dan merupakan induk dari 10 perusahaan.

Dikutip Akurat Banten dari akun media sosial resmi @jatamnas, mengungkapkan Bahlil terlibat dalam bisnis tambang di beberapa wilayah Tanah Air.

Bisnis tambang Bahlil diungkap Jatam di tengah tudingan isu fee IUP miliaran rupiah yang tengah ramai dibicarakan dimedia sosial.

Dimana PT Rifa Finance memiliki anak usaha antara lain:
• PT Ganda Nusantara
• PT MAP Surveillance
• PT Pandu Selaras
• PT Cendrawasih
• PT Mapsource Mining.

Bergerak di bidang seperti:
• Perkebunan
• Properti
• Logistik
• Pertambangan
• Konstruksi.

Namun yang membuat Jatam heran adalah beberapa perusahaan dari Bahlil tersebut tidak tercantum di situs Ditjen AHU Kemenkumham RI.

Perusahaan Bahlil yang terlibat bisnis tambang adalah PT Meta Mineral Pradana, di mana perusahaan ini memiliki dua izin tambang dengan luas konsesi masing-masing 470 hektar dan 165.50 hektar di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Adapun pemegang saham perusahaan ini, antara lain PT Rifa Capital sebesar 10 persen dan PT Bersama Papua Unggul sebesar 90 persen.

Kedua perusahaan ini milik Bahlil, di mana komposisi pengurus PT Meta Mineral Pradana, antara lain Tresse Kainama sebagai Direktur dan Ir Made Suryadana sebagai Komisaris.

Sedangkan PT Bersama Papua Unggul bergerak di bidang:
• Konstruksi
• Perdagangan
• Instalasi listrik
• Telekomunikasi
• Mekanikal.

Bahlil sendiri mengusai saham sebesar 450 lembar di perusahaan ini dan 50 lembar dipegang oleh Tresse Kainama.

Pada perusahaan ini Tresse Kainama tercatat sebagai Direktur dan Ir Made Suryadana sebagai Komisaris.

PT Rifa Capital dikabarkan telah mengeksplorasi 39 ribu hektare lahan tambang batubara di Fak-Fak, Papua Barat, dan 11 ribu hektare lahan nikel di Halmahera.

Jatam mengatakan jika PT Bersama Papua Unggul dikabarkan sering memenangkan lelang proyek Pembangunan Jalan Bofuer – Windesi (MYC) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Perusahaan lain yang dimiliki Bahlil adalah PT Dwijati Sukses, perusahaan yang sering terlihat di situs-situs lelang proyek pemerintah, di mana besar kemungkinan perusahaan ini bergerak di bidang konstruksi atau properti.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.