CAPRES Nomor Urut 1 Anies Baswedan Tampil Gagah Pada Debat Perdana Capres 2024

AKURAT BANTEN - Ketika Prabowo Subianto menyanggah karena gagal paham untuk menanggapi pernyataan calon Presiden Nomor Urut 1 Anies Baswedan, Kemudian Anies menyebut Prabowo Subianto fiksi dalam melihat kondisi polusi di Jakarta. Menurut Anies polusi di Jakarta hanya tinggi pada hari-hari tertentu.
"Inilah bedanya yang bicara pakai data dan fiksi, saya pakai data," kata Anies saat Debat Capres dan Cawapres 2024, di Gedung KPU, Selasa (12/12/2024).
Menurut Anies, apabila jumlah motor dan mobil setiap hari sama maka polusi akan terjadi di setiap waktu. Akan tetapi ada masa di mana polusi rendah. Ada juga faktor angin yang membawa polusi dari daerah lain ke Jakarta.
"Betul tidak. Tapi jumlah motor mobil sama tapi ada saat polusi sangat polusi tapi ada sisi tidak polusi. Nanti data saya tunjukkan. Makanya pakai data dan gunakan saintis untuk terlibat," jelasnya.
Calon presiden nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan juga mengkritik situasi penegakan hukum di Indonesia. Ia menggaungkan perlu adanya perubahan.
- Baca Juga: JIS Menuai Komentar Buruk Setelah di Tinggal Anies Baswedan, Jakarta Internasional Stadium Lebih Baik Daripada Jalak Harupat
- Baca Juga: Berhenti Mengutuk Gelap, Nyalakan Lilinmu! GEN-AMIN Menyuarakan Agenda Perubahan
- Baca Juga: FITNAH Kubu GIBRAN: Pasangan AMIN Yang Mengajukan di Tiadakannya Debat Capres Dan Cawapres
Seperti penegakan hukum yang yang terjadi pada pemerintah saat ini, sering tidak sesuai dengan prinsip hukum lantaran hukum bukan dijalankan oleh negara akan tetapi kekuasaan.
"Dalam negara kekuasaan, hukum diatur oleh penguasa dan kita tidak menginginkan itu. Hukum harusnya tegak, tapi kenyataannya bengkok," ujar Anies Baswedan.
Ia sempat mengkritik tindakan penangkapan dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian ketika menangani aksi demonstrasi mahasiswa beberapa waktu lalu semisal penolakan RUU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Omnibus Law Cipta Kerja. Kala itu, aparat polisi menembakkan gas air mata, sambung Anies.
Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara membawa poster pemilu damai saat apel siaga pengawasan kampanye Pemilu 2024 di halaman Istana Maimun, Medan, Sumatera Utara, Rabu (29/11/2023).
Ia juga mencontohkan sejumlah kasus yang tidak tuntas, seperti kasus Mega Suryani Dewi seorang ibu rumah tangga yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada September lalu, dan kasus meninggalnya seorang anak Harun Al Rasyid pada Mei 2019 silam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










