Banten

Kucurkan Rp2 Triliun, Sinar Mas Land Bangun Biomedical Campus BSD

Mitha Theana | 3 Desember 2023, 12:46 WIB
Kucurkan Rp2 Triliun, Sinar Mas Land Bangun Biomedical Campus BSD

AKURAT BANTEN - Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia. Investasi di bidang kesehatan, memiliki peluang ekonomi untuk berkembang yang sangat besar di Indonesia.

Apalagi, trend spending orang Indonesia terhadap kesehatan terus meningkat. Hal inilah yang mendorong Sinar Mas Land membuat inovasi Biomedical Campus, di kawasan Digital Hub, Sampora, Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, selama ini spending kesehatan orang Indonesia banyak dihabiskan di luar negeri, terutama Singapura dan Malaysia.

Baca Juga: Festival Pacu Jalur Tradisi Riau, Bagian Menarik Wisatawan pada Karisma Event Nusantara 2023, Kok Bisa?

"Pak Michael (Widjaja-CEO Sinar Mas Land Group) gak salah buka Biomedical Campus di sini, karena spending kesehatannya sangat besar," katanya, di Digital Hub, Sabtu (2/12/2023).

Dijelaskan dia, rata-rata pengeluaran kesehatan atau healthcare spending per kapita orang Indonesia sekitar 130-140 dollar AS per tahun, dengan outcome usia hidup 72 tahun.

Sedangkan masyarakat Malaysia, rata-rata usia hidupnya 76 tahun, dengan healthcare spending 432 dollar AS per tahun dan Singapura 84 tahun dengan healthcare spending-nya 2.800 dollar AS per tahun.

Sementara Amerika Serikat, usia hidupnya 80 tahun, dengan healthcare spending 11.000 dollar AS per tahun.

Namun, jika healthcare spending orang Indonesia meningkat dari 130 dollar AS menjadi 430 dollar AS dalam lima tahun, maka rata-rata usia hidupnya menjadi 76 tahun, dan peluangnya akan semakin besar, marjin 300 dollar AS dalam lima tahun, dikali 280 juta orang akan menghasilkan angka 85 miliar dollar AS.

Baca Juga: Masjid Tertua di Kota Medan Yang Bersejarah, Sejak Sultan Deli VII Dibangun Dengan Karya Arsitek Jerman

"Andaikan populasi rata-rata orang Indonesia menua, pasti spending hidupnya akan jauh lebih besar, dikali 280 juta, itu angkanya di atas 700 miliar Dollar AS," sambungnya.

Michael Widjaja, Group CEO Sinar Mas Land menambahkan, Biomedical Campus merupakan inovasi terbaru dan komitmen dari Sinar Mas Land untuk menghadirkan sarana prasarana, sumber daya, dan layanan kesehatan.

Baca Juga: Megawati Hangestri Dikangkangi Legenda Voli Korea Selatan Kim Yeon MVP Putaran Kedua

"Kami harap kehadiran Biomedical Campus dapat mendukung upaya pemerintah untuk melakukan penelitian dan pengembangan kesehatan yang memperkuat sistem kesehatan nasional," jelasnya.

Untuk diketahui, Smart Building Biomedical Campus berdiri di atas tanah seluas +/-11.800 m2 dengan luas gedung +/-31.800 m2.

Terdapat sejumlah layanan utama di Biomedical Campus, mulai dari gedung perkantoran, smart business center, experience center, makerspace serta F&B.

Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, cepat dan akurat, Biomedical Campus menggunakan teknologi digital twin dari Microsoft, teknologi ini mengubah manajemen pengelolaan gedung yang dulunya manual dan terbatas pada pemeriksaan fisik, menjadi digital, prediktif dan akurat.

Baca Juga: Mengejutkan, Siswi SMAN 1 Sampang Melahirkan Di Kelas Ketika Berlangsung Ujian Sekolah, Ini Kronologinya

Gedung pintar Biomedical Campus juga akan menawarkan smart experience bukan hanya bagi pengelola gedung namun juga pada tenant dan pengunjung.

Sistem dan subsistem gedung didesain menggunakan VMS (Visitor Management System) yang akan memberikan kemudahan akses masuk secara FR (Face Recognition) atau QR (Quick Response) Code.

Fasilitas Smart parking juga akan dinikmati oleh tenants maupun pengunjung. Sinar Mas Land menggelontorkan dana investasi sebesar Rp2 triliun untuk pengembangan selama 5 tahun ke depan.

Biomedical Campus direncanakan akan mulai beroperasi pada Januari 2024. Pada kesempatan yang sama, jajaran management Sinar Mas Land melakukan penandatangan kerja sama strategis bersama sejumlah partners di bidang Kesehatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.