5 Pernyataan Keras Presiden Ke-5 Megawati Soekarno Kepada Jokowi

AKURAT BANTEN - Megawati Soekarno putri menyinggung soal adanya tekanan penguasa terkait pencalonan presiden dan wakil presiden, Ketua Umum PDIP tersebut menyampaikan perihal itu saat turut hadir dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) relawan Ganjar-Mahfud se-pulau Jawa, Senin (27/11/2023) sore.
Kalu melihat rentetan peristiwa, pengkhianatan Jokowi dan keluarga menjadi pemantik perang dingin antara Megawati dengan pemerintah dan saat ini menjadi lawan politiknya. Putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep merapat ke Partai Solidaritas Indonesia. Bukan sebagai kader biasa, melainkan menjadi Ketua Umum.
Selanjutnya, Langkah sang Putra Mahkota, Gibran Rakabuming Raka menjadi Cawapres juga di anggap sangat kontroversial. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 terkait batas usia minimum capres dan cawapres memuluskannya menjadi cawapres Prabowo Subianto, pesaing utama Ganjar Pranowo - Mahfud MD, paslon usungan koalisi PDIP.
Baru-baru ini, baliho Ganjar-Mahfud diturunkan sepihak di beberapa tempat membuat Megawati semakin naik pitam. Akhirnya, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Relawan Ganjar-Mahfud di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (27/11/2023), Megawati menyindir habis-habisan pemerintah yang dinilainya menghalalkan semua cara untuk melanggenggkan dinastinya.
- Baca Juga: Budiman Sudjatmiko : Prabowo - Gibran Telah Punya Arus Besar, Namun Tetap Waspada!
- Baca Juga: Pulau Putri Sibolga Yang Fenomenal, Destinasi Bagi Pecinta Olahraga Snorkeling dan Pilihan Wisata Nataru
- Baca Juga: Tegas Tolak IKN: PKS Menang, Jakarta Tetap Ibu Kota Negara!
Beberapa pernyataan sikap keras Megawati:
1. Penguasa Saat Ini Bak Orde Baru
Megawati geram karena penguasa saat ini yang dinilainya semakin mirip dengan era orde baru.
"Republik ini penuh dengan pengorbanan, tahu tidak? Kenapa sekarang kalian yang baru berkuasa itu mau bertindak seperti zaman Orde Baru?" ujar Megawati.
2. Megawati jengkel tidak dihargai
"Bayangkan, kok saya tidak seperti dihormati ya. Lho, kenapa? Lho saya jelek-jelek pernah presiden lho, dan masih diakui dengan nama Presiden ke-5 Republik Indonesia lho," jelasnya.
3. Tantangan Megawati
Dalam acara yang sama, Megawati menyindir pihak yang seakan hanya ingin kekuasaan. Meskipun tidak menyebutkan siapa pihak yang dimaksud, tetapi Megawati menantang pihak itu untuk menghadapinya.
Pernyataan itu Megawati sampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Relawan Ganjar-Mahfud di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (27/11/2023).
"Kelompok-kelompok mau melakukan kekuatan-kekuatan kekerasan kepada rakyat Indonesia, terus terang lho, hadapi saya, hadapi saya, hadapi saya," jelas Megawati.
4. Penguasa yang Haus Jabatan
Megawati secara blak-blakan Soekarnoputri menyindir penguasa yang tidak mau mengikuti aturan pembatasan jabatan dua periode seperti semangat Reformasi 1998.
5. Ingin menambah 3 Periode
Pernyataan itu Megawati sampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Relawan Ganjar-Mahfud di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (27/11/2023).
"Dulu, Reformasi itu apa sih? Kan mengubah, mengubah jabatan seorang pemimpin supaya ada batas waktu. Ya sudah, itu bagian dari amandemen dan itu bagian yang diputuskan. Ya sudah lah, aturan itu mbok diikuti, jangan dilanggar-langgar," ujar Megawati.
Meski demikian, presiden ke-5 RI ini juga mengingatkan kepada para relawan dan kadernya agar juga tidak melanggar aturan pembatasan jabatan itu.
"Tapi kalian juga jangan melanggar, iya nanti giliran semprit [heboh], tapi kalian juga maling, aduh," kata Megawati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







