Banten

Alumni UGM 1985 Bongkar Fakta Mengejutkan soal Ijazah Jokowi Asli atau Palsu?

Andi Syafriadi | 14 Juli 2025, 05:14 WIB
Alumni UGM 1985 Bongkar Fakta Mengejutkan soal Ijazah Jokowi Asli atau Palsu?

AKURAT BANTEN – Reuni alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1985 yang digelar pada Selasa, 8 Juli 2025, berubah menjadi aksi damai menuntut kejelasan otentisitas ijazah Presiden Joko Widodo.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Boulevard UGM ini diprakarsai oleh kelompok Relawan Alumni Gadjah Mada Bergerak atau Relagama Bergerak.

Baca Juga: Lagi-lagi Rocky Gerung Bikin Geger, Akui Ijazah Jokowi Asli, Tapi Ungkap Fakta Mengejutkan

Aksi ini dilakukan sebagai respons atas polemik lama seputar keaslian ijazah S1 Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM.

Isu ini kembali mencuat setelah berbagai pihak mempertanyakan konsistensi data akademik dan mendorong Presiden untuk secara langsung menunjukkan dokumen resmi tersebut ke publik.

Koordinator Relagama Bergerak, Bangun Sutoto, menjelaskan bahwa gerakan ini bukan bermuatan politik, melainkan murni lahir dari keresahan moral para alumni terhadap citra dan marwah UGM sebagai institusi pendidikan tinggi.

Dalam orasinya, ia menyatakan, “Kami butuh kejujuran.

Kejelasan ijazah Presiden adalah bentuk tanggung jawab moral, bukan hanya bagi beliau, tapi juga bagi nama besar kampus ini.”

Aksi tersebut diwarnai dengan spanduk bertuliskan “Alumni UGM Kami Butuh Jujur”.

Selain itu, Relagama Bergerak menyerahkan surat pernyataan kepada pimpinan kampus termasuk Rektor UGM dan Dekan Fakultas Kehutanan yang berisi permintaan keterbukaan data.

Mereka memberi batas waktu 1×24 jam sejak surat diterima, dan jika tidak ada respons, mereka mengancam mengajukan mosi tidak percaya kepada pejabat kampus.

Baca Juga: Gonjang-ganjing Ijazah Jokowi Asli atau Tidak, Padahal UGM Sudah Keluarkan Pernyataan Penting Ini

Menanggapi berbagai spekulasi, UGM secara institusional telah menegaskan bahwa Presiden Jokowi benar-benar lulusan resmi Fakultas Kehutanan angkatan 1985.

Pernyataan ini disampaikan oleh Rektor UGM, Ova Emilia, pada Oktober 2022.

Ia menyebut, “Keaslian ijazah sarjana Ir. Joko Widodo dapat kami pastikan. Beliau adalah alumni UGM yang sah.”

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Rektor, Prof. Wening Udasmoro.

Baca Juga: Hasil Gelar Perkara Ijazah Jokowi Terbongkar! Rismon Sianipar Kecewa Hingga Lakukan Ini

Menurutnya, data akademik Presiden terdaftar lengkap dan sesuai arsip.

Ia bahkan membuka kemungkinan dokumen tersebut diperlihatkan kembali jika ada keperluan hukum.

Tak hanya itu, sejumlah alumni seangkatan Jokowi yang tergabung dalam KAGAMAHUT (Keluarga Alumni Gadjah Mada Kehutanan) juga pernah menggelar konferensi pers dan menunjukkan bukti pendukung seperti foto bersama, daftar wisuda, dan ijazah serupa milik mereka.

Mereka menyatakan bahwa Jokowi hadir dan lulus seperti mahasiswa lainnya.

Meski klarifikasi telah berkali-kali disampaikan, aksi dari alumni angkatan 1985 ini menunjukkan bahwa sebagian alumni masih menilai penjelasan dari pihak kampus belum cukup menjawab keraguan publik.

Mereka berharap agar UGM bersikap lebih terbuka dan aktif dalam menjelaskan duduk perkara, guna meredam simpang siur di masyarakat.

Aksi ini sekaligus mencerminkan betapa kuatnya kepedulian alumni terhadap integritas institusi akademik.

Di tengah iklim politik yang mudah dipolitisasi, mereka menegaskan bahwa tuntutan ini tidak bertujuan menjatuhkan pribadi, melainkan mengembalikan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.

Baca Juga: Ahli Forensik Bongkar Cara Cek Ijazah Jokowi Asli atau Palsu, Ada 3 Trik yang Bisa Dilakukan Roy Suryo di Rumah

Reuni yang biasanya diwarnai nostalgia, kini menjadi momentum kritis bagi alumni UGM untuk menyuarakan nilai-nilai kejujuran dan integritas.

Relagama Bergerak menyerukan dua hal utama: kejujuran dari Presiden Joko Widodo, serta transparansi penuh dari UGM terkait dokumen akademik.

Publik menantikan respons konkret dari kedua pihak.

Jika direspons dengan terbuka dan elegan, polemik ini bisa menjadi titik balik untuk menguatkan kembali kepercayaan terhadap pemimpin, almamater, dan institusi negara.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.