5 Kelompok Hacker Dunia, Indonesia Paling di Takuti, Berikut Komunitas Dan Cara Kerjanya!

AKURAT BANTEN - Hacker adalah seseorang yang mampu mengeksploitasi celah keamanan di komputer atau jaringan. Biasanya, cara yang digunakan adalah mengidentifikasi sistem keamanan perangkatnya terlebih dahulu, lalu sistemnya akan ditembus dengan berbagai metode.
"Hacker adalah sosok misterius yang kerap membuat para pengguna internet khawatir. Wajar, karena hacker identik dengan pencurian data, pembobolan keamanan website, dan juga serangan siber, Metode yang digunakan pun ada banyak. Contohnya seperti phishing, malware, MITM, atau brute-force."
Jika komputer diibaratkan seperti rumah, hacker bisa masuk melalui celah yang ditemukan pintu, jendela, bahkan hingga lubang ventilasi. Jadi, tak heran jika reputasi hacker tak ubahnya seperti pencuri atau perampok.
Padahal, hacker tak selamanya buruk. Sebab, mereka memiliki skill yang penting untuk meningkatkan keamanan komputer dan jaringan. Dengan mengidentifikasi celah keamanan yang berisiko, mereka dapat mencegah berbagai potensi serangan siber yang muncul.
Sebetulnya, ada banyak jenis hacker yang bisa kamu temukan. Mulai dari yang umum seperti white hat dan black hat, hingga yang spesifik seperti red hat dan blue hat. Namun, di bawah ini kita hanya akan membahas jenis hacker yang paling banyak populasinya, yaitu black hat, white hat, grey hat, dan script kiddies.
1. Black Hat Hacker
Sesuai dengan namanya, hacker bertipe black hat menjadikan hacking sebagai “ilmu hitam”. Sebab, black hat hacker adalah jenis hacker yang memanfaatkan skill hackingnya untuk hal-hal yang merugikan.
Contohnya seperti mencuri data, merusak sistem, atau untuk mencari popularitas semata. Kerugian yang mereka sebabkan pun seringkali tidak sedikit, karena korbannya mesti mengeluarkan waktu dan biaya untuk memperbaiki komputer atau jaringan yang dihack.
2. White Hat Hacker
Sebaliknya, white hat hacker adalah jenis hacker yang memanfaatkan skillnya untuk hal-hal yang positif, seperti menemukan celah keamanan jaringan agar terhindar dari serangan hack.
Itulah mengapa white hat hacker kerap direkrut oleh perusahaan-perusahaan untuk menjaga website atau sistem jaringannya. White hat hacker juga dituntut untuk ekstra teliti, karena mereka harus bisa menemukan celah keamanan sebelum ditemukan oleh black hat hacker.
3. Gray Hat Hacker
Gray hat hacker adalah jenis hacker yang tidak termasuk black hat atau white hat. Dengan kata lain, jenis hacker yang satu ini tidak memiliki niat yang baik maupun buruk.
Umumnya, grey hat hacker tidak berniat untuk merusak sistem atau memperbaiki celah keamanan. Mereka hanya sekadar “iseng” atau ingin mencari kepuasan saat menemukan sistem keamanan yang bisa dieksploitasi.
4. Script Kiddies
Script kiddies adalah jenis hacker yang biasanya tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang teknik hacking. Itulah mengapa mereka memanfaatkan script buatan hacker lain untuk menjalankan aktivitas hacking.
Contohnya, mereka dapat menggunakan script untuk melakukan serangan DDoS terhadap suatu website. Sehingga, website yang diserang jadi tidak dapat diakses.
5 Jenis Serangan Hack yang Paling Umum
Di atas, kamu sudah melihat berbagai istilah terkait serangan hack. Mulai dari phishing, malware, brute force, MITM hingga DDoS. Tapi, sebenarnya apa sih arti dari istilah-istilah ini?
- Baca Juga: Jijik! Dua Pria di Medan Tertangkap Basah Adu Pedang di Dalam Becak
- Baca Juga: KPU Jebol Oleh Hacker: Bagaimana Cara Mereka Bekerja? Begini Penjelasannya Untuk Pengguna BCA!
- Baca Juga: Nasib Enam Ribu Honorer di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten Tidak Jelas
Singkatnya, itu semua merupakan beberapa contoh serangan hack yang paling umum terjadi. Selanjutnya, kita akan membahas lebih detail tentang 5 jenis serangan hack tersebut:
1. Phishing
Phishing adalah salah satu jenis serangan hack di mana hacker berpura-pura menjadi “sosok yang dipercaya” untuk mendapat akses atau informasi pribadi korbannya.
Contohnya, misalkan kamu masuk ke suatu halaman website yang isinya sangat mirip dengan website yang biasa kamu kunjungi. Padahal, alamat websitenya berbeda. Misalkan alamat yang asli adalah contohwebsite.com dan alamat yang palsu adalah contoh-website.xyz.
Nah, jika kamu melakukan login pada website yang palsu, maka data username dan password yang kamu masukkan akan langsung jatuh ke tangan hacker.
2. Serangan Malware
Malware adalah singkatan dari malicious software, yang mana artinya adalah software yang berbahaya.
Sesuai dengan namanya, malware adalah software yang dibuat untuk merusak komputer, server, atau jaringan. Umumnya, hacker menyisipkan malware ke dalam perangkat atau jaringan untuk membuat kerusakan dari dalam.
Salah satu celah keamanan yang kerap digunakan hacker untuk memasukkan malware adalah tema dan plugin yang tidak diupdate secara berkala.
3. Man-in-the-Middle (MITM)
MITM adalah jenis serangan hack di mana sang hacker “mengintip” pertukaran data di suatu jaringan untuk mencuri informasi penting di dalamnya.
Contohnya, misalkan kamu sedang menggunakan wifi di ruang publik. Lalu, kamu melakukan transaksi di toko online dengan menggunakan koneksi tersebut.
Nah, karena jaringan yang kamu gunakan terbuka untuk umum, maka ada risiko datamu diintip oleh pihak tak bertanggung jawab. Apalagi jika website yang kamu akses tidak menggunakan HTTPS untuk mengenkripsi pertukaran data di dalamnya.
4. DDoS
DDoS alias Distributed Denial of Service adalah serangan yang umumnya ditujukan pada suatu website atau jaringan. Jadi, tujuan serangan ini adalah membuat website tak dapat diakses dengan cara mengirimkan jumlah request yang berlebih ke server.
Penjelasan gampangnya seperti ini: Misalkan kamu ingin memasuki suatu toko, tapi tokonya ternyata sudah penuh sesak dengan pengunjung. Pasti kamu tidak akan bisa memasuki tokonya kan?
Begitu pula dengan DDoS. Jadi, hacker memanfaatkan bot untuk membuat request dalam jumlah yang banyak ke server. Sehingga, website jadi tidak dapat diakses karena server menganggap websitenya terlalu “penuh”.
5. Menjebol Password (Brute Force)
Brute force adalah suatu metode di mana hacker mencoba “mendobrak” akses menuju panel admin dari suatu website. Caranya dengan melakukan login berkali-kali menggunakan kombinasi password yang berbeda.
Jika beruntung, hacker akan mendapatkan kombinasi password yang tepat. Sehingga mereka bisa mengakses sistem websitenya, Oleh karena itu, cara yang seringkali dilakukan untuk mencegah serangan brute force adalah dengan membatasi percobaan login.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










