Banten

Menyingkap Rahasia di Balik Kekuatan Daya Tarik, Ilmu Pelet dan Pengasihan

Saeful Anwar | 4 September 2025, 07:27 WIB
Menyingkap Rahasia di Balik Kekuatan Daya Tarik, Ilmu Pelet dan Pengasihan

AKURAT BANTEN-Ilmu pelet, atau yang sering disebut ilmu pengasihan, bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Dikenal sejak zaman kuno, praktik ini masih menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Tetapi, apa sebenarnya pelet itu? Dan mengapa ia begitu memikat perhatian banyak orang?

Secara sederhana, ilmu pelet adalah ilmu supranatural yang bertujuan untuk memengaruhi alam bawah sadar seseorang agar menaruh rasa suka, sayang, atau bahkan cinta kepada orang lain.

Namun, dunia pelet tidak sesederhana itu. Berdasarkan literatur kuno dan berbagai sumber supranatural, ilmu ini bisa dibagi menjadi dua kategori besar dengan tujuan yang berbeda.

Baca Juga: LPSK Bentuk Satgas Khusus, Pastikan Hak Saksi dan Korban Aksi Demo Terlindungi

Kategori Pertama: Daya Tarik Universal

Ini adalah jenis pelet yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun tidak semua orang menyadarinya.

Pelet jenis ini bertujuan agar seseorang disukai dan disenangi oleh banyak orang.

Tujuannya bukan untuk memikat satu individu secara spesifik, melainkan untuk meningkatkan aura positif dan karisma.

Baca Juga: Kelas Menengah Jadi Kunci Indonesia Emas, DPR Ingatkan Ancaman Jika Daya Beli Melemah

Bayangkan seorang pedagang yang selalu ramai dikunjungi pembeli, atau seorang karyawan yang selalu disukai oleh atasan dan rekan kerjanya.

Mereka mungkin memiliki daya tarik alami, tetapi dalam konteks ilmu pelet, hal ini disebut pengasihan umum.

Praktik ini seringkali melibatkan ritual yang sederhana, seperti membaca doa atau menggunakan benda-benda tertentu, dengan tujuan agar pemiliknya memiliki "aura magnetis" yang membuat orang lain nyaman dan percaya.

Baca Juga: Jejak Digital Bongkar Peran 6 Penghasut di Balik Ricuh Jakarta

Kategori Kedua: Pelet untuk Target Khusus

Jenis pelet ini jauh lebih terkenal dan seringkali menjadi sorotan karena tujuannya yang sangat spesifik dan terkadang kontroversial.

Pelet ini digunakan untuk menargetkan satu individu, baik pria maupun wanita, agar jatuh hati kepada si pengirim pelet.

Ritualnya biasanya lebih rumit dan personal, seperti menggunakan media foto, nama lengkap, atau bahkan benda milik target.

Jenis pelet untuk target khusus ini juga seringkali memunculkan perdebatan moral.

Baca Juga: Indonesia Perkuat Peran Global, Dorong Kerja Sama Strategis dengan WFP dan Negara Mitra

Ketika digunakan untuk mendapatkan cinta yang tulus dan berbalas, sebagian orang menganggapnya sebagai cara cepat untuk mendapatkan pasangan.

Namun, ada pula sisi gelapnya. Pelet jenis ini bisa mempengaruhi alam bawah sadar korban secara paksa, sehingga mereka menuruti keinginan si pengirim pelet di luar kehendaknya sendiri.

Inilah yang membuat ilmu pelet kerap dikaitkan dengan hal-hal negatif dan manipulasi (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman