Banten

Destinasi Wisata Sejarah Fort Marlborough Bengkulu, 3 Negara Pernah Berperang Berebut Benteng Ini!

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 27 Desember 2023, 03:07 WIB
Destinasi Wisata Sejarah Fort Marlborough Bengkulu, 3 Negara Pernah Berperang Berebut Benteng Ini!

AKURAT BANTEN - Jika kebetulan Anda sedang berada di Bengkulu dan menyenangi tempat wisata bernuansa sejarah, cobalah berkunjung ke Benteng Fort Marlborough, yang terletak di Teluk Segara, Kebun Keling, Bengkulu.

Benteng Marlborough atau yang dalam bahasa asingnya disebut Fort Marlborough. Berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Bengkulu, benteng ini merupakan benteng yang dibangun East Indies Company tahun 1713-1719 dan digunakan sebagai benteng pertahanan Inggris yang kala itu berada di bawah kepemimpinan gubernur Joseph Callet.

Setelah berpindah tangan dari pemerintah Inggris ke Belanda, Belanda ke Jepang, Jepang ke Indonesia, sampai kembali diduduki oleh Belanda, Ketika Indonesia Merdeka, benteng ini pun akhirnya resmi dikelola oleh Depdikbud kemudian dipugar dan dijadikan sebagai cagar budaya.

Sebagai bangunan cagar budaya yang berdiri di atas bukit buatan, Dengan posisinya menghadap ke arah kota Bengkulu dan memunggungi Samudera Hindia. Ternyata bangunan ini memiliki struktur bangunan yang terdiri atas bagian yang lengkap, antara lain:

Bastion (gedung jaga) di keempat sudutnya
• Parit di sekeliling benteng
• Jembatan yang menghubungkan pintu masuk dan bangunan induk.
• Terowongan bawah tanah menuju Pantai Panjang
• Tapak Padri
• Gedung Daerah atau yang kerap disebut dengan Istana Gubernur.

Sahabat Akurat banten bisa menikmati kemegahan benteng ini hanya dengan membayar tiket masuk seharga Rp 2.500,00 per orangnya.

Jika berniat ke sini, datanglah antara pukul 08.00 pagi sampai 17.00 sore, sebab tempat wisata ini hanya dibuka untuk umum pada jam-jam tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.