Menurut Ilmuwan Jepang: Ayam Jantan Berkokok Karena Irama Sirkadian Tubuhnya

AKURAT BANTEN - Ritme sirkadian adalah proses internal alami yang mengatur siklus dari bangun sampai tidur selama 24 jam, dan itu akan terulang setiap harinya seperti punya jam internal. Ayam juga seperti itu, mereka berkokok karena hal tersebut adalah aktivitas yang setiap hari mereka lakukan. Umumnya, ayam berkokok di pagi hari untuk memulai perburuan dan mempertahankan wilayahnya.
Namun jika ada satu ekor ayam di suatu wilayah yang berkokok lebih awal, katakanlah tengah malam, maka ayam jantan yang lain akan mengikuti. Sebab, ayam yang berkokok lebih awal dianggap superior di dalam kelompok atau kawasannya.
Ayam juga akan berkokok untuk mempertahankan wilayahnya. Ketika ada hewan lain yang masuk wilayah kekuasaannya tanpa izin, maka ayam jantan akan berkokok untuk memberikan sinyal kepada kawanannya bahwa ada yang masuk tanpa izin, sehingga mereka harus berkelahi.
Baca Juga: Perjalanan Sejarah Kereta Api Indonesia dari zaman Belanda Sampai Sekarang
Jadi, saat ada predator yang dianggap mengancam oleh si ayam dan masuk ke wilayah kekuasaannya, maka ayam akan berkokok untuk memberitahukan kepada kawanannya supaya lebih siaga.
Menurut para ilmuwan, ayam jantan muda akan berkokok tiap hari meskipun fajar terlanjur muncul.
Sampai saat ini belum diketahui apakah ayam jantan membuat keributan karena menyambut cahaya pagi atau karena mereka punya jam tubuh sendiri. Tetapi para ilmuwan Jepang mengklaim bahwa mereka mengetahui apa yang membuat ayam-ayam jantan ini membikin keributan tiap fajar tiba.
Dalam sebuah studi, ayam berkokok sebelum fajar. Bahkan ketika mereka ditempatkan dalam kondisi lampu terus menyala. Ini menunjukkan bahwa ayam-ayam itu secara naluri tahu perkiraan waktu hari itu.
Baca Juga: Ratusan Siswa SD dan SMP Ikuti Green Camp Sinar Mas Land 2023, Tanam 200 Bibit Pohon di Rumpin
Para ilmuwan percaya bahwa perilaku mereka diatur oleh ritme sirkadian yaitu jam internal tubuh dan bukan karena pemicu eksternal. Selama studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Current Biology, para peneliti menempatkan sekelompok ayam jantan di ruang kedap suara dan tak berjendela.
Satu kelompok diamati dalam kondisi 12 jam siang hari dan 12 jam dalam cahaya redup. Sementara kelompok kedua terkena cahaya redup yang konstan sepanjang waktu. Laporan ini menemukan bahwa ayam yang berada dalam kondisi cahaya 12 jam dan 12 jam siklus cahaya redup, mereka teramati berkokok sekitar 2 jam sebelum ada cahaya. Asumsinya, ini adalah waktu dini hari. Dan ternyata, mereka konsisten dengan pengamatan unggas yang ada di alam liar.
Begitu juga dengan ayam yang ditempatkan dalam pencahayaan redup sepanjang waktu, mereka juga berkokok terus tepat di tiap pagi sebelum fajar. Ini membuktikan bahwa perilaku tersebut disebabkan karena irama sirkadian tubuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







