KOPI LESEHAN 003 : BANTEN dulu BANTEN sekarang "Bantam Menjadi Banten"

AKURAT BANTEN - Tadinya penulis ingin bertandang ke rumah Aki Bakonih tapi kata anaknya hari ini dia lagi banyak acara kondangan. Padahal penulis sudah siapkan dodol garut dan kopi giling untuknya.
Tapi ga apa-apa sih, penulis bisa duduk manis depan TV di gajebo belakang rumah sekalian menonton kabar berita Indonesia terkini, Ternyata enak juga ya duduk lesehan, sembari selonjoran ditemani kopi hangat, lepet betawi, rengginang dan tape bakar, cuma tetap yang paling pulen tentunya kue dongkal.
Tapi ada yang bikin ga enak, ketika muncul berita pertama yaitu masalah Kering-kerontang di berbagai daerah sebagian besar petani mengalami gagal panen karena pemerintah kurang tanggap bahaya laten tentang tidak tersedianya teknologi modern untuk irigasi yang memadai paska musim kemarau.
Berita selanjutnya ada seorang koruptor yang tidur nyenyak diatas penderitaan rakyat dan tidak sekalipun tersentuh hukum, mendengarnya seperti ingin muntah sekarang, hmmm... seperti hidup di negara antah-barantah, di mana oknum dan penegak hukumnya seperti sekumpulan para sindikat yang bersekutu untuk merobohkan negeri ini.
Baca Juga: KOPI LESEHAN 001 : BANTEN dulu BANTEN sekarang
Hahahhh... Akhirnya penulis bisa marah juga ya?
Tapi ga apa-apa itulah fenomena sosial, maklum Indonesia baru 78 tahun merdeka, Amerika aja butuh 400 tahun untuk menjadi lebih baik karena dulu mereka adalah negara Bar-bar.
Sepertinya penulis hari ini cukup beruntung tidak jadi keluar rumah karena panas hari ini sudah seperti monster yang siap menerkam mangsanya, menurut BMKG sudah 37,2⁰ C dan kemungkinan akan beranjak sampai 40⁰ C.
Artinya tetap lebih nyaman dirumah karena bisa bersenda gurau dengan keluarga tercinta dan sekali-kali mengintip Android. Menurut penulis sih, Android itu sudah menjadi bagian dari teknologi informasi terbaik, dia adalah jendela dunia. Kali ini penulis tertarik dengan satu artikel tentang BANTEN tempo dulu yang bernama BANTAM, sepertinya Artikel ini cukup menarik!
Nah, Begini isi Artikel tersebut!
- Kita ketahui, Letak geografis Provinsi Banten pada batas Astronomi yaitu:
- 105º1'11² - 106º7'12² Bujur Timur
- 5º7'50² - 7º1'1² Lintang Selatan
- 12.251.985 Jumlah penduduk (BPS Provinsi Banten 2020-2023)
Baca Juga: KOPI LESEHAN 002: BANTEN Dulu BANTEN Sekarang
Memang dari beberapa artikel terdapat banyak versi yang pernah ditulis, Namun penulis mencoba mereferensikan untuk pembaca setia Akurat Banten hanya enam saja yang mungkin bisa menjadi pustaka pengetahuan kita, Antara lain:
1. Kata BANTAM muncul, salah satunya adalah karena memang disebabkan lidah orang Barat kesulitan dalam mengucapkan kata Banten.
Sehingga kebanyakan orang barat menyebutkan kata BANTEN dengan sebutan BANTAM
2. Pada saat pertama kali orang orang barat mendarat di Banten, mereka menyebut Bantam untuk menggambarkan karakteristik orang Banten yang memiliki tubuh kecil tapi pemberani.
3. Namun ada juga diceritakan bahwa nama Bantam berasal dari tingkatan kelas tinju yang diklasifikasikan bukan untuk orang berukuran fisik tinggi besar, melainkan untuk orang yang berukuran fisik kecil dan sedang, ciri-ciri tersebut merupakan ciri umum masyarakat Banten pada saat itu.
4. Tapi ada lagi salah satu Artikel lucu dan menggelitik, klo kelas bantam dalam dunia tinju berasal dari bantam sebutan Banten, Huft... ngadi-ngadi neh... sebenarnya sah-sah aja sih karena mengeluarkan pendapat itu dilindungi undang-undang kok!
5. Istilah Bantam muncul di sebabkan terdapat ayam jantan berukuran mini atau ayam kate tetapi dengan kemampuan bertarungnya mampu mengalahkan ayam yang berukuran dua sampai tiga kali lipat dari ukuran badannya.
6. Nah, klo penjelasan yang ini menurut sejarah brow... trus di dukung juga dengan beberapa temuan prasasti, fokus ya!
Banten atau dahulu dikenal dengan nama Bantam pada masa lalu merupakan sebuah daerah kota yang sudah memiliki:
- Pelabuhan yang sangat ramai
- Masyarakatnya yang terkenal ramah
- Ekonominya tergolong makmur.
Banten pada abad ke 5 merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara. Salah satu bukti sejarahnya adalah prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanagara yaitu Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak, yang ditemukan di Kampung Lebak di tepi Ci Danghiyang, Kecamatan Munjul, Pandeglang.
Baca Juga: BANTEN Dahulu Bernama BANTAM, Simak Ulasan Menariknya Check it Out!
Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947, dan berisi dua baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa berbahasa Sanskerta. Isi prasasti tersebut menceritakan tentang keberanian Raja Purnawarman.
Setelah runtuhnya Kerajaan Tarumanagara akibat serangan Kerajaan Sriwijaya, kekuasaan di bagian barat Pulau Jawa dari Ujung Kulon sampai Ci Sarayu dan Ci Pamali dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda.
Seperti dinyatakan oleh Tome Pires seorang penjelajah Portugis pada tahun 1513, Bantam menjadi salah satu pelabuhan penting dari Kerajaan Sunda selain pelabuhan Pontang, Cigede, Tamgara sekarang Tangerang, Kalapa, dan Cimanuk.
Boleh percaya dan boleh juga tidak tapi Itulah kisahnya yang dikait-kaitkan atau mungkin memang terkait dengan kisah banten, Semoga masih ada lagi neh temuan baru yang lebih seru untuk mengungkap sejarah banten.
"Jangan lupa selalu check KOPI LESEHAN yang selalu tampil serial dan unik untuk pembaca setia Akurat Banten"
Baca Juga: KOPI LESEHAN 010: Kejam! SUAMI Membunuh ISTRI Karena Minta Ongkos Pulang
Adzan Dzuhur sudah berkumandang dengan lantunan terindahnya, menggetarkan setiap hati para muslim yang beriman, menembus tujuh pintu-pintu langit serta merambat pelan diantara bukit dan lembah yang tenang, Saatnya tiba bagi penulis dan keluarga untuk menjalankan salah satu waktu dari lima waktu sholat yang diperintahkan bagi seluruh umat Islam.
Oke semoga bermanfaat!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









