KOPI LESEHAN 021: Kisah Kancil Bernama ANES dan Harimau Bernama JAKA

AKURAT BANTEN - Apakah cerita kali ini si kancil remaja bernama "ANES", dapat memperdayai si Raja Hutan "Harimau" sombong yang bernama "JAKA"? atau malah dia dimangsa oleh Mas Jaka dengan konco-konconya yang ganas. yuk kita ikuti ceritanya.
Alkisah, pada saat Kang Anes sedang beristirahat di bawah pohon rindang. Tiba-tiba munculah Jaka yang babak belur karena tadi terkena sengatan tawon. Kang Anes pun bukan kepalang ketakutannya, langsung melarikan diri. Mas Jaka yang sedang lapar langsung mengejarnya, tapi, sungguh sial kali ini ia kehilangan jejak karena Anes sembunyi di semak-semak, Jaka sejenak menghentikan pencariannya. Ia duduk setengah bersandar di akar pohon. Matanya yang bersinar-sinar menyapu kesekelilingnya. Beberapa saat ia termenung, sampai akhirnya ia dikejutkan oleh suara. Kraakk…!’’
Bunyi itu berasal dari sebuah patahan ranting kecil yang diinjak oleh Anes. Tadinya yang disangka telah jauh , ternyata masih bersembunyi di balik rerimbunan daun di dekatnya. Mengetahui Kang Anes masih berada tidak jauh dari tempat tersebut. Ia pun langsung menuju ketempat datangnya suara. Karena keadaan tidak menguntungkan Anes kemudian mengambil langkas seribu, Kabur agar menjauh dari sang pemangsa.
Baca Juga: Polri, Dewan Pers, dan Pimpinan Media Deklarasi Pemilu Damai 2024
Melihat Anes lari, Mas Jaka memanggilnya, Hai nes ! jangan lari. Aku tidak akan menyakitimu. Berhentilah!
Anes menolak damai "Aku tidak akan berhenti, Pasti kamu akan memangsaku."
"Percayalah Nes Aku tidak akan memakan dirimu. Bukankah kita bersahabat?" bujuk bujuk Jaka.
"Kalau begitu, apa jaminannya bahwa kamu tidak akan memangsaku?"
"Baiklah bila kamu masih ragu! Saya akan berjanji bahwa bila perkataanku ini bohong, Maka aku rela mati di tanganmu."
Mendengar bujukan dan kata-kata manis Joko, kang Anes pun akhirnya menghentikan laju larinya.
Akhirnya Mas Jaka sudah bisa menyusulnya. Akan tetapi, Pembohong tetaplah ingkar. Memang sulit menaklukkan Kang Anes, makanya jika tidak dibohongi, pasti dia akan sulit ditangkap.
Setelah merasa menaklukkan Anes, Betapa girangnya si Rakus, Raja Hutan ini,
"Sekarang jangan banyak omong lagi, Sudah saatnya kamu menjadi santapanku hari ini, Aku adalah raja hutan, Siapa saja harus tunduk di bawah perintahku."
Baca Juga: Tradisi Minum Jamu Dikenal Sejak Zaman Kerajaan Mataram, Turun-temurun Hingga Masa Kini
Kang Anes akhirnya menyadari bahwa dirinya sudah ditipu, janji yang pernah diucapkan Jaka hanyalah kata-kata bohong untuk mengelabuhi dirinya. Namun karena Kang Anes tergolong binatang yang Cerdik dan Cerdas. Ia pun segera mencari akal untuk meloloskan diri dari Sang Pemangsa.
"Baiklah jika itu yang kamu mau, Tapi sebenarnya kamu bukan satu-satunya raja di hutan ini." Mendengar kata-kata itu, Jaka marah seketika; "Apa katamu?"
"Ya, Sebelum aku mencari air minum di danau tadi, sebenarnya aku telah bertemu Harimau selain dirimu. Dia juga ingin memangsa ku sama seperti kau. Tapi karena aku haus, aku terlebih dahulu aku ingin minum di danau. Setelah itu baru aku akan menemui dia lagi. Oleh karena itu, sebelum kamu memakanku. Sebaiknya kamu bisa mengalahkan dia terlebih dahulu." kata Kang Anes yang mulai merasa jurusnya sangat jitu kali ini.
"Bila permintaanmu demikian, maka baiklah, Akan aku penuhi, Tapi dimana dia sekarang berada?"
"Dia tinggal dalam sebuah sumur yang terletak di tengah hutan" jawab Anes.
"Sekarang coba tunjukkan tempat itu! Sudah tak sabar aku ingin mengalahkan dia." kata mas Jaka dengan sombong.
"Baiklah, kalau begitu mari ikut aku!"
Kang Anes berjalan terlebih dahulu. Sementara Mas Jaka mengiringi di belakangnya. Setelah menyusuri jalan yang agak menanjak dan berbelok-belok, tibalah keduanya di tempat yang dituju. Sebuah sumur yang cukup dalam dan ditumbuhi oleh rumput-rumput agak panjang di sekelilingnya, sekarang telah berada di hadapannya.
"Inilah tempat yang saya maksud, Cobalah kamu tengok ke dalam. Pasti kamu akan melihat seekor Harimau di dalamnya." Kata Kang Anes.
Mas Jaka kemudian berjalan mendekati bibir sumur. Ia kemudian langsung menengok ke bawah, Benar saja bahwa di dalam sumur ternyata ada Raja Hutan yang mirip dengan dirinya. Tak lama kemudian, Mas Jaka meraung dengan keras,’’Auuuung..!" suaranya terdengar ke seluruh penjuru.
Baca Juga: Bolehkah Non-Muslim Masuk ke Dalam Masjid? Pak Quraish Menjawab!
Saat itu pula dari dalam sumur juga ada suara aungan yang sama, seolah-olah menantang Mas Jaka, kemudian ia mencoba meraung lebih keras melebihi sebelumnya. Dari dalam sumur terdengar kembali pula suara yang menentangnya, Maka Mas Jaka menjadi sangat marah dan segeralah ia melompat ke dalam sumur.
"Byyuuur!' suaranya begitu menggema dari dalam sumur dan airnya pun menjadi keruh. Namun apa yang terjadi? Ternyata di dalam sumur itu tidak ada Raja Hutan lain selainnya dirinya. Suara raungan itu ternyata suaranya sendiri yang memantul keluar dari sumur. Sedangkan yang dilihat di dalam sumur, Itu hanyalah banyangan dirinya. Sebab air yang ada didalam sumur sangat jernih.
Dengan berlagak bodoh, Kang Anes berkata:
"Bagaimana sobat? Apakah kamu bisa mengalahkan dia?"
"Ternyata kamu menipuku!’’ sahut Mas Jaka dengan sangat marah.
"Itulah balasannya bagi yang mengingkari janji" jawab Kang Anes sambil melangkah pergi.
Tak lama kemudian, Mas Jaka pun mulai kehabisan tenaga untuk berenang. Sedikit demi sedikit akhirnya tubuhnya tenggelam ke dalam air alias Modaaar!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










