Pemerintah Siapkan Penghargaan untuk Ayah yang Ambil Rapor Anak, Ini Tujuannya

AKURAT BANTEN – Pemerintah berencana memberikan penghargaan kepada 10 ayah terpilih yang aktif mengikuti Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mendorong peran ayah agar lebih terlibat dalam pendidikan anak.
Program tersebut digagas oleh BKKBN melalui gerakan nasional yang mulai dijalankan sejak Desember 2025.
Pemerintah ingin mengubah kebiasaan lama, di mana pengambilan rapor anak lebih sering dilakukan oleh ibu, menjadi momen kebersamaan yang juga melibatkan ayah.
Baca Juga: Ayah Ambil Rapor Anak, Ternyata Ini Dampak Besarnya bagi Prestasi dan Mental Anak
Melalui program ini, ayah diajak hadir langsung ke sekolah saat pembagian rapor.
Kehadiran ayah dinilai memiliki makna penting bagi anak, karena menunjukkan perhatian, dukungan, dan kepedulian terhadap proses belajar mereka.
Pemerintah menilai, langkah sederhana ini bisa berdampak besar pada motivasi dan prestasi anak di sekolah.
Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah akan memilih 10 ayah yang dinilai aktif dan inspiratif.
Baca Juga: Tragedi Bayi Enam Bulan di Ciputat Dugaan Kekerasan Ayah Kandung Berujung Kematian
Para ayah diminta mendokumentasikan momen saat mengambil rapor anak, kemudian membagikannya melalui media sosial sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Dari unggahan tersebut, pemerintah akan menyeleksi ayah-ayah yang dinilai mewakili semangat keterlibatan dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Menurut pemerintah, penghargaan ini bukan sekadar hadiah simbolis.
Lebih dari itu, langkah ini diharapkan menjadi pemicu agar semakin banyak ayah tergerak untuk terlibat langsung dalam kehidupan pendidikan anak-anak mereka.
Baca Juga: Bayi Enam Bulan di Ciputat Tewas, Ayah Kandung Diduga Lakukan Kekerasan
Kehadiran ayah di sekolah diyakini dapat memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Gerakan Ayah Mengambil Rapor juga dilatarbelakangi oleh masih tingginya fenomena fatherless di Indonesia, yakni kondisi ketika anak kurang mendapatkan peran dan perhatian dari sosok ayah.
Situasi ini dapat berdampak pada perkembangan emosi, kepercayaan diri, hingga prestasi akademik anak.
Sejumlah pemerintah daerah pun menyambut baik gerakan ini.
Baca Juga: Kehidupan Gelap Ayah Tiri Alvaro di Tangerang, Fakta Mengejutkan Bikin Publik Merinding
Beberapa di antaranya bahkan mengeluarkan kebijakan agar ayah mendapat kelonggaran waktu kerja untuk bisa datang ke sekolah saat pembagian rapor.
Dengan dukungan tersebut, diharapkan tidak ada lagi alasan bagi ayah untuk absen di momen penting pendidikan anak.
Melalui pemberian penghargaan kepada 10 ayah terpilih ini, pemerintah berharap muncul figur-figur ayah teladan yang bisa menjadi inspirasi bagi keluarga lain.
Kehadiran ayah dalam pendidikan anak tidak lagi dipandang sebagai hal luar biasa, melainkan bagian penting dari tanggung jawab bersama dalam membentuk generasi masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: Anak 14 Tahun Dijatuhi Rehabilitasi Dua Tahun Usai Bunuh Ayah dan Nenek
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






