Banten

Banten: Bukan Hanya Industri, Ini 5 Alasan Budaya & Spiritualnya Bikin Kamu Terpukau

Abdurahman | 17 September 2025, 09:25 WIB
Banten: Bukan Hanya Industri, Ini 5 Alasan Budaya & Spiritualnya Bikin Kamu Terpukau

AKURAT BANTEN-Banten, sebuah provinsi yang terletak di ujung barat Pulau Jawa, sering kali dikenal karena pelabuhan dan industri modernnya.

Namun, di balik kemajuan tersebut, Banten menyimpan kekayaan budaya, tradisi, dan spiritualitas yang luar biasa, menjadikannya salah satu daerah paling unik di Indonesia.

Dengan mayoritas penduduk yang religius namun toleran, Banten menjadi contoh nyata dari harmoni dan keragaman.

Masyarakat Banten dikenal dengan semangat religius Islam yang tinggi. Namun, ini tidak membuat mereka eksklusif. Sebaliknya, masyarakat Banten hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain.

Nilai-nilai toleransi ini sudah mengakar kuat dan tercermin dari berbagai warisan leluhur, seperti kompleks Masjid Agung Banten Lama yang menjadi saksi bisu kejayaan Kesultanan Banten dan Makam Keramat Panjang yang dihormati lintas keyakinan.

Kearifan lokal lainnya yang paling menonjol adalah Suku Baduy, kelompok masyarakat adat Sunda Banten yang tinggal di kawasan Pegunungan Kendeng.

Mereka teguh menjaga tradisi anti-modernisasi sebagai bentuk penghormatan pada "tanah titipan" yang wajib mereka pelihara. Kehidupan mereka yang sederhana dan selaras dengan alam menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Baca Juga: Awas Lumpuh! Aksi Mogok Massal ‘17 September’ Ojol Pecah: Jakarta Terancam Macet Total, Ini 7 Tuntutan yang Bikin Aplikator Panik

Perbedaan yang Mempersatukan: Bahasa dan Komunikasi

Banten adalah rumah bagi berbagai dialek dan bahasa yang mencerminkan keragaman etnisnya. Penduduk asli Banten menggunakan dialek Sunda Kuno yang khas.

Sementara itu, di wilayah Lebak dan Pandeglang, ada perpaduan unik dari bahasa Sunda Kuno, Sunda Modern, dan Bahasa Indonesia.

Etnis Jawa di Serang dan Cilegon menggunakan Bahasa Jawa Banten, dan di Tangerang bagian utara, dialek Betawi juga umum digunakan.

Meski begitu, Bahasa Indonesia menjadi jembatan komunikasi utama, menyatukan semua lapisan masyarakat.

Seni dan Kesenian: Perpaduan Unik Islam dan Budaya Lokal

Kesenian di Banten merupakan perpaduan harmonis antara nilai-nilai pra-Islam dan ajaran Islam. Arsitektur masjid tiga tingkat, yang melambangkan Iman, Islam, dan Ihsan, adalah salah satu contoh terbaiknya.

Berikut beberapa kesenian yang membuat Banten begitu istimewa:

Seni Bela Diri dan Pertunjukan: Pencak Silat dan Debus adalah dua seni bela diri yang sangat identik dengan Banten. Debus bahkan menjadi seni pertunjukan ekstrem yang memukau, menunjukkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam atau api.

Baca Juga: Gugatan Mengejutkan Putri Soeharto: Ada Apa di Balik Aksi Tutut Soeharto Melawan Menteri Keuangan?

Musik dan Instrumen: Banten memiliki alat musik tradisional yang unik, seperti Angklung Buhun dan Rampak Beduk, pertunjukan tabuhan beduk yang energik dan penuh semangat.

Tarian dan Pakaian Adat: Salah satu tarian yang paling terkenal adalah Tari Topeng, yang menceritakan kisah balas dendam seorang raja.

Pakaian adatnya juga khas, menampilkan kombinasi baju koko, celana panjang, kain batik, dan sebilah golok yang diselipkan untuk pria, serta kebaya dan kain batik untuk wanita.

Simbol Identitas Banten: Golok Sebagai Warisan Budaya

Golok adalah senjata tradisional yang bukan hanya alat perkebunan, melainkan juga simbol kekuatan dan keberanian dalam seni bela diri pencak silat.

Golok Banten memiliki ciri khas yang berbeda, yaitu bentuknya lebih pendek, lebih berat, dan dibuat dari besi baja karbon yang lebih lunak.

Golok menjadi representasi dari ketangguhan dan warisan budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat Banten.

Kekayaan budaya, tradisi, dan spiritualitas Banten menunjukkan bahwa modernisasi tidak selalu harus mengikis identitas.

Provinsi ini berhasil memadukan kemajuan dengan kearifan lokal, menjadikannya destinasi yang menarik untuk dijelajahi dan dipelajari (**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
A