Pantas Dapat Beasiswa dari Kemendikbud! Ternyata Dhika 'Aura Farming' yang Joget di Atas Sampan Bukan Anak Kecil Seperti Lainnya

AKURAT BANTEN - Rayyan Arkan Dhika, bocah berusia 11 tahun asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mendadak menjadi sorotan nasional setelah aksinya sebagai penari Pacu Jalur viral di media sosial.
Dhika sapaan akrabnya bahkan berhasil menarik perhatian Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang secara langsung menyerahkan beasiswa senilai Rp20 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap bakat luar biasanya.
Pemberian beasiswa tersebut dilakukan pada Rabu (9/7), di mana Dhika hadir bersama sang ibu mengenakan pakaian adat Melayu lengkap dengan kacamata gradasi pelangi yang menjadi ciri khas penampilannya.
Di hadapan Menteri Fadli Zon, Dhika memeragakan tarian khas Pacu Jalur bertajuk “Anak Coki Pacu Jalur” tarian yang biasa ia tampilkan di atas haluan perahu sebagai Togak Luan, istilah lokal untuk penari di perlombaan Pacu Jalur di Sungai Batang Kuantan.
Yang membuat Dhika makin fenomenal adalah tren “Aura Farming” yang dipopulerkannya lewat gerakan khas di atas perahu, kemudian ditiru banyak tokoh dunia.
Nama-nama besar seperti bintang sepak bola Achraf Hakimi, Neymar, hingga atlet NFL Travis Kelce pernah menirukan gayanya di media sosial, membuatnya menjadi ikon budaya pop dari daerah.
Fadli Zon menyampaikan bahwa beasiswa tersebut merupakan "oleh-oleh" untuk Dhika sekaligus dorongan agar ia membeli buku dan terus mengembangkan diri.
"Ini sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan bakat luar biasa Dhika, yang telah membawa nama budaya Indonesia ke panggung internasional," ujar Fadli.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kuansing Suhardiman Amby juga turut hadir dan menyampaikan undangan terbuka kepada Fadli Zon untuk menghadiri Festival Pacu Jalur 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Agustus mendatang di Kuansing.
Ajang budaya tahunan tersebut semakin populer dan menjadi ikon budaya Riau yang mendunia.
Dhika sendiri lahir pada 28 Desember 2014, merupakan anak kedua dari pasangan Jufriono (40) dan Rani Ridawati (36).
Ayahnya adalah atlet Pacu Jalur dari tim Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo, di mana Dhika juga ikut berpartisipasi sebagai penari haluan.
Saat ini, Dhika tercatat sebagai siswa kelas lima di SDN 013 Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah.
Selain memiliki bakat menari yang luar biasa, Dhika juga diketahui mahir berenang, sebuah keterampilan penting dalam tradisi Pacu Jalur yang berlangsung di sungai.
Baca Juga: Firsta Yufi Amarta Puteri Terpilih Jadi Puteri Indonesia 2025: Ini Profil dan Kiprahnya
Ketika ditanya soal cita-cita, Dhika mengaku ingin menjadi seorang polisi. Namun, Fadli Zon berseloroh bahwa di dokumen lain, Dhika juga pernah menulis ingin menjadi gubernur dan tentara.
Terlepas dari pilihan masa depannya, Dhika kini telah menjadi inspirasi banyak anak Indonesia membuktikan bahwa dari desa kecil di Riau, seseorang bisa mendunia dengan bakat, kerja keras, dan budaya yang dijunjung tinggi.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





