7 Kampung Adat di Jawa Barat Ini Menantang Arus Modernisasi, Masih Bertahan Hingga Kini, ada Dimana?

AKURAT BANTEN - Seiring perkembangan zaman, banyak kampung adat di Indonesia, termasuk di Jawa Barat, yang mulai terpinggirkan.
Modernitas telah mengubah fungsi bahan pangan menjadi komoditas, dan rumah tinggal menjadi instrumen investasi.
Namun, di tengah laju modernisasi, beberapa kampung adat di Jawa Barat tetap mempertahankan tradisi leluhur mereka.
Dilansir dari kanal YouTube MSVugint Travelers, berikut ini tujuh kampung adat yang masih bertahan di Jawa Barat:
Baca Juga: Kabar Duka Selimuti Halal Bihalal PDIP Jakarta: Anggota DPRD Brando Susanto Berpulang Saat Bertugas
1. Kampung Adat Cikondang (Bandung)
Kampung Adat Cikondang Terletak di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kampung Adat Cikondang telah berusia sekitar 200 tahun.
Pada 1942, kebakaran hebat menghanguskan hampir seluruh bangunan, hanya menyisakan satu rumah adat milik Bapak Anom Samsak. Saat ini, kampung ini diakui sebagai benda cagar budaya.
2. Kampung Adat Kuta (Ciamis)
Kampung Adat Kuta Berlokasi di Dusun Kuta, Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari, Kampung Kuta mempertahankan rumah panggung dari kayu dan bambu.
Masyarakat percaya bahwa membangun rumah dengan tembok dapat membawa musibah, sehingga tradisi bangunan kayu terus dilestarikan.
Baca Juga: Meriam Bellina: Syok Alami Serangan Jantung, Pesannya Selalu Cek Meski Hidup Sehat!
3. Kampung Adat Urug (Bogor)
Kampung Adat Urug berlokasi di Kampung Urug di Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, sudah berusia lebih dari 450 tahun.
Nama "Urug" berasal dari kata "Guru" yang dibaca terbalik, melambangkan kepatuhan pada ajaran leluhur.
Kampung ini memiliki tiga pusat pemukiman: Gedong Ageng, Gedong Luhur, dan Gedong Alit, yang semuanya berbahan dasar kayu dan bambu.
4. Kampung Adat Cirendeu (Cimahi)
Kampung Adat Cirendeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kampung Adat Cirendeu menempati area seluas 64 hektar, 60 hektar di antaranya untuk pertanian.
Warganya menganut kepercayaan Sunda Wiwitan dan memegang prinsip "ngilu kawaktu mi bapak kajaman", yaitu mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan adat.
5. Kampung Adat Pulo (Garut)
Kampung Adat Pulo berada di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kampung Pulo memiliki tujuh bangunan pokok: enam rumah yang melambangkan enam anak perempuan Mbah Dalem Arif Muhammad dan satu mushola untuk anak laki-lakinya. Rumah-rumah ini berbentuk rumah panggung dengan atap "Julang Ngapak".
Baca Juga: TERUNGKAP! Alasan Pilu Indra Bekti dan Aldilla Jelita 'Kabur' ke Australia Demi Masa Depan Anak
6. Kampung Adat Ciptagelar (Sukabumi)
Kampung Adat Ciptagelar terletak di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kampung Ciptagelar dihuni oleh masyarakat Kasepuhan yang masih setia memegang tradisi Sunda kuno.
Mereka percaya nenek moyang mereka adalah keturunan Kerajaan Pajajaran.
7. Kampung Naga (Tasikmalaya)
Kampung Naga merupakan perkampungan tradisional di Kabupaten Tasikmalaya yang kuat menjaga adat Sunda, terutama pada masa peralihan dari pengaruh Hindu ke Islam.
Nama "Naga" di sini tidak berhubungan dengan mitologi naga, melainkan berasal dari kata "Nagawir" yang berarti tebing terjal dalam bahasa Sunda.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










