Banten

Mengenal Kehidupan RA Kartini yang Patut Diteladani bagi Perempuan di Indonesia!

Saiful Anwar | 21 April 2024, 11:30 WIB
Mengenal Kehidupan RA Kartini yang Patut Diteladani bagi Perempuan di Indonesia!

AKURAT BANTEN - Sosok Raden Ajeng Kartini merupakan pahlawan hak perempuan di Indonesia. Perjuangannya di masa lampau yang memperjuangkan perempuan dan pendidikan perempuan sangat terasa hingga saat ini.

Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangannya, tanggal kelahiran Kartini pun diperingati sebagai hari pahlawan yang ditetapkan oleh Presiden Sukarno pada 2 Mei 1964 melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964.

Menurut sejarah, Kartini merupakan anak dari keluarga bangsawan Jawa. Sebagai seorang bangsawan, ia tetap peduli dengan kehidupan dan pendidikan rakyat biasa, khusunya perempuan. Penasaran dengan bagaimana kehidupan Kartini di masa lampau? Simak artikel selengkapnya.

Baca Juga: Baru Rilis! Album The Tortured Poets Department Taylor Swift Langsung Sold Out

Kehidupan RA Kartini

Pintar memasak

Kehidupan Kartini yang pertama adalah pintar memasak. Ia mampu memasak beragam masakan, khususnya masakan khas Jawa. 

Kartini sempat mengumpulkan dan menulis resep-resep masakannya. Resep tersebut ia tulis dengan menggunakan aksara Jawa.

Kartini menggunakan keterampilan memasaknya sebagai alat diplomasi kebudayaan dengan pemerintahan Hindia Belanda pada masa itu. Melalui masakannya, Kartini berhasil memperkenalkan budaya Jawa kepada bangsa Belanda, sehingga mereka menghormati kebudayaan Jawa.

Mahir berbahasa Belanda

Sebagai seorang anak bangsawan, Pendidikan Kartini kala itu sangat mencukupi. Kartini memperoleh kesempatan untuk mempelajari Bahasa Belanda saat menjalani pendidikan. 

Kemahirannya dalam berbahasa Belanda membuat Kartini memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan pemerintah Belanda pada masa itu. Ia sempat menuliskan permohonan beasiswa pendidikan kepada Pemerintah Belanda saat berusia 20 tahun.

Tidak hanya itu, Kartini juga sempat menuliskan surat protes kepada pemerintahan Hindia Belanda. Dalam suratnya, Kartini meminta pemerintah Hindia Belanda untuk memasukkan Bahasa Melayu dan Bahasa Belanda dalam kurikulum pendidikan kaum pribumi.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik DIbalik Lagu Ibu Kita Kartini, Kamu Harus Tahu!

Menjadi juru dakwah Islam

Kehidupan Kartini yang menarik selanjutnya adalah ia pernah menjadi juru dakwah dalam Islam. Kartini belajar agama Islam dari seorang Kyai bernama Sholeh bin Umar yang merupakan ulama dari Darat, Semarang.

Kartini pernah ikut berdakwah dan menunjukkan wajah Islam yang ramah kepada bangsa Belanda. Kartini juga menuliskan surat-surat kepada koleganya di Belanda dan menjelaskan ajaran dan menunjukkan sisi keindahan Islam.

Dipaksa menikah muda

Orang tua Kartini meminta agar ia menikah dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, Bupati Rembang yang sudah memiliki tiga istri. Peristiwa pernikahan tersebut terjadi pada tanggal 12 November 1903.

Keberuntungan bagi Kartini, suaminya tersebut sangat memahami keinginannya, memberinya kebebasan dan dukungan penuh untuk mendirikan Sekolah Wanita yang berada di sebelah timur gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.