Filosofi Ketupat Saat Lebaran Idul Fitri, Ternyata Punya Makna Mendalam!

AKURAT BANTEN - Ketupat menjadi salah satu makanan yang identik dengan lebaran. Ketupat merupakan olahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda atau lebih sering disebut dengan janur.
Saat lebaran Idul Fitri, ketupat biasanya di sajikan bersama dengan opor, rending atau bahkan gulai. Makanan satu ini juga menjadi bagian dari budaya kuliner Nusantara.
Tentu bagi sebuah budaya makanan tak hanya sekedar memberikan rasa kenyang untuk perut, namun pasti ada filosofi atau makna yang terkandung di dalamnya.
Ternyata filosofi ketupat memiliki kaitan dengan penyebaran agama Islam di Indonesia. Lantas seperti apa makna ketupat di hari lebaran ini? berikut ulasannya yang dikutip dari beberapa sumber.
Baca Juga: 5 Ide Bisnis Hampers Lebaran, Bisa Jadi Ladang Cuan!
Asal Mula Ketupat
Sebenarnya ketupat sudah ada sejak zaman Hindu Budha di Jawa sejak penyebaran agama Islam dimulai. Adapun sosok yang memperkenalkan filosofi ketupat adalah Raden Mas Sahid atau lebih dikenal sebagai Sunan Kalijaga.
Di masa tersebut Sunan Kalijaga memperkenalkan ketupat sebagai makanan dengan filosofi khas lebaran. Dalam bahasa Jawa ketupat merupakan kependekan dari ngaku lepat dan ngaku papat.
Ngaku lepat artinya yaitu mengakui kesalahan yang digambarkan dalam bentuk sungkeman di hadapan orang tua untuk memohon ampun. Selain itu ngaku lepat juga diartikan sebagai bentuk saling mengakui dan memaafkan kesalahan satu sama lain.
Baca Juga: Siapkan Kacamata! Tren Baju Lebaran 2024 Shimmer Bikin Silaukan Mata
Sedangkan laku papat artinya empat tindakan dalam perayaan lebaran. Adapun empat tindakan tersebut adalah lebar, luber, lebur dan labur. Lebar berarti seseorang yang akan bisa terlepas dari kemaksiatan. Lebur diartikan sebagai lebur dari dosa. Luber dari pahala dan labur artinya bersih.
Makna Setiap Elemen dari Ketupat
Janur
Janur merupakan pembungkus dari ketupat. Menurut filosofi Jawa Janur kepanjangan dari sejatine nur. Artinya, manusia akan kembali suci setelah berpuasa Ramadhan. Selain itu, Janur juga dipercaya sebagai tolak bala.
Bentuk dan anyaman ketupat
Sepintas ketupat memiliki detail yang rumit, hal tersebut digambarkan sebagai kehidupan manusia juga penuh dengan liku-liku. Anyaman ketupat diharapkan agar bisa menjadi penguat antara satu sama lain baik jasmani dan rohani.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Film Bioskop April 2024, Pecinta Film Wajib Nonton!
Bentuk segi empat ketupat melambangkan empat nafsu dunia, yaitu amarah, rasa lapar, rasa ingin memiliki sesuatu yang indah dan rasa ingin memaksakan diri. Maka dari itu, orang yang memakan ketupat diibaratkan telah bisa mengendalikan keempat nafsu tersebut selama puasa Ramadhan berlangsung.
Ketupat juga dimaknai sebagai kiblat papat lima pancer yang berarti empat arah mata angina dan satu pusat jalan hidup manusia yaitu Allah SWT.
Isi Ketupat
Simbol kebersamaan dan kemakmuran digambarkan dengan butiran beras yang dibungkus dalam janur dan ketika ketupat dibelah dengan warna putih yng melambangkan kebersihan dan kebermanfaatan bagi sesame.
Hidangan Pendamping
Ketupat biasanya disajikan dengan pendamping yang berbahan santan seperti opor, rending dan gule. Menurut filosofi Jawa Santan memiliki arti memohon maaf.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









