AKURAT BANTEN - Ilmu membaca garis tangan tentunya tidak lahir di era modern yang penuh kemajuan teknologi. Ia lahir ribuan tahun yang lalu, di masa manusia masih belum mengenal tulisan dan perkakas canggih lain.
Tradisi ini melibatkan analisis garis dan bentuk tangan untuk memprediksi masa depan dan memahami karakter seseorang.
Setiap yang melekat pada diri manusia memiliki makna yang bisa dibaca. Tak terkecuali guratan-guratan garis yang ada di telapak tangan.
Tapi, dari manakah sebenarnya asal mula ramalan ini?
Sejarah ramalan garis tangan dapat ditelusuri kembali ke peradaban kuno. Diperkirakan, praktik ini dimulai di India sekitar 2000 tahun sebelum Masehi.
Dalam teks-teks kuno, seperti Veda, terdapat referensi mengenai membaca garis tangan sebagai metode untuk meramalkan nasib.
Baca Juga: Ditemani Raffi Ahmad, Erick Thohir Diminta Prabowo Cek Harga Tiket di Bandara Soetta
Dari India, palmistry menyebar ke Tiongkok dan Yunani, di mana filosof seperti Aristoteles juga mencatat praktik ini.
Di Tiongkok, ramalan garis tangan dihubungkan dengan ajaran Taoisme dan dianggap sebagai bagian dari pengobatan tradisional.
Sementara itu, di Yunani, palmistry diintegrasikan dengan berbagai aliran filosofi dan spiritual, mendapatkan perhatian dari banyak pemikir besar pada masa itu.
Baca Juga: Kapolres Bandara Soetta Ajak Jurnalis Tatap Muka Guna Perkuat Sinergitas
Seiring berjalannya waktu, ramalan garis tangan mengalami perkembangan dan penyesuaian (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 2Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 3Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 4Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 5Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 6Truk Air Bantuan Ditahan di Pintu Tol Janger, Kabid BPBD: Kami Pikirkan Keselamatan Pengendara, tapi Balasannya Begini
- 7KEK ETKI Banten Buka Keran Investasi Ekonomi Kreatif, Gandeng Kemenekraf
- 8Saiful Milah Resmi Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang yang Baru
- 9Roy Suryo dan Dokter Tifa Pede Bebas dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasan Kuasa Hukum
- 10Purbaya Dicopot Prabowo, Henri Subiakto Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Rasa Leganya






