Banten

Akses Lumpuh! Jembatan Ciwates Pandeglang Amblas Tergerus Arus, Kendaraan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Saeful Anwar | 6 Januari 2026, 21:27 WIB
Akses Lumpuh! Jembatan Ciwates Pandeglang Amblas Tergerus Arus, Kendaraan Roda Empat Tak Bisa Melintas

AKURAT BANTEN– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang dalam beberapa hari terakhir memicu kerusakan infrastruktur serius.

Tebing penyangga Jembatan Ciwates yang berlokasi di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, amblas total setelah tak kuat menahan derasnya debit air sungai, Selasa (6/1/2026).

Kondisi ini mengakibatkan akses transportasi terganggu parah.

Saat ini, kendaraan roda empat dipastikan tidak dapat melintas demi keamanan, sementara pengendara motor diimbau ekstra waspada.

Baca Juga: Detik-Detik Mencekam Bus Santriwati Asal Lampung Terbakar di Tol Japek: Bau Hangus di Balik Perjalanan Ziarah

Pondasi Retak Jadi Pemicu Utama

Menurut penuturan warga setempat, Sukarna, kerusakan ini sebenarnya sudah diprediksi.

Sebelum amblas, pondasi jembatan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan berupa keretakan di beberapa sisi.

"Kejadiannya pas hujan deras kemarin. Memang pondasinya sudah lama retak-retak, ditambah debit air Kali Ciwates naik drastis, akhirnya tidak kuat menahan beban dan longsor," ujar Karna kepada awak media.

Warga mengkhawatirkan jika tidak segera diperbaiki, kerusakan akan meluas dan memutus total mobilitas warga antar desa.

"Kami harap segera ada penanganan. Jangan sampai dibiarkan hingga ambruk total karena ini akses utama kami," tambahnya.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH, Kabar Gembira! Rapel Gaji Pensiunan 2026 Cair 10 Januari: Cek Skema dan Aturan Terbaru dari Taspen

Pemerintah Desa Mulai Bertindak
Sekretaris Desa Sukaraja, Dedi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan tinjauan lapangan ke lokasi bencana.

Ia membenarkan bahwa faktor usia bangunan dan cuaca ekstrem menjadi penyebab utama amblasnya tebing jembatan tersebut.

"Sudah kami tinjau. Kerusakannya cukup parah karena memang ada retakan lama yang tergerus aliran kali. Kami akan segera mengusulkan perbaikan darurat kepada Dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Pandeglang agar aktivitas ekonomi warga tidak lumpuh," tegas Dedi.

Baca Juga: Aksi Koboi di Tangerang! Gagal Gasak Motor, Maling Nekat Lepas Tembakan di Tengah Pemukiman Padat

Kabar Baik dari Cimanggu: Jembatan Bailey Mulai Beroperasi

Di sisi lain, penanganan cepat ditunjukkan Pemkab Pandeglang di lokasi berbeda.

Jembatan di Desa Keramatjaya, Kecamatan Cimanggu, yang sempat ambruk selama tiga pekan, kini mulai bisa dilalui warga kembali.

Kabid Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan, menyatakan bahwa pihaknya telah memasang Jembatan Bailey (jembatan rangka baja darurat) milik DPUPR Provinsi Banten sebagai solusi jangka pendek.

"Sudah kami tangani menggunakan jembatan sementara agar akses penghubung tiga kampung tidak terputus.

Baca Juga: Mengapa Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia? Reaksi Haru Presiden Prabowo: 'Rakyat Kita Luar Biasa'

Untuk pembangunan permanen, kami sedang melihat slot anggaran atau akan kami usulkan ke Pemprov Banten," jelas Andrian, Senin (5/1).

Meski sudah bisa dilalui, warga tetap berharap pemerintah tidak berhenti pada solusi sementara.

Tusi, salah satu warga Keramatjaya, memberikan apresiasinya namun tetap menagih janji pembangunan jembatan permanen.

"Kami sangat terbantu dengan jembatan sementara ini. Tapi harapan kami tetap satu: segera dibangun yang permanen agar lebih kokoh dan tenang saat melintas," pungkasnya.

Baca Juga: Dunia 'Geger' Maduro Ditangkap Trump, Ekonomi Indonesia Malah Aman? Purbaya Ungkap Keanehan Ini!

Waspada Cuaca Ekstrem

Bencana infrastruktur di Pulosari dan Cimanggu ini menjadi pengingat bagi warga Pandeglang untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi di awal tahun 2026.

Pemerintah daerah pun didesak untuk memetakan kembali jembatan-jembatan tua yang rawan ambruk sebelum jatuh korban jiwa (**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman