Banten

Detik-Detik Mencekam Bus Santriwati Asal Lampung Terbakar di Tol Japek: Bau Hangus di Balik Perjalanan Ziarah

Saeful Anwar | 6 Januari 2026, 19:23 WIB
Detik-Detik Mencekam Bus Santriwati Asal Lampung Terbakar di Tol Japek: Bau Hangus di Balik Perjalanan Ziarah

AKURAT BANTEN– Sebuah perjalanan religi yang seharusnya penuh ketenangan berubah menjadi kepanikan luar biasa.

Satu unit bus pariwisata yang mengangkut rombongan santriwati peziarah asal Bandar Lampung ludes dilalap si jago merah di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 6, Jatibening, Kota Bekasi, pada Senin petang.

Insiden yang terjadi tepat di bawah Stasiun LRT Jatibening ini sempat terekam kamera amatir warga dan viral di media sosial.

Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi, bahkan sempat masuk ke area stasiun dan mengganggu pandangan pengguna transportasi publik di sekitarnya.

 Baca Juga: ALHAMDULILLAH, Kabar Gembira! Rapel Gaji Pensiunan 2026 Cair 10 Januari: Cek Skema dan Aturan Terbaru dari Taspen 

Kronologi: "Ada Bau Hangus dari Bagasi"

Peristiwa bermula saat bus yang membawa 33 penumpang tersebut tengah melaju menuju destinasi ziarah Wali Songo.

Keadaan mulai berubah mencekam ketika aroma hangus menyengat tercium hingga ke kabin penumpang.

Ustaz Maksum Abror, pendamping rombongan, menceritakan detik-detik awal sebelum api membesar.

"Awalnya cuma ada bau dari bagasi bawah, terus ada asap. Begitu tahu ada yang tidak beres, anak-anak (santriwati) langsung diminta keluar semua. Setelah semua dipastikan aman, asap baru bertambah besar dan api mulai muncul," ungkapnya.

Ketangkasan sopir bus patut diacungi jempol. Begitu menyadari adanya bahaya, ia segera menepikan kendaraan di bahu jalan, memberikan waktu krusial bagi seluruh penumpang untuk menyelamatkan diri sebelum api melahap seluruh badan bus.

Baca Juga: Aksi Koboi di Tangerang! Gagal Gasak Motor, Maling Nekat Lepas Tembakan di Tengah Pemukiman Padat

Penyebab dan Penanganan Darurat

Dugaan sementara, kebakaran hebat ini dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek pada sistem kelistrikan di bagian mesin bus.

Dalam waktu singkat, api menjalar dari area mesin hingga menghanguskan seluruh kerangka kendaraan.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mengerahkan sedikitnya lima unit mobil pemadam dan satu mobil rescue ke lokasi kejadian.

Baca Juga: Mengapa Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia? Reaksi Haru Presiden Prabowo: 'Rakyat Kita Luar Biasa'

Waktu Pemadaman: Api berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar 20 hingga 30 menit.

Dampak Lalu Lintas: Arus kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek arah Bekasi sempat mengalami kepadatan panjang selama proses evakuasi.

Fasilitas Umum: Meski asap sempat mengepung Stasiun LRT Jatibening, dipastikan tidak ada kerusakan pada fasilitas transportasi massal tersebut.

Baca Juga: Dunia 'Geger' Maduro Ditangkap Trump, Ekonomi Indonesia Malah Aman? Purbaya Ungkap Keanehan Ini!

Keajaiban di Balik Musibah

Meskipun bus hangus tak bersisa, sebuah kabar baik datang dari pihak berwenang: Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Seluruh santriwati dan kru bus dinyatakan selamat dan berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk melanjutkan koordinasi perjalanan.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami lebih lanjut penyebab pasti kebakaran dan memastikan bangkai bus dievakuasi agar tidak mengganggu arus lalu lintas tol yang padat.

Baca Juga: Nasib Aset Migas Pertamina di Venezuela Pasca Penangkapan Maduro: Akankah Disapu Bersih Amerika Serikat?

Tips Aman Berkendara Jarak Jauh:
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi pengelola bus pariwisata untuk:

Rutin Mengecek Kelistrikan: Korsleting adalah penyebab utama kebakaran kendaraan.

Sedia APAR: Pastikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tersedia dan berfungsi di dalam kabin.

Uji Kir Berkala: Pastikan armada dalam kondisi prima sebelum menempuh perjalanan lintas provinsi (**) 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman