Banten

Gelombang Tinggi! Nelayan Takut Melaut, Stok Ikan di Lebak Kosong

Ratu Tiarasari | 18 Maret 2024, 16:41 WIB
Gelombang Tinggi! Nelayan Takut Melaut, Stok Ikan di Lebak Kosong

AKURAT BANTEN - Hujan deras yang disertai angin kencang di wilayah di Kabupaten Lebak, Banten, tidak hanya mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor.

Gelombang air laut yang tinggi hingga dikisaran 4 meter, membuat nelayan di sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI) tidak bisa melaut. 

"Sementara ini gelombang laut sedang tinggi, jadi kami khawatir terjadi laka laut. Tambah lagi ada kapal nelayan yang mengalami kerusakan, jadi kami yang tidak melaut memperbaiki kapal," kata Agus, salah satu nelayan di Wanasalam, Senin (18/3/2024). 

Baca Juga: Anggota DPRD Lebak dari PDI Perjuangan Desak KPU Evaluasi PPK dan PPS

Akibatnya, stok ikan di tempat pelelangan ikan terus menipis, bahkan mengalami kekosongan. Seperti di TPI Binuangeun, Kecamatan Wanasalam.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana membenarkan kekosongan stok ikan terjadi di sejumlah TPI karena para nelayan tidak melaut sejak beberapa waktu lalu.

"Kalau stok ikan di TPI kosong ya, karena nelayan enggak melaut sudah sepekan ini lantaran gelombang laut tinggi," kata Winda. 

Namun begitu, kata Winda, stok ikan untuk kebutuhan masyarakat ini masih aman, Pemerintah Kabupaten Lebak masih memiliki stok ditempat lainnya.

Baca Juga: Ide Cerdas dan Kreatif: Luar Biasa! Cara Membuat Pintu Otomatis Menutup Sendiri

Winda menjelaskan, jumlah nelayan 3.600 orang di pesisir selatan Kabupaten Lebak mulai dari Pantai Binuangeun, Karangmalang, Bagedur, Cihara, Suka Hujan, Pasput, Cibobos, Panggarangan, Bayah, Karangtaraje, Pulomanuk dan Sawarna yang melaut itu hanya sekitar 10 persen karena gelombang tinggi hingga 4,0 meter.

"Kalau untuk kebutuhan konsumsi masyarakat masih tercover. Iya masih ada," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Nelayan Bayah, Agus Basri mengungkapkan, selain karena faktor cuaca, para nelayan tidak melaut itu karena terdapat beberapa kapal yang mengalami kerusakan.

"Sementara mereka tidak melaut itu, karena ada kapal nelayan yang mengalami kerusakan akibat gelombang laut tinggi," tukasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.