Banten

Obat Pasien BPJS Habis, DPRD Lebak Desak Dirut RSUD Adjidarmo Dicopot

Berlian Rahmah Dewanto | 23 Oktober 2023, 19:45 WIB
Obat Pasien BPJS Habis, DPRD Lebak Desak Dirut RSUD Adjidarmo Dicopot

AKURAT BANTEN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung, mengalami kelangkaan obat untuk pasien BPJS. 

Pihak DPRD Lebak Komisi lll pun mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melakukan evaluasi secara menyeluruh manajemen RSUD Adjidarmo, khususnya bagian Farmasi.

Anggota Komisi lll DPRD Kabupaten Lebak, Bangbang SP menyebut, kelangkaan obat pasien BPJS itu telah terjadi bertahun-tahun. 

Baca juga: Ups SALAH! Ternyata Penemu DELMAN Bukan Orang Indonesia!

"Pemkab Lebak harus segera melakukan evaluasi terhadap managemen RSUD. Karena, jika tidak dilakukan evaluasi, masalah yang menumpuk di RSUD tidak akan terpecahkan, karena bukan sistemnya yang salah. Tapi orang-orangnya lah yang tidak punya komitmen bekerja dengan baik," katanya, Senin (23/10/2023).

Bila perlu, pemimpin RSUD dipecat karena tidak becus dalam bekerja.

"Bila perlu pecat pimpinan RSUD-nya. Karena layanan farmasi bagian yang sangat penting bagi pasien BPJS," sambung Bangbang. 

Dilanjutkan dia, kelangkaan obat bagi pasien BPJS tidak boleh terjadi. Apalagi RSUD Adjidarmo sudah menjadi RS BLUD yang saat ini tengah berbenah, baik dalam  sarana dan prasarana, serta pelayanan.

"Kami sudah kesal dengan manajemen RSUD, kami banyak mendapatkan aduan dari masyarkat, karena setiap pengambilan obat, baik berobat jalan atau rawat inap, ada saja obat yang kosong dan pasien harus membeli di apotek lain dengan uang sendiri dengan harga obat yang bervariatif. Ada yang beli Rp200–400 ribu setiap jenis obat. Bahkan ada yang sampai jutaan,” jelas Bangbang.

Baca jugaTerpapar Asap Kebakaran TPA Rawa Kucing Tangerang, Warga Neglasari Alami Sesak Napas dan Perih Mata

Anehnya, kata dia, obat yang pasien beli sendiri jarang diganti oleh pihak RSUD dan memang sepertinya sengaja dilakukan oleh RSUD.

"Kami tidak tahu apa yang menjadi kendala RSUD terhadap obat-obat yang sering langka ini, karena hasil kunker dibeberapa daerah, hanya RSUD Adjidarmo saja yang selalu langka obat-obat BPJS dan kami belum menemukan RSUD lainnya yang seperti RSUD Adjidarmo," tambah Ketua DPC Gerindra Lebak itu.

Menurutnya, obat merupakan hak masyarakat peserta BPJS. Sehingga, kelangkaan obat di RSUD Adjidarmo seharusnya tidak terjadi, karena hal tersebut bisa menyusahkan pasien kurang mampu.

“Warga yang menebus obat menggunakan BPJS tidak gratis, baik itu BPJS mandiri maupun BPJS PBI yang dibiayai pemerintah,” kata dia.

Sementara itu, Syarif Hidayat warga Kecamatan Rangkasbitung, yang merupakan keluarga pasien berobat jalan ke poli psikiatri (kejiwaan), menyayangkan obat-obatan yang dicover BPJS sering terjadi kekosongan.

“Saya membawa ibu saya berobat ke poli psikiatri di RSUD Adjidarmo menggunakan BPJS mandiri. Setelah selesai diperiksa dan diberi resep obat untuk diambil di tempat pengambilan obat di RS setempat, dari 3 jenis obat, saya hanya dikasih dua jenis obat saja, yang 1 harus beli di luar karena kosong,” ungkap Syarif.

Lanjutnya, karena obat tersebut penting untuk kesembuhan ibunya, maka dirinya mencoba ke apotek yang telah ditunjuk RS untuk membelinya. “Iya, saya terpaksa beli walau harganya satu jenis obatnya mencapai hampir Rp200 ribu,” ujarnya.

Baca jugaTernyata! Foto Telanjang Gadis Pandeglang di Sebar oleh Sang Mantan di WatsApp

Syarif menyesalkan, kelangkaan obat-obatan di RSUD Adjidarmo. Bahkan, kelangkaan obat bukan saja terjadi dan menimpa dirinya. Melainkan juga terdapat keluarga pasien lainnya.

“Ada beberapa orang yang barengan menebus obat di apotik yang sama, karena obat BPJS di RSUD kosong, tapi yang membuat heran kenapa di apotik yang RS tunjuk ada,” paparnya.

Dikatakan Syarif, kelangkaan obat di RSUD Adjidarmo ini harusnya tidak terjadi. Kalau kelangkaan ini terjadi akibat produsen atau pabriknya tutup atau tidak produksi itu hal lain. Ini kan obat hanya kosong di RSUD Adjidarmo saja di klinik atau apotik lain ada.

“Kami minta pemkab dan DPRD agar segera mengevaluasi managemen RSUD Adjidarmo,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.