Frustrasi Anak Diambil Mantan Istri, Suami Nekat Gantung Diri

AKURAT BANTEN - Marjak Mulyana (45) warga Kampung Pasir jati, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Banten, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya.
Menurut keterangan dari Abdurohman selaku Rt 03/07 Kampung Pasir Jati Kelurahan Cijoro Lebak mengungkapkan, awal kejadian Rt tidak tahu persis. Akan tetapi, setelah bicara sama keluarganya ternyata si korban frustasi mikirin anaknya, karena dia tidak mau kehilangan anaknya setelah diambil mantan istrinya. Marjak terus melamun.
"Korban sendiri sudah lama dia (Marjak -red) tidak pernah bergabung sama pemuda tetangga terdekat atau warga setempat, sudah hampir sebulan dia melamun terus," ungkap Abdurohman saat di wawancara Akurat Banten di rumah korban, Jumat (22/9/2023)
Ungkap Abdurohman, waktu kejadiannya itu sebelum isya, sekitar 18:55 WIB, sudah magrib dia kelihatan masih berbicara sama kakaknya, setelah solat magrib kan sepi, kejadian sebelum isya,karena sepi, disitu mungkin korban mengakhiri hidupnya.
Baca Juga: Punya Rasa Ingin Bunuh Diri, Segera ke Psikiater RSUD Kota Tangerang
"Korban memiliki satu anak usia sekitar 8 tahun, dia sama istrinya sudah lama bercerai, mungkin setelah anaknya diambil sama ibunya si korban merasa kehilangan, karena si korban tidak mau kehilangan anaknya," jelasnya.
Sementara itu Martinah kakak korban menjelaskan, dia melamun saja setelah anaknya dianterin ke ibunya.
"Korban sempat curhat ke saya (Martinah tetehnya), si Jeklin itu anak dari korban, terus teu kenging sekolah (tidak boleh sekolah) sama ibunya, udah biarin kalau gak boleh sekolah sama ibunya mah, ya udah saya mah gitu saja, pass dia lagi melamun, waktu di tanya sama saya, marjak kenapa melamun, udah jangan difikirin, ga sekolah juga ga apa apa," kata Martinah kakak korban.
Martinah melanjutkan, Dari situ korban selalu melamun, setelah melamun dia langsung tidur. Begitu kesehariannya si Marjak.
Baca Juga: Pelaku Bunuh Diri di Flyover Ciputat Driver Ojek Online
"Tidur dan melamun, sudah itu dia saya kasih makan pagi, siang dan sore, maklum sama saudara karena saya anak yang paling tua" terangnya.
Selanjutnya dia (Marjak) minta Pepaya ke Martinah, saat ia mau sholat magrib, dilanjutkan terus makan lalu duduk di depan.
"Ketika selesai sholat saya langsung saya lihat ke belakang, kok lampu mati, ketika saya mau nyalain lampu, dia sudah gantung diri, langsung saya panggil panggil Marjak dengan histeris dan marjak diam sudah tidak bernyawa, istighfar kamu marjak, kenapa kamu diam saja," ceritanya.
"Waktu masih hidup korban tidak berbicara apa-apa, sesudah anaknya berhenti sekolah dan di ambil oleh istrinya, keadaan Marjak sering melamun dan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri," pungkasnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 7Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 8Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 9MU Dihajar Bournemouth, Legenda Liverpool Mengamuk! Gerrard Sebut 6 Pemain Setan Merah Tak Cukup Bagus
- 10Sudah Kalah Telak dan 8 Laga Tanpa Menang, Michael Carrick Masih Aman! Ini Alasan MU Menunda Pemecatan




