11.340 Siswa di Pandeglang Putus Sekolah, Penyebabnya Ekonomi dan Orangtua Cerai

AKURAT BANTEN - Dari 5.500 sekolah, mulai dari SD, SMP, MTS, SMA, SMK dan MA berikut PKBM, di Kabupaten Pandeglang, terdapat belasan ribu pelajar yang mengalami Anak Putus Sekolah (ATS) dan Lulus Tidak Melanjutkan (LTM).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, jumlah pelajar yang tersebar di 35 kecamatan, tertanggal 8 Januari 2024 ini, tercatat sebanyak 11.340 anak putus sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, Hasan Bisri mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan, pelajar SD dan SMP yang mengalami putus sekolah.
Baca Juga: Bedakan! Kuas Dari Bulu Babi Dan Sintetis, Umat Islam Wajib Teliti Sebelum Mengoles Bumbu
"Penyebabnya, dikarenakan kondisi ekonomi yang tak lagi relevan. Sehingga, dijadikan alasan. Terlebih, wali muridnya mengalami perceraian pindah alamat dan faktor lainnya," kata Hasan kepada Akurat Banten, Selasa (9/1/2024).
Menurutnya, jika mengingat di tahun-tahun sebelumnya, angka pelajar yang mengalami putus sekolah jumlahnya sangat signifikan.
"Sehingga, untuk meminimalisir anak putus sekolah. Kami, menerapkan beberapa pola yang diantaranya, mulai dari kunjungan guru ke rumah muridnya dikala mengalami sakit selama 2 hari," ujarnya.
Dijelaskannya, bahwa saat ini pelajar SD SMP sudah ada yang namanya BOSP. Tapi, jika tempo dulu terdapat iuran SPP berikut BP3.
"Jadi untuk saat ini tidak ada alasan anak putus sekolah. Jika memang usianya sudah melewati batas pendidikan SD maupun SMP. Kan ada sekolah PKBM. Sedangkan, yang rumahnya jauh dengan sekolah, tersedia sekolah filial," ungkapnya.
Baca Juga: Destinasi Wisata Upside-Down World Alam Sutera Seperti Berada di Dunia Terbalik
Mengenai kondisi pendidikan di Kabupaten Pandeglang saat ini kata Hasan, jika sekarang sudah lebih baik, dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Sehingga kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya jauh lebih tinggi.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dindikpora Pandeglang, Yayat Mulyatna mengatakan bahwa saat ini pendidikan di Kabupaten Pandeglang jauh lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
"Penerapan pola mengajar guru disini. Justru, lebih ditekankan dengan pendekatan terhadap pelajar bahkan sama orangtuanya. Misalnya, ada siswa atau siswi yang tidak sekolah selama dua hari, tentu guru akan segera mendatanginya untuk mengecek kondisi anak, apakah sakit atau ada masalah didalam keluarganya," ungkapnya.
Dia berharap, semoga tahun 2024 ini pendidikan di Kabupaten Pandeglang semakin baik. Dan, dukungan masyarakat dalam menyekolahkan anaknya semakin tinggi.
"Jadi tidak ada alasan lagi, jika anak asal bisa membaca dan menghitung. Kemudian, berhenti sekolah. Dan Alhamdulillah kesadaran masyarakat Pandeglang sudah memprioritaskan pendidikan terhadap anaknya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 6Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 7Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 8Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!





