Banten

Penjual Nasi Padang Terpaksa Kurangi Porsi Akibat Tingginya Harga Beras, Para Pelanggan Pasrah

Diana Aslamiyyah | 22 September 2023, 21:20 WIB
Penjual Nasi Padang Terpaksa Kurangi Porsi Akibat Tingginya Harga Beras, Para Pelanggan Pasrah
 
AKURAT BANTEN - Tingginya harga beras saat ini membuat pedagang makanan atau warung Nasi Padang di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Terpaksa mengurangi porsi nasi dan lauk pauknya.
 
Para pelanggan mengaku pasrah dengan tingginya harga beras dengan berkurangnya porsi nasi tersebut.
 
Saat ini harga beras dijual seharga Rp13.000  hingga Rp13.500 ribu per kilogramnya. Selain itu, harga telur dan daging ayam juga mengalami kenaikan.
 
Berkurangnya porsi nasi dan lauk pauk ini terjadi sejak beberapa hari terakhir. Meski mengalami pengurangan porsi, para pelanggan yang datang mengaku pasrah karena mereka juga mengetahui kondisi tigginya harga kebutuhan pokok saat ini.
 
 
Arya salah seorang pelanggan Nasi Padang  mengatakan, dirinya sudah mengetahui kondisi tingginya harga beras dan serta harga lauk pauk saat ini.
 
"Saya pasrah dan tetap membeli di warung makan padang ini. Apalagi pihak warung tetap memberi harga khusus yakni harga 10 ribu rupiah unutk paket hematnya," ucapnya Jumat (22/9/2023).
 
Sementara itu pedagang makanan padang, Uda, mengatakan, harga beras saat ini tinggi sekali. Saat ini beras dibeli seharga Rp340 ribu per 25 kilogram atau jika dihitung perkilogram seharga Rp13.600  per kilogram.
 
"Demi menjaga agar pelanggan tidak kabur,  warung makan ini tetap menggelar harga paket murah yakni 10 ribu  rupiah per paket nasi dan lauknya," tuturnya.
 
Warga berharap agar pemerintah bisa segera menstabilkan harga beras saat ini dimana warga sudah sangat kewalahan membeli beras. Apalagi naiknya harga beras diikuti oleh tingginya harga kebutuhan pokok lainnya." pungkasnya. []
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.