Tak Bisa Dilihat dari Indonesia? Berburu Gerhana Matahari Total Malah Tembus Rp18 Juta dari Udara

AKURAT BANTEN – Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 menjadi fenomena astronomi yang ditunggu para pencinta langit.
Uniknya, sebagian pemburu gerhana memilih cara tidak biasa untuk mendapatkan pengalaman terbaik, yakni menyaksikannya dari atas pesawat.
Pilihan tersebut tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Harga tiket penerbangan untuk berburu fenomena langit dari udara dilaporkan dapat mencapai sekitar Rp18 jutaan.
Meski mahal, pengalaman berada di udara ketika Bulan menutupi Matahari menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemburu gerhana.
Gerhana Matahari Total kali ini tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menyebut jalur totalitas tidak melewati Nusantara.
Selain itu, waktu berlangsungnya fenomena tersebut bertepatan dengan malam hari di Indonesia.
Karena itu, masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan fase total harus melakukan perjalanan ke wilayah yang berada dalam lintasan gerhana.
Baca Juga: Ibu Hamil Tidak Boleh Lihat Gerhana Matahari 29 Maret 2025, Waspada Cacat Lahir?
Sejumlah kawasan di belahan Bumi utara menjadi lokasi yang dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung.
Jalur totalitas mencakup beberapa wilayah, antara lain Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Samudra Atlantik, Spanyol, serta sebagian kecil Portugal.
Sejumlah wilayah lain di Eropa, Amerika Utara, dan Afrika barat laut juga berkesempatan menyaksikan gerhana, meski tidak seluruhnya mengalami fase total.
Bagi pemburu gerhana, berada tepat di jalur totalitas merupakan hal penting.
Baca Juga: Ibu Hamil Tidak Boleh Lihat Gerhana Matahari 29 Maret 2025, Waspada Cacat Lahir?
Sebab, Gerhana Matahari Total hanya terjadi ketika pengamat berada di kawasan yang dilewati bayangan inti Bulan.
Pada kondisi tersebut, Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga piringan Matahari tertutup sepenuhnya dari sudut pandang pengamat.
Langit yang sebelumnya terang dapat berubah menjadi gelap dalam waktu singkat.
Menyaksikan peristiwa tersebut dari pesawat memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pengamatan dari daratan.
Baca Juga: Gerhana Matahari 8 April 2024 : Ini Waktu, Durasi, dan Lokasi untuk Melihatnya
Pengamat dapat berada di atas awan dan memiliki perspektif yang lebih luas terhadap kondisi langit.
Namun, perjalanan berburu gerhana melalui penerbangan juga membutuhkan persiapan matang.
Wisatawan harus memperhitungkan jadwal penerbangan, jalur gerhana, kondisi cuaca, hingga kemungkinan perubahan rute.
Harga perjalanan yang mencapai belasan juta rupiah juga membuat wisata berburu gerhana dari udara tergolong pengalaman premium.
Baca Juga: Heboh! Benarkah Gerhana Matahari Total 8 April 2024 Sebabkan Bumi Gelap Selama 3 Hari?
Bagi wisatawan biasa, nominal tersebut mungkin cukup besar.
Tetapi bagi penggemar astronomi, kesempatan menyaksikan fenomena langka secara langsung bisa menjadi alasan untuk mengeluarkan biaya lebih.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 dimulai dari fase gerhana sebagian pada pukul 22.34 WIB.
Fase total di lokasi awal berlangsung sekitar pukul 23.57 WIB, sementara puncak gerhana terjadi pada pukul 00.45 WIB pada 13 Agustus 2026.
Baca Juga: Catat Tanggal Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini yang Segera Datang, Tahun 2025?
Seluruh rangkaian berakhir sekitar pukul 02.57 WIB.
Masyarakat yang berada di wilayah pengamatan juga harus memperhatikan keselamatan mata.
Pengamatan Matahari tidak boleh dilakukan secara langsung tanpa perlindungan khusus.
Kacamata dengan filter Matahari menjadi perlengkapan penting untuk menghindari kerusakan mata.
Baca Juga: 2 Agustus Gerhana Matahari Total, Benua Asia Kena Dampaknya, Indonesia Juga?
Sementara bagi masyarakat Indonesia yang tidak dapat melakukan perjalanan ke jalur totalitas, BMKG menyarankan pengamatan melalui kanal resmi NASA.
Fenomena ini menunjukkan bahwa gerhana bukan hanya peristiwa astronomi, tetapi juga mampu mendorong munculnya tren wisata khusus.
Para pemburu gerhana rela menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya besar demi memperoleh pengalaman yang hanya berlangsung dalam waktu terbatas.
Dengan harga tiket yang bisa mencapai Rp18 jutaan, berburu Gerhana Matahari Total dari udara jelas bukan wisata murah.
Baca Juga: Catat Tanggal Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini yang Segera Datang, Tahun 2025?
Namun bagi mereka yang menjadikan astronomi sebagai pengalaman perjalanan, kesempatan tersebut bisa menjadi petualangan yang sulit dilupakan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 6Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'






