Banten

Ibu Hamil Tidak Boleh Lihat Gerhana Matahari 29 Maret 2025, Waspada Cacat Lahir?

Andi Syafriadi | 29 Maret 2025, 11:02 WIB
Ibu Hamil Tidak Boleh Lihat Gerhana Matahari 29 Maret 2025, Waspada Cacat Lahir?

AKURAT BANTEN - Gerhana matahari 29 Maret 2025 menyisakan mitos ibu hamil.

Salah satunya ibu hamil tidak boleh melihat gerhana matahari.

Baca Juga: Gerhana Matahari 8 April 2024 : Ini Waktu, Durasi, dan Lokasi untuk Melihatnya

Apakah benar mitos ibu hamil gerhana matahari tersebut?

Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang sering terjadi dan menarik perhatian banyak orang.

Namun, di beberapa budaya, gerhana sering dikaitkan dengan berbagai mitos, terutama bagi ibu hamil.

Mungkin Anda pernah mendengar larangan bagi ibu hamil untuk keluar rumah saat gerhana atau menggunakan benda tajam selama gerhana berlangsung.

Mitos-mitos ini telah berkembang sejak lama, tetapi apakah ada kebenarannya? Mari kita bahas lebih lanjut.

Mitos Ibu Hamil Melihat Gerhana Matahari

Sejumlah mitos yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa ibu hamil harus menghindari beberapa hal saat gerhana matahari berlangsung. Beberapa di antaranya adalah:

1. Dilarang Menggunakan Benda Tajam

Konon, ibu hamil yang menggunakan pisau, gunting, atau jarum selama gerhana akan melahirkan bayi dengan kelainan, seperti bibir sumbing.

Baca Juga: Heboh! Benarkah Gerhana Matahari Total 8 April 2024 Sebabkan Bumi Gelap Selama 3 Hari?

2. Tidak Boleh Makan dan Minum

Ada kepercayaan bahwa makanan yang dikonsumsi selama gerhana dapat membahayakan janin.

Bahkan, beberapa mitos menyebutkan bahwa makanan yang dibuat sebelum gerhana tidak boleh dimakan setelahnya.

3. Tidak Boleh Melihat Gerhana Langsung

Dipercaya bahwa ibu hamil yang melihat gerhana akan melahirkan anak dengan tanda lahir atau kecacatan pada tubuh.

Baca Juga: Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025 Pertanda Apa dalam Islam? Ada Kaitannya dengan Hari Kiamat

4. Harus Membawa Logam Seperti Peniti

Mitos lain menyebutkan bahwa ibu hamil harus membawa benda logam untuk menangkal pengaruh buruk dari gerhana matahari atau bulan.

5. Dilarang Memegang Perut

Beberapa kepercayaan menyebutkan bahwa ibu hamil yang memegang perutnya selama gerhana dapat menyebabkan bayi lahir dengan tanda atau cacat tertentu.

Mitos mengenai gerhana dan ibu hamil bukan hanya berkembang di Indonesia, tetapi juga di berbagai budaya lain.

- Bangsa Aztec percaya bahwa gerhana merupakan "gigitan" di wajah matahari atau bulan, yang dapat berpengaruh buruk pada bayi dalam kandungan.

- Di Eropa, pasangan suami istri dilarang berhubungan intim saat gerhana karena dipercaya anak yang dikandung bisa dirasuki roh jahat.

Namun, semua kepercayaan ini tidak memiliki dasar ilmiah dan lebih bersifat mitos yang berkembang dari generasi ke generasi.

Baca Juga: Gerhana Bulan Penumbra Terjadi Pada 25 Maret 2024, Cek Waktu Dan Lokasi Penampakannya!

Dari sudut pandang medis dan ilmiah, tidak ada bukti bahwa gerhana matahari berbahaya bagi ibu hamil atau janin.

Para ahli sepakat bahwa fenomena astronomi ini tidak memiliki dampak langsung terhadap kehamilan.

Yang perlu diwaspadai adalah melihat gerhana matahari secara langsung tanpa pelindung mata yang sesuai.

Sinar matahari yang sangat kuat selama gerhana dapat merusak retina dan menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan dalam kasus ekstrem bisa menyebabkan kebutaan.

Gerhana matahari memang fenomena yang menarik, tetapi Anda tidak perlu khawatir atau mengikuti mitos yang tidak terbukti kebenarannya.

Baca Juga: Misteri Ngidam Ibu Hamil: Mengapa Muncul dan Haruskah Selalu Diikuti?

- Ibu hamil tidak perlu bersembunyi atau menghindari aktivitas sehari-hari saat gerhana terjadi.

- Tidak ada bukti bahwa menggunakan benda tajam, makan, atau minum selama gerhana dapat berdampak buruk pada janin.

- Yang benar-benar perlu diperhatikan adalah tidak melihat gerhana matahari secara langsung tanpa perlindungan mata yang tepat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.