Banten

Cincin Api di Langit Dunia! Gerhana Matahari 2026 Ungkap Fenomena Langka yang Tak Semua Orang Bisa Saksikan

Andi Syafriadi | 3 Februari 2026, 15:59 WIB
Cincin Api di Langit Dunia! Gerhana Matahari 2026 Ungkap Fenomena Langka yang Tak Semua Orang Bisa Saksikan

AKURAT BANTEN - Langit dunia bersiap menghadirkan pertunjukan kosmik yang jarang terjadi.

Pada 17 Februari 2026, fenomena astronomi spektakuler berupa Gerhana Matahari Cincin akan menghiasi langit di sejumlah belahan Bumi.

Peristiwa ini dikenal luas sebagai Ring of Fire karena Matahari akan tampak membentuk cincin bercahaya yang menyala di balik siluet Bulan.

Fenomena ini langsung menyita perhatian publik global, mulai dari ilmuwan, pengamat langit, hingga masyarakat awam.

Baca Juga: 5 Tempat Nonton Gerhana Bulan Total di Tangerang, Dijamin Bisa Lihat Blood Moon Malam Ini

Namun, di balik keindahannya, gerhana matahari cincin juga menyimpan fakta menarik yang tak banyak diketahui, termasuk perbedaan mendasar dengan jenis gerhana matahari lainnya.

Gerhana matahari terjadi ketika Bulan melintas tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga cahaya Matahari ke arah Bumi terhalang.

Namun, posisi dan jarak Bulan yang selalu berubah membuat gerhana tidak selalu tampak sama.

Inilah yang membedakan gerhana matahari cincin, total, sebagian, dan hibrida.

Baca Juga: Ibu Hamil Dilarang Nonton Gerhana Bulan Total Malam Ini? Ternyata Ini Alasan Sebenarnya

Pada gerhana matahari cincin, Bulan berada di posisi terjauhnya dari Bumi atau dikenal sebagai apogee.

Akibatnya, ukuran Bulan tampak lebih kecil dibanding Matahari.

Saat keduanya sejajar, Bulan tidak mampu menutup seluruh piringan Matahari.

Cahaya Matahari yang tersisa di tepinya membentuk lingkaran terang menyerupai cincin api yang memesona.

Baca Juga: 2 Agustus Gerhana Matahari Total, Benua Asia Kena Dampaknya, Indonesia Juga?

Berbeda dengan itu, gerhana matahari total terjadi ketika Bulan berada lebih dekat ke Bumi.

Dalam kondisi ini, Bulan sepenuhnya menutupi Matahari, membuat siang hari berubah gelap sesaat seperti malam.

Fenomena langka ini memungkinkan pengamat melihat korona Matahari, lapisan terluar Matahari yang biasanya tak terlihat.

Sementara itu, gerhana matahari sebagian adalah jenis yang paling sering terjadi.

Baca Juga: Ibu Hamil Tidak Boleh Lihat Gerhana Matahari 29 Maret 2025, Waspada Cacat Lahir?

Bulan hanya menutupi sebagian Matahari, sehingga dari Bumi Matahari tampak seperti sabit bercahaya.

Gerhana ini bisa diamati di wilayah yang lebih luas karena berada di zona bayangan penumbra.

Ada pula gerhana matahari hibrida, jenis yang paling jarang.

Dalam satu lintasan gerhana, fenomena ini bisa terlihat sebagai gerhana cincin di satu wilayah dan berubah menjadi gerhana total di wilayah lainnya.

Baca Juga: Gerhana Matahari 8 April 2024 : Ini Waktu, Durasi, dan Lokasi untuk Melihatnya

Perbedaan ini dipengaruhi oleh kelengkungan permukaan Bumi dan posisi Bulan.

Sayangnya, fenomena gerhana matahari cincin pada Februari 2026 tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia, termasuk wilayah Banten.

Jalur pengamatan utama gerhana ini melintasi sebagian wilayah Samudra Hindia, Afrika, dan Amerika Selatan.

Meski demikian, masyarakat Indonesia tetap dapat mengikuti peristiwa langka ini melalui siaran langsung dan pemantauan daring.

Baca Juga: Heboh! Benarkah Gerhana Matahari Total 8 April 2024 Sebabkan Bumi Gelap Selama 3 Hari?

Meski tidak terlihat secara langsung, gerhana matahari cincin tetap memiliki nilai edukasi yang besar.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tata surya bekerja dalam keseimbangan yang presisi.

Setiap gerhana adalah bukti nyata keteraturan kosmik yang telah berlangsung selama miliaran tahun.

Bagi dunia pendidikan, khususnya pelajar dan generasi muda, momen ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan minat terhadap ilmu astronomi dan sains.

Baca Juga: Gerhana Bulan Penumbra Terjadi Pada 25 Maret 2024, Cek Waktu Dan Lokasi Penampakannya!

Gerhana bukan sekadar peristiwa langit yang indah, melainkan jendela pengetahuan tentang bagaimana alam semesta berinteraksi secara harmonis.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.