Banten

Perang Iran-Israel Meletus, Siap-siap Harga BBM di Tangerang Ikut Terkerek?

Abdurahman | 1 Maret 2026, 08:05 WIB
Perang Iran-Israel Meletus, Siap-siap Harga BBM di Tangerang Ikut Terkerek?
Kolase perang di Timur Tengah dan sembako (Istimewa)

AKURAT BANTEN– Dunia sedang menahan napas. Eskalasi militer besar-besaran antara Iran melawan aliansi Israel dan Amerika Serikat yang pecah pada akhir Februari 2026 kini mulai mengirimkan gelombang kejut ekonomi hingga ke tanah air.

Bagi warga Tangerang, konflik di Timur Tengah ini bukan sekadar berita di layar televisi, melainkan ancaman nyata bagi harga kebutuhan pokok dan tarif transportasi harian.

Baca Juga: Dunia Terguncang! Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dikabarkan Tewas dalam Serangan Udara di Teheran

Jalur Urat Nadi Minyak Dunia Terancam

Pemicu utama kekhawatiran ini adalah posisi geografis Iran yang menguasai Selat Hormuz. Jalur sempit ini adalah urat nadi perdagangan minyak mentah dunia.

Begitu perang meletus, ancaman penutupan selat ini langsung membuat harga minyak mentah dunia meroket melewati ambang batas normal.

Bagi Indonesia, yang merupakan negara pengimpor minyak (net oil importer), kenaikan harga minyak mentah dunia adalah "lampu kuning" bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jika subsidi tidak lagi sanggup menahan beban, maka penyesuaian harga BBM nonsubsidi maupun subsidi menjadi opsi yang sulit dihindari.

Baca Juga: Waspada! Maling Kini Incar Sinyal Motor Keyless: Benda Kecil Ini Bisa Jadi Penyelamat atau Petaka

Dampak Nyata di Tangerang: Dari Angkot hingga Harga Pasar

Mengapa warga di wilayah seperti Cibodas, Jatiuwung, hingga Serpong harus waspada? Berikut adalah rantai dampaknya:

Tarif Transportasi: Jika harga BBM naik, biaya operasional angkutan kota (angkot) dan ojek online di wilayah Tangerang akan langsung menyesuaikan.

Ini tentu memberatkan bagi kaum komuter yang setiap hari mengandalkan transportasi umum menuju Jakarta.

Harga Bahan Pokok: Tangerang sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Biaya logistik pengiriman sayur, beras, dan daging menggunakan truk akan membengkak seiring naiknya harga solar.

Biaya Produksi Industri: Sebagai kota industri, pabrik-pabrik di Tangerang yang menggunakan bahan bakar minyak untuk mesin produksinya akan menghadapi kenaikan biaya yang berujung pada kenaikan harga jual produk.

Baca Juga: Ramadhan 1447 H dan Pendidikan Karakter: Menata Hati, Mengasah Prestasi

Langkah Pemerintah dan Kewaspadaan Masyarakat

Pemerintah pusat saat ini tengah memantau ketat pergerakan harga minyak dunia pasca serangan udara ke fasilitas nuklir Iran.

Langkah-langkah mitigasi sedang disiapkan agar daya beli masyarakat tidak ambruk.

Namun, bagi kita di daerah, bijak dalam mengatur pengeluaran adalah kunci.

Situasi di Timur Tengah masih sangat dinamis dan sulit diprediksi kapan akan mereda (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman