Banten

Puasa Muharram Jaminan Kaya Setahun Penuh? Coba Baca Fakta Ini Dulu!

Andi Syafriadi | 5 Juli 2025, 05:49 WIB
Puasa Muharram Jaminan Kaya Setahun Penuh? Coba Baca Fakta Ini Dulu!

AKURAT BANTEN - Menjelang Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram, jagat maya kembali diramaikan oleh pesan berantai yang menyebutkan bahwa siapa saja yang melaksanakan puasa Muharram akan mendapatkan rezeki melimpah selama satu tahun penuh.

Klaim tersebut bahkan menyebut puasa Asyura sebagai "jalan cepat menuju kekayaan".

Baca Juga: Gelar Party di Malam 1 Muharram, Clique Bar and Kitchen Abaikan Peraturan Wakil Bupati Tangerang

Namun, benarkah demikian?

Pesan tersebut banyak beredar di media sosial dan aplikasi perpesanan instan, mengutip hadits yang menyatakan:

"Barang siapa yang berpuasa di hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya selama setahun."

Menanggapi informasi yang makin viral ini, sejumlah ulama dan pakar hadits angkat bicara.

Mereka meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi agama, terutama yang berkaitan dengan janji-janji duniawi.

“Hadits yang menyebut bahwa puasa Asyura bisa melapangkan rezeki selama setahun itu statusnya lemah (dhaif), bahkan sebagian ulama menganggapnya palsu (maudhu’),” jelas Ustaz Ahmad Fauzan, pengajar tafsir dan hadits di sebuah lembaga dakwah nasional, Jumat (4/7).

Menurutnya, puasa Asyura memang memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada 10 Muharram sebagai bentuk syukur, dan menyebut bahwa puasa ini bisa menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.

"Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim)

Baca Juga: 1 Muharram 1447 di Tangerang, Party di Klub Malam Gas Terus. Satpol PP Kecolongan

Namun, tidak ada dalil sahih yang menyebutkan bahwa puasa tersebut menjamin kekayaan atau rezeki yang melimpah secara otomatis.

“Memang ada anjuran untuk melapangkan nafkah kepada keluarga di hari Asyura, tapi itu tidak berarti ada jaminan kaya. Jangan sampai puasa dilakukan hanya karena ingin kekayaan materi, karena bisa mengaburkan niat ibadah,” tambah Ustaz Fauzan.

Sementara itu, Kementerian Agama RI juga mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam menyebarkan informasi keagamaan.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Dr. Hasanuddin Ali, menegaskan bahwa hadits-hadits yang tidak memiliki sanad kuat tidak seharusnya dijadikan dasar beramal.

Baca Juga: Asal Usul Penanggalan Hijriyah: Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama?

“Kita harus tabayyun (klarifikasi) sebelum membagikan informasi, apalagi yang menyangkut ajaran agama. Jangan sampai kita menyesatkan orang lain karena ketidaktahuan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sebagai informasi, puasa Asyura tahun ini jatuh pada Selasa, 8 Juli 2025, dan sangat dianjurkan untuk juga berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Senin, 7 Juli) sebagai pembeda dari praktik puasa kaum Yahudi, sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjalankan ibadah dengan ikhlas dan menjauhi keyakinan yang tidak berdasar.

Puasa Asyura merupakan ladang pahala, bukan jalan pintas menuju kekayaan.

***

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.