Banten

Muslim Wajib Tahu! Ini Alasan Kenapa Makan Kurma Harus Ganjil

Saiful Anwar | 18 Maret 2024, 11:11 WIB
Muslim Wajib Tahu! Ini Alasan Kenapa Makan Kurma Harus Ganjil

AKURAT BANTEN - Kita sering mendengar bahwa jika memakan kurma, sebaiknya dalam jumlah ganjil. Hal ini pun menjadi kepercayaan umum di kalangan umat Islam.

Memakan kurma dalam jumlah ganjil juga merupakan anjuran Rasulullah. Beliau pernah menganjurkan memakan kurma dengan jumlah 1,3,5,7, atau 9. 

Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa harus ganjil? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Bolehkah Mandi Wajib Setelah Imsak? Simak Penjelasannya agar Puasa tetap Sah

Alasan Kenapa Makan Kurma Harus Ganjil?

Kecintaan Rasulullah

Alasan kenapa makan kurma harus ganjil yang pertama adalah, bilangan ganjil merupakan bilangan kecintaan Rasulullah saw. 

Dalam riwayat diceritakan bahwa Rasulullah pernah memakan tujuh butir kurma karena kecintaan beliau kepada bilangan ganjil dalam segala urusan.

Beliau juga pernah makan kurma berjumlah ganjil sebelum berangkat sholat Idul Fitri.

Baca Juga: Resep Mudah Membuat Kolak, Bisa Dijadikan Menu Takjil Buka Puasa

Dijauhkan dari Racun

Keistimewaan makan kurma dengan jumlah ganjil selanjutnya adalah dapat dijauhkan dari racun maupun sesuatu yang negatif.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis Bukhori dan Muslim.

"Barang siapa yang mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir."

Berdampak Baik bagi Tubuh

Memakan kurma dalam jumlah ganjil dapat berdampak baik bagi tubuh.

Terdeapat sebuah penelitian medis yang menjelaskan bahwa mengonsumsi buah kurma dalam jumlah genap dapat menghasilkan gula dalam darah dan potassium tanpa memberi banyak energi.

Sebaliknya, jika mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil tubuh bisa mengubahnya menjadi karbohidrat yang bermanfaat untuk menambah energi dalam tubuh dan mengembalikan stamina.

Itulan alasan mengapa makan kurma harus dalam jumlah ganjil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.