Ternyata, Nama HARI JUMAT sudah 3 Kali Berubah Sebutan!

AKURAT BANTEN - Ada tiga kali pergantian nama hari Jumat dalam sejarah Islam, adapun era perubahannya sangat di pengaruhi oleh pergantian dinasti atau kekuasaan, sehingga berpengruh juga dengan istilah khususan setiap nama hari tersebut sesuai dengan historikalnya. Adapun sejarah perubahannya antara lain:
• Pertama: Sebelum nya nama hari dilihat atau dihitung dari pertiga hari dalam sebulan, seperti tanggal 1-3 disebut dengan Gharar, setelahnya dinamakan; Samar (4-6), Zahar (7-9), Darar (10-12), Qomar (13-15), Dara' (16-18), Dholam (19-21), Tsalatsu Anadis (22-24), Tsalatsu Dawari (25-27), dan Tsalatsu Muhaq (28-30).
• Kedua: Kemudian pada masa Arab Jahiliyyah nama hari diganti menjadi, Syiyar (Sabtu), Awwal (Ahad), Ahwan (Senin), Jubar (Selasa), Dubar (Rabu), Mu’nis (Kamis), dan ‘Arubah (Jumat).
• Ketiga: Datanglah islam yang membuat nama hari yang ada sebelumnya berubah dan diganti. Salah satunya hari ‘arubah berubah menjadi hari jumat. Sebab pada hari ‘arubah hari dimana semua orang berbangga-bangga, berhias serta kasih sayang.
Baca Juga: Baca Doa Ini, Agar Rezeki Dipermudah dan Terus Mengalir
Menurut umat muslim hari jumat ialah hari penghulung dalam islam atau bisa disebut juga sayyidul ayyam. Disebut sayyidul ayyam karena hari itu memiliki keberkahan, dan sejarah yang Panjang yang luar biasa. Maka hari jumat ini semua umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak melakukan ibadah serta amalan dan melakukan sholat jumat.
Maka Allah berfirman tentang sholat jumat dalam Q.S. Al-Jumuah: 9-10
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (9) فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (10)}
“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”
Baca Juga: Cari Barang Bukti Kasus Pemerasan, Rumah Ketua KPK Firli Bahuri Digeledah Polisi
Menurut beberapa pendapat menjelaskan bahwa hari jumat berasal dari kata jama’a yang memiliki arti berkumpul. Sebab, setiap sepekan sekali umat islam biasanya berkumpul dimasjid-masjid. Selain itu hari jumat juga merupakan hari dimana Nabi Adam diprtemukan kepada Siti Hawa dan diturunkan dari surga, hari turunya Al-quran, dan hari terjadinya kiamat.
Ada beberapa hadits shohi yang sudah menjelaskan tentang hari jumat ini. Salah satunya hadits dinyatakan oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim melalui hadis Abdur Razzaq, dari Ma'mar, dari Hammam ibnu Munabih yang mengatakan bahwa berikut ini merupakan hadis yang diriwayatkan kepada kami oleh Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda. Yang pertama menurut lafadz pada hadits riwatat Imam Bukhori yang bunyinya:
"نَحْنُ الْآخِرُونَ السَّابِقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، بِيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا. ثُمَّ هَذَا يَومُهم الَّذِي فَرض اللَّهُ عَلَيْهِمْ، فَاخْتَلَفُوا فِيهِ، فَهَدَانَا اللَّهُ لَهُ، فَالنَّاسُ لَنَا فِيهِ تَبَعٌ، الْيَهُودُ غَدًا، وَالنَّصَارَى بَعْدَ غَدٍ"
“Kita adalah orang-orang yang terakhir, tetapi yang paling terdahulu kelak di hari kiamat, hanya saja mereka diberi kitab sebelum kita. Kemudian sesungguhnya hari (Jumat) ini adalah hari mereka yang telah difardukan oleh Allah atas mereka, tetapi mereka berselisih pendapat mengenainya. Dan Allah menunjuki kita padanya, maka orang-orang lain mengikut kita padanya; orang-orang Yahudi besok dan orang-orang Nasrani sesudah besok".
Baca Juga: Greenpeace Indonesia Apresiasi Penanganan Kebakaran TPA Rawa Kucing Tangerang
Berikutnya hadits yang diriwayatkan Imam Muslim:
"أَضَلَّ اللَّهُ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا فَكَانَ لِلْيَهُودِ يَوْمُ السَّبْتَ، وَكَانَ لِلنَّصَارَى يَوْمُ الْأَحَدِ. فَجَاءَ اللَّهُ بِنَا فَهَدَانَا اللَّهُ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ، فَجَعَلَ الْجُمُعَةَ وَالسَّبْتَ وَالْأَحَدَ، وَكَذَلِكَ هُمْ تَبَعٌ لَنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، نَحْنُ الْآخِرُونَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا، وَالْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الْمَقْضِيُّ بَيْنَهُمْ قَبْلَ الْخَلَائِقِ"
"Allah membutakan orang-orang sebelum kita dari hari Jumat, maka bagi orang-orang Yahudi hari Sabtu, dan bagi orang-orang Nasrani hari Ahad. Lalu Allah mendatangkan kita dan menunjuki kita kepada hari Jumat, dan Allah menjadikan hari Jumat, hari Sabtu, dan hari Ahad (berurutan). Demikian pula kelak di hari kiamat, mereka mengikut kepada kita. Kita adalah orang-orang yang terakhir dari kalangan penduduk dunia, tetapi yang paling pertama mendapat peradilan-Nya di antara sesamanya kelak di hari kiamat sebelum semua makhluk".
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










