Banten

Zidane Bikin Belgia Hancur dalam 13 Menit! Timnas Prancis Comeback 4-1, Sang Pelatih Bilang Begini

Aullia Rachma Puteri | 6 Oktober 2026, 22:54 WIB
Zidane Bikin Belgia Hancur dalam 13 Menit! Timnas Prancis Comeback 4-1, Sang Pelatih Bilang Begini
Timnas Prancis kalahkan Belgia pada laga UEFA Nations League. - REUTERS/Benoit Tessier

AKURAT BANTEN - Timnas Prancis menunjukkan mental juara saat menghadapi Belgia pada lanjutan UEFA Nations League 2026/2027.

Sempat tertinggal hingga memasuki 15 menit terakhir pertandingan, Les Bleus justru mengamuk dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan telak 4-1.

Pertandingan yang berlangsung di Stade de France, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB, menjadi panggung comeback luar biasa sekaligus kemenangan kandang pertama Zinedine Zidane sejak dipercaya menangani Timnas Prancis.

Belgia lebih dahulu membuat publik tuan rumah terdiam. Dodi Lukebakio membawa tim tamu unggul pada menit ke-35 setelah memanfaatkan umpan panjang Romeo Lavia dan kemudian menaklukkan kiper debutan Prancis, Guillaume Restes.

Baca Juga: John Herdman Bongkar Rencana Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2027: Siap Ada Wajah Baru, 3 Nama Ini Dipantau!

Prancis kesulitan menemukan celah sepanjang sebagian besar pertandingan. Situasi mulai berubah ketika Zidane melakukan sejumlah pergantian pemain.

Désiré Doué, Rayan Cherki, dan Michael Olise masuk dari bangku cadangan. Ketiganya kemudian menjadi aktor utama kebangkitan spektakuler Les Bleus.

Doué menyamakan kedudukan pada menit ke-77 melalui tembakan rendah dari luar kotak penalti. Hanya empat menit berselang, giliran Cherki membuat Prancis berbalik unggul.

Gol tersebut tercipta setelah Cherki menerima umpan Olise. Tembakannya sempat mengenai kaki kiper Belgia, Maarten Vandevoordt, sebelum bola bersarang di gawang.

Baca Juga: Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Drama 120 Menit dan Adu Penalti Akhirnya Putus Kutukan 35 Tahun

Belgia yang sebelumnya mampu menjaga keunggulan selama lebih dari 70 menit kemudian benar-benar kehilangan kendali.

Olise mengambil alih panggung. Pemain Bayern Munchen tersebut mencetak dua gol dalam rentang waktu hanya sekitar tiga menit untuk memastikan Prancis menutup pertandingan dengan kemenangan 4-1.

Comeback tersebut membuat Zidane puas. Sang pelatih menilai pertandingan itu memperlihatkan salah satu hal yang paling disukai dalam sepak bola, yakni kemampuan sebuah tim bangkit ketika berada dalam situasi sulit.

"Ini sepak bola, ini yang kami cintai," ujar Zidane seusai pertandingan.

Pelatih berusia 54 tahun tersebut juga menegaskan bahwa kemenangan tidak semata-mata menjadi hasil kerja pemain pengganti. Menurutnya, seluruh pemain memiliki kontribusi setelah menjalani periode internasional yang cukup padat.

Baca Juga: FINAL Indonesia vs Thailand Bikin Heboh! 67 Ribu Tiket Ludes, SUGBK Dipastikan Penuh Sesak, GARUDA Dibanjiri Dukungan

Zidane memang memberikan kesempatan kepada banyak pemain selama jeda internasional kali ini. Ia melakukan rotasi sekaligus memberikan debut kepada sejumlah pemain.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upayanya membangun skuad Prancis setelah menggantikan Didier Deschamps.

Menariknya, Olise kembali menjadi salah satu pemain paling menonjol. Ia mencetak empat gol dan menyumbangkan dua assist dalam empat pertandingan pertama Prancis di bawah Zidane. Performa tersebut membuat Olise semakin penting dalam proyek baru Les Bleus.

Kemenangan atas Belgia juga membuat Prancis semakin kokoh di puncak Grup A1 Nations League dengan 10 poin dari empat pertandingan. Mereka mencatat tiga kemenangan dan satu hasil imbang.

Baca Juga: Wayne Rooney Minta Man City Dihukum Berat: “Turunkan Mereka ke Liga Terendah!”

Prancis selanjutnya masih memiliki dua pertandingan fase grup pada November, menghadapi Italia dan Turki. Dua laga tersebut akan menjadi kesempatan bagi Zidane untuk menyempurnakan permainan timnya sekaligus memastikan langkah menuju perempat final.

Start Zidane bersama Prancis pun sejauh ini terbilang impresif. Dalam empat pertandingan pertamanya sebagai pelatih, Les Bleus belum terkalahkan.

Namun, Zidane masih memiliki pekerjaan rumah, terutama meningkatkan kecepatan permainan dan efektivitas di sepertiga akhir lapangan.

Jika mental seperti saat menghadapi Belgia terus terjaga, era baru Prancis bersama Zidane tampaknya mulai menunjukkan tanda-tanda yang menarik.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.