Wayne Rooney Minta Man City Dihukum Berat: “Turunkan Mereka ke Liga Terendah!”
AKURAT BANTEN - Kasus pelanggaran finansial Manchester City terus memunculkan reaksi keras dari mantan pemain Manchester United.
Kali ini, Wayne Rooney ikut angkat bicara. Uniknya, Rooney justru mengambil sikap berbeda untuk dua persoalan yang mungkin muncul dari kasus tersebut.
Rooney tidak keberatan jika Manchester City mendapat hukuman sangat berat, bahkan hingga terdegradasi ke kasta terendah.
Namun, mantan striker Timnas Inggris itu menolak jika Manchester United otomatis menerima gelar Premier League yang mungkin dicabut dari City.
Pernyataan Rooney disampaikan melalui podcast Stick to United setelah Komisi Independen Premier League menyatakan Manchester City bersalah atas pelanggaran serius aturan finansial. Rooney merupakan bagian dari skuad Manchester United ketika mereka menjadi runner-up di bawah City pada musim 2011/2012.
Jika gelar City pada periode tersebut nantinya dicabut sebagai bagian dari sanksi, secara teori Manchester United dapat menjadi salah satu pihak yang terdampak. Namun, Rooney tidak merasa pantas menerima medali tambahan hanya karena finis di posisi kedua.
“Saya tidak akan merasa nyaman menerima medali Premier League karena finis kedua,” kata Rooney, seperti dilaporkan Reuters. Ia menilai Manchester United tetap tidak melakukan cukup banyak hal untuk menjadi juara pada musim tersebut.
Rooney juga menilai keputusan mencabut gelar akan berdampak kepada pemain dan staf City yang tampil di lapangan. Menurutnya, mereka belum tentu mengetahui persoalan finansial yang kemudian menjadi objek pemeriksaan Premier League.
Baca Juga: Man City Dinyatakan Bersalah, Pochettino Singgung Era Penuh “Tipu Daya” di Premier League
Namun, sikap Rooney berubah ketika membahas hukuman untuk klub.
Mantan kapten Manchester United tersebut justru mendukung hukuman yang sangat berat. Rooney bahkan mengatakan dirinya memperkirakan Manchester City akan terdegradasi.
Ia juga mengusulkan agar City ditempatkan di kompetisi serendah mungkin dan mendapat pembatasan pengeluaran selama beberapa musim.
Menurut Rooney, hukuman berupa degradasi ke Championship saja mungkin belum cukup memberikan dampak jangka panjang.
Baca Juga: Eks Gelandang Timnas Spanyol Dukung Haaland Tinggalkan Man City, Barcelona Jadi Tujuan Ideal?
Ia membayangkan sanksi yang membuat City harus membangun kembali kekuatan mereka dari level yang jauh lebih rendah, ditambah pembatasan belanja pemain.
Komentar tersebut muncul setelah Premier League mengumumkan putusan besar terkait kasus finansial City pada 29 September 2026.
Komisi Independen menyatakan klub bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran serius aturan finansial selama periode sembilan musim, dari 2009/10 hingga 2017/18.
City juga dinyatakan bersalah atas tiga dari empat dakwaan terkait kegagalan bekerja sama dalam investigasi.
Baca Juga: Baru Jadi Bos Man City, Enzo Maresca Bisa Pergi Jika The Citizens Benar-Benar Terdegradasi
Menurut Premier League, komisi menemukan penggunaan sejumlah kontrak komersial yang tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya.
Skema tersebut dinilai membuat pendapatan City meningkat dan biaya yang tercatat menurun secara artifisial dengan nilai lebih dari £900 juta selama periode yang diperiksa.
Jika seluruh transaksi dicatat secara benar, City dinilai akan melanggar batas pengeluaran Premier League dan UEFA dalam jumlah yang sangat besar. Meski demikian, degradasi belum menjadi keputusan resmi.
Premier League menegaskan bahwa proses penentuan sanksi akan dilakukan secara terpisah. Bentuk hukuman belum diumumkan dan City masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas putusan tersebut hingga 2 Oktober 2026.
Baca Juga: Roy Keane Bereaksi Keras Usai Man City Dinyatakan Bersalah: “Buang Medali ke Tempat Sampah!”
Manchester City sendiri membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan akan menggunakan jalur banding.
Artinya, komentar Rooney mengenai degradasi masih merupakan pandangan pribadi, bukan gambaran hukuman yang sudah diputuskan.
Menariknya, Rooney kini berada di posisi yang cukup unik. Ia tidak menginginkan gelar yang mungkin diberikan secara retroaktif kepada Manchester United, tetapi pada saat bersamaan menganggap Manchester City layak menerima hukuman sangat berat jika proses hukum akhirnya menguatkan pelanggaran tersebut.
Untuk saat ini, nasib City masih menunggu dua babak penting: proses penentuan sanksi dan kemungkinan banding. Apa pun hasil akhirnya, kasus ini berpotensi menjadi salah satu perkara paling berpengaruh terhadap sejarah Premier League.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 4Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6Terungkap! Alasan Jokowi Gabung PSI Mulai Dibaca Pengamat, Ada Tujuan Besarnya Sinyal Politik untuk Kaesang dan Gibran Menuju 2029
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Data Desil Bermasalah, Warga Garut Meninggal di RSUD Dr. Slamet Tanpa Penanganan
- 9Wayne Rooney Minta Man City Dihukum Berat: “Turunkan Mereka ke Liga Terendah!”
- 10Bukan Cuma Soal Sponsor! Ini 4 Kesalahan Finansial Man City yang Kini Bisa Mengubah Nasib The Citizens










