Banten

Turki Makin Terpuruk! 4 Kekalahan Beruntun Bikin Montella Disorot, Begini Pembelaannya

Abdurahman | 6 Oktober 2026, 18:38 WIB
Turki Makin Terpuruk! 4 Kekalahan Beruntun Bikin Montella Disorot, Begini Pembelaannya
Italia beri Montella empat kekalahan beruntun

AKURAT BANTEN – Timnas Turki benar-benar berada dalam situasi sulit. Kekalahan 1-3 dari Italia pada lanjutan UEFA Nations League 2026/2027 membuat langkah mereka semakin terpuruk.

Bukan sekadar kehilangan tiga poin, hasil tersebut menjadi kekalahan keempat Turki secara beruntun di Grup A1.

Turki kini terdampar di dasar klasemen dengan nol poin dari empat pertandingan. Mereka juga telah kebobolan 11 gol dan hanya mampu mencetak dua gol sepanjang fase tersebut. Rentetan empat kekalahan ini menjadi yang pertama dialami Turki sejak 1988.

Situasi tersebut membuat nama pelatih Vincenzo Montella ikut menjadi sorotan.

Bahkan, ketika pertandingan melawan Italia berlangsung, sebagian suporter Turki yang berada di stadion sempat meneriakkan tuntutan agar Montella meninggalkan kursi pelatih.

Namun, Montella ternyata memiliki pandangan berbeda mengenai apa yang terjadi pada timnya.

Baca Juga: Bukan Lagi Soal Ijazah! Pakar Bongkar Risiko Terbesar Gibran Jika MK Nyatakan Syarat Pencalonannya Tak Sah

Italia Kembali Jadi Batu Sandungan

Pertandingan di Stadion Renato Dall'Ara, Bologna, sebenarnya berlangsung cukup sengit.

Italia membuka keunggulan melalui Gianluca Scamacca. Turki kemudian mampu menyamakan kedudukan lewat Aral Şimşir pada babak kedua.

Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama.

Riccardo Calafiori kembali membawa Italia unggul sebelum Pio Esposito memastikan kemenangan 3-1 bagi tuan rumah pada menit-menit akhir.

Dengan hasil tersebut, Italia mengalahkan Turki untuk kedua kalinya di grup.

Bagi Turki, kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena menjadi penutup dari rangkaian hasil buruk yang membuat mereka tidak memiliki satu pun poin setelah empat pertandingan.

Baca Juga: Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Drama 120 Menit dan Adu Penalti Akhirnya Putus Kutukan 35 Tahun

Empat Kekalahan Beruntun, Tekanan Makin Besar

Catatan Turki benar-benar mengkhawatirkan.

Empat pertandingan, empat kekalahan.

Lebih buruk lagi, mereka sudah kebobolan 11 gol dan hanya mampu mencetak dua gol. Selisih gol minus sembilan membuat Turki semakin sulit keluar dari posisi juru kunci.

Rentetan tersebut juga menorehkan catatan buruk dalam sejarah tim nasional Turki.

Untuk pertama kalinya sejak 1988, Turki kembali mengalami empat kekalahan berturut-turut.

Tak mengherankan apabila tekanan kepada Montella semakin besar.

Apalagi, ekspektasi terhadap Turki sebenarnya cukup tinggi setelah mereka membangun skuad dengan sejumlah pemain muda berbakat, termasuk Arda Güler dan pemain-pemain yang memiliki pengalaman di kompetisi elite Eropa.

Namun, hasil di Nations League justru menunjukkan bahwa Turki masih kesulitan menghadapi persaingan di level tertinggi.

Baca Juga: Makin Tegang! Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Tinggal Ditunggu, Dokumen UTS Insearch Jadi Sorotan

Montella Justru Membela Pemainnya

Di tengah tekanan tersebut, Montella memilih tidak menyalahkan pemain.

Pelatih asal Italia itu justru menilai anak asuhnya telah menunjukkan keberanian dan mampu memberikan perlawanan kepada Italia.

Menurut Montella, masalah utama Turki bukan karena para pemain tidak mampu menjalankan permainan.

Mereka disebut hanya belum cukup matang menghadapi pertandingan di level seperti ini.

Kami bermain cukup baik dan mampu mengimbangi Italia. Tiga gol yang kami terima datang dari sejumlah kejadian. Di level seperti ini, satu kesalahan kecil bisa menentukan hasil pertandingan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pembelaan Montella terhadap skuadnya.

Ia bahkan menilai Turki tidak pantas menjadikan para pemain sebagai kambing hitam atas hasil buruk tersebut.

Baca Juga: Fantastis! Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Tembus 6.966 Orang, Pertumbuhannya Nomor 1 Dunia, Ini Penyebabnya

'Ini Bukan Salah Siapa Pun'

Montella bahkan memberikan penjelasan yang cukup menarik mengenai perbedaan kualitas kedua tim.

Menurutnya, Italia memiliki kedalaman skuad yang luar biasa.

Ketika melakukan pergantian pemain, Italia masih mampu memasukkan pemain dengan nilai pasar dan pengalaman tinggi.

Montella menyebut tiga pemain pengganti Italia—Calafiori, Pio Esposito, dan Sandro Tonali—memiliki nilai gabungan yang sangat besar.

Bagi Montella, situasi tersebut menggambarkan betapa tipisnya perbedaan antara pertandingan yang berjalan seimbang dengan hasil akhir yang telak.

Saya tidak percaya ini salah siapa pun, apalagi para pemain saya. Mereka mampu mengimbangi Italia secara taktik dan teknik. Kami hanya berada di level yang masih baru bagi kami.

Kalimat tersebut menjadi salah satu poin paling menarik dari pembelaan Montella setelah Turki kembali kalah.

Baca Juga: Fantastis! Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Tembus 6.966 Orang, Pertumbuhannya Nomor 1 Dunia, Ini Penyebabnya

Montella Tak Mau Menyerah

Meski mendapatkan tekanan, Montella juga memberikan sinyal bahwa dirinya masih ingin melanjutkan proyek bersama Turki.

Ia tidak menunjukkan keinginan untuk meninggalkan kursi pelatih.

Sebaliknya, Montella mengatakan dirinya masih percaya dengan kelompok pemain yang dimilikinya.

Ia menilai sejumlah pemain muda yang diberikan kesempatan dalam pertandingan-pertandingan Nations League merupakan bagian dari investasi jangka panjang.

Bagi Montella, hasil buruk saat ini tidak boleh langsung menghapus proses yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir.

Pelatih tersebut juga menekankan pentingnya dukungan terhadap para pemain.

Saya melihat tim yang bersatu dan masih muda. Saya berharap mereka mendapatkan lebih banyak dukungan karena kelompok ini masih bisa berkembang.

Baca Juga: FINAL Indonesia vs Thailand Bikin Heboh! 67 Ribu Tiket Ludes, SUGBK Dipastikan Penuh Sesak, GARUDA Dibanjiri Dukungan

Nations League Jadi Pelajaran Mahal

Kegagalan Turki di Nations League tentu tidak bisa dianggap sepele.

Empat kekalahan beruntun menunjukkan adanya persoalan yang harus segera dievaluasi.

Namun di sisi lain, pertandingan menghadapi tim seperti Prancis, Italia dan Belgia memberikan pengalaman berharga bagi pemain-pemain muda Turki.

Masalahnya, pengalaman tersebut harus dibayar dengan harga yang mahal.

Setiap kesalahan kecil langsung dihukum.

Setiap peluang yang gagal dimanfaatkan dapat mengubah jalannya pertandingan.

Dan ketika lawan memiliki pemain dengan kualitas lebih tinggi di bangku cadangan, situasi bisa berubah hanya dalam beberapa menit.

Itulah yang terjadi ketika Turki menghadapi Italia.

Baca Juga: Pendopo Gandeng Batik Indra Loka Perluas Pasar Busana Motif Lokal Lintas Generasi

Montella Kini Dihadapkan pada Pertanyaan Besar

Hasil buruk ini membuat Montella berada dalam tekanan.

Namun sang pelatih tetap percaya dengan proyek yang sedang dibangun.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah Federasi Sepak Bola Turki juga memiliki keyakinan yang sama.

Sebab, empat kekalahan beruntun tentu bukan catatan yang mudah diterima publik.

Terlebih lagi, Turki harus segera menemukan cara untuk mengembalikan kepercayaan diri para pemain.

Jika tidak, krisis hasil bisa berkembang menjadi krisis kepercayaan.

Dan pada titik itulah posisi Montella akan semakin sulit dipertahankan.

Untuk sementara, sang pelatih memilih bertahan dan membela timnya.

Turki memang terpuruk. Tetapi bagi Montella, empat kekalahan ini bukan akhir dari perjalanan. Justru dari titik terendah inilah Turki dituntut menemukan kembali karakter, keberanian, dan kepercayaan dirinya.

Kini publik Turki tinggal menunggu satu hal:

Apakah Montella benar-benar mampu mengubah keterpurukan ini menjadi titik balik? (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman