Messi Pergi, Scaloni Tunjuk Pewaris Tak Terduga: Ini Alasan Cuti Romero Jadi Kapten Argentina

AKURAT BANTEN - Era Lionel Messi sebagai kapten Timnas Argentina segera berakhir. Setelah sang megabintang memutuskan mengakhiri karier internasional, pelatih Lionel Scaloni telah menentukan sosok yang akan meneruskan tugas besar tersebut.
Pilihan Scaloni jatuh kepada Cristian "Cuti" Romero. Bek yang kini memperkuat Atletico Madrid itu akan menjadi kapten baru La Albiceleste setelah Messi benar-benar mengakhiri perjalanannya bersama tim nasional.
Keputusan tersebut diumumkan Scaloni dalam konferensi pers menjelang rangkaian pertandingan persahabatan Argentina.
Menariknya, sang pelatih mengungkap bahwa Romero sebenarnya sudah lama berada dalam struktur kepemimpinan tim.
Baca Juga: Zidane Bikin Kejutan di Debut Timnas Prancis: Mbappé Dipindah, Cherki Dapat Peran Baru!
Romero Sudah Berada di Urutan Ketiga
Menurut Scaloni, keputusan menunjuk Romero bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Bek berusia 28 tahun itu sebelumnya sudah menjadi kapten ketiga Argentina setelah Messi dan Nicolas Otamendi.
Artinya, ketika dua sosok senior tersebut tidak lagi menjadi pilihan utama untuk mengenakan ban kapten, Romero memang sudah berada di jalur kepemimpinan.
"Kaptennya adalah Cuti. Dia sebelumnya sudah menjadi kapten ketiga setelah Leo dan Ota," ujar Scaloni.
Scaloni juga menyebut beberapa pemain lain yang sebenarnya memiliki kapasitas untuk memimpin Argentina. Emiliano Martinez, Rodrigo De Paul, dan Lautaro Martinez termasuk dalam daftar tersebut. Namun, pilihan akhirnya tetap Romero.
Baca Juga: Spanyol Siap Bikin Wembley Terdiam? Ini Prediksi Skor Inggris Vs Spanyol
Bukan Sekadar Bek Tengah
Romero bukan sosok asing dalam ruang ganti Argentina. Ia merupakan salah satu pemain penting dalam generasi yang berhasil membawa La Albiceleste meraih sejumlah gelar besar.
Bek kelahiran Cordoba tersebut juga sudah beberapa kali mengenakan ban kapten ketika pemain senior lainnya tidak tersedia. Romero telah tiga kali menjadi kapten Argentina.
Pengalaman itu menjadi modal penting ketika tanggung jawabnya kini meningkat.
Romero juga memiliki posisi strategis di lapangan. Sebagai bek tengah, ia berada di area yang memungkinkan dirinya mengorganisasi lini pertahanan sekaligus berkomunikasi dengan pemain di depannya.
Baca Juga: Mengejutkan! Konaté Cedera, Zidane Panggil Wonderkid Manchester United Leny Yoro ke Timnas Prancis
Dengan demikian, peran kapten tidak hanya melekat pada simbol ban di lengannya. Romero akan dituntut menjadi salah satu suara utama Argentina ketika tim memasuki periode baru setelah kepergian Messi dan sejumlah pemain senior.
Pergantian Era Setelah Messi
Penunjukan Romero menjadi bagian dari perubahan besar di tubuh Argentina. Messi mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola internasional pada 31 Agustus 2026, setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026.
Selama lebih dari dua dekade membela Argentina, Messi menjadi pemain dengan jumlah penampilan dan gol terbanyak dalam sejarah tim nasional. Ia juga membawa negaranya meraih Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024.
Namun, Messi masih dijadwalkan tampil dalam laga perpisahannya bersama Argentina. La Albiceleste akan menghadapi Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada 6 Oktober 2026. Sebelum itu, Argentina menghadapi Bolivia pada 30 September dan Burkina Faso pada 3 Oktober.
Baca Juga: Era Jurgen Klopp Dimulai di Timnas Jerman, Keputusan Pertamanya Bikin Penasaran
Setelah pertandingan melawan Benin, era baru Argentina akan benar-benar dimulai.
Romero Mengemban Warisan Besar
Menggantikan Messi sebagai kapten tentu membawa simbolisme yang besar. Namun, Scaloni tidak memberikan tanggung jawab tersebut kepada pemain yang sama sekali baru dalam struktur kepemimpinan.
Romero sudah menjadi bagian penting Argentina dan telah beberapa kali dipercaya mengenakan ban kapten. Pilihan tersebut menunjukkan bahwa Scaloni ingin melakukan transisi kepemimpinan secara bertahap, bukan melakukan perubahan total setelah kepergian Messi.
Kini perhatian akan tertuju kepada Romero. Ia tidak harus menjadi "Messi baru", karena tugasnya bukan menggantikan kontribusi Messi sebagai pencetak gol dan kreator permainan.
Baca Juga: Manchester United Incar Fermin Lopez, Siapkan Dana Fantastis untuk Gelandang Barcelona
Tugas Romero jauh lebih sederhana sekaligus berat: menjadi salah satu pemimpin generasi berikutnya Argentina.
Messi akan meninggalkan ban kapten setelah laga perpisahan kontra Benin. Setelah itu, ban tersebut akan berpindah ke lengan Cuti Romero, menandai babak baru bagi sang juara dunia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 7Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 8Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 9Messi Pergi, Scaloni Tunjuk Pewaris Tak Terduga: Ini Alasan Cuti Romero Jadi Kapten Argentina
- 10Zidane Bikin Kejutan di Debut Timnas Prancis: Mbappé Dipindah, Cherki Dapat Peran Baru!







