Proliga 2026 Panas! Gresik Phonska Plus Tetap Percaya Diri Meski Ditinggal Megawati

AKURAT BANTEN - Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia menghadapi musim Proliga 2026 dengan tantangan besar setelah kepergian Megawati Hangestri Pertiwi.
Meski kehilangan salah satu pemain paling bersinar di voli nasional, tim asal Jawa Timur ini menegaskan tetap optimistis dan siap bersaing di level tertinggi.
Manajemen Gresik Phonska Plus memilih jalan berbeda dalam menyusun kekuatan tim.
Alih-alih mencari pengganti dengan nama besar, klub justru mengedepankan konsep permainan kolektif.
Baca Juga: Timnas Voli U-18 Indonesia Kuasai Klasemen Sementara Asian Youth Games 2025
Strategi ini diyakini mampu membuat tim tampil lebih solid dan tidak bergantung pada satu sosok pemain.
Langkah tersebut diperkuat dengan hadirnya pelatih asing asal Italia yang membawa pendekatan modern dalam permainan.
Sang pelatih fokus membangun kekompakan tim, meningkatkan disiplin taktik, serta memaksimalkan potensi pemain lokal yang dimiliki klub.
Skuad Gresik Phonska Plus musim ini diisi kombinasi pemain muda dan berpengalaman.
Baca Juga: Aksi Comeback Epik! Timnas Voli Indonesia Tumbangkan Thailand dan Amankan Tiket 8 Besar
Persaingan internal diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan.
Para pemain dituntut mampu berkontribusi di setiap lini, baik dalam serangan maupun pertahanan.
Keputusan Megawati untuk bergabung dengan klub lain memang menjadi perhatian publik.
Namun bagi Gresik Phonska Plus, momen ini justru dianggap sebagai kesempatan untuk membuktikan kekuatan tim yang sesungguhnya.
Baca Juga: Timnas Voli Indonesia Gaspol 2025: Siap Hadapi Malaysia, Lanjut ke Piala Dunia
Klub menilai bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh satu bintang, melainkan kerja sama seluruh pemain.
Proliga 2026 sendiri diprediksi akan berlangsung lebih ketat dibanding musim sebelumnya.
Dengan jadwal padat dan sistem kompetisi yang menuntut konsistensi, setiap tim harus memiliki kedalaman skuad yang kuat.
Gresik Phonska Plus menilai kesiapan mental dan fisik pemain menjadi faktor kunci dalam menghadapi musim panjang.
Baca Juga: Kebangkitan Dramatis Red Sparks: Mimpi Juara Liga Voli Korea Tetap Menyala!
Sejumlah pengamat menilai pendekatan yang diambil Gresik Phonska Plus cukup menarik.
Tim yang mampu bermain solid dan disiplin sering kali menjadi kuda hitam di kompetisi panjang seperti Proliga.
Jika strategi kolektif berjalan efektif, peluang mereka untuk mencuri perhatian tetap terbuka.
Kini, fokus Gresik Phonska Plus tertuju pada persiapan matang jelang laga pembuka.
Baca Juga: Juara Liga Voli Korea! Hyundai Hillstate Hajar Kembali Pink Spiders 3-0 di Leg Ketiga
Dengan semangat baru dan pendekatan berbeda, mereka bertekad menghadirkan kejutan di Proliga 2026.
Kehilangan Megawati memang menjadi tantangan, tetapi bukan penghalang untuk tetap bersaing dan memburu prestasi.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









