Profil hingga Jejak Karir John Herdman, Kandidat Kuat Pelatih Timnas Indonesia yang Baru

AKURAT BANTEN - Di tengah hiruk-pikuk pencarian pelatih baru untuk Timnas Indonesia, nama John Herdman muncul sebagai bintang utama. Pelatih berkebangsaan Inggris ini, yang pernah membawa Kanada kembali ke panggung Piala Dunia setelah puluhan tahun absen, kini menjadi incaran PSSI untuk mengisi posisi krusial itu.
PSSI memang sedang membidik sosok dengan rekam jejak internasional yang solid, terutama untuk mempersiapkan skuad Garuda menghadapi kualifikasi Piala Dunia mendatang.
Herdman, dengan pengalamannya yang luas, dianggap sebagai pilihan ideal untuk membangun fondasi tim yang lebih tangguh.
Baca Juga: Komdigi Minta Google Hapus Aplikasi Mata Elang, Praktik Pelacakan Debitur Dinilai Langgar Privasi
Laporan dari media Honduras, Diez, mengungkap bahwa Herdman baru saja menolak tawaran menggiurkan dari Timnas Jamaika. Alih-alih, dia lebih tertarik menjajaki peluang di Indonesia, yang dilihatnya sebagai proyek ambisius dengan potensi besar di Asia Tenggara.
Jika benar-benar ditunjuk, Herdman bakal membawa angin segar bagi sepak bola Indonesia.
Pengalamannya melatih tim nasional putri dan putra di level dunia membuatnya jadi aset berharga, terutama dalam mengembangkan pemain muda dan strategi jangka panjang.
Baca Juga: Jelang Pengumuman Pelatih Timnas Baru, Wacana John Herdman Picu Pro Kontra soal Pelatih Asing
Lahir di Consett, County Durham, Inggris, pada 19 Juli 1975, Herdman bukanlah mantan pemain profesional. Namun, dia memegang lisensi UEFA Pro, yang menandakan keahliannya di bidang kepelatihan, dan karirnya dibangun dari dedikasi penuh sejak awal.
Perjalanan karirnya dimulai di Selandia Baru, di mana dia menangani tim usia muda sebelum memimpin Timnas Putri dari 2006 hingga 2011. Di bawah tangannya, tim itu berhasil tampil di Piala Dunia Wanita 2007 dan 2011, serta Olimpiade 2008, yang jadi tonggak awal reputasinya.
Pada 2011, dia hijrah ke Kanada untuk melatih Timnas Putri, dan hasilnya luar biasa: medali perunggu di Olimpiade 2012 dan 2016. Prestasi ini tak hanya mengangkat nama Kanada, tapi juga membuktikan kemampuan Herdman dalam membentuk mental pemenang.
Baca Juga: PSSI Resmi Pecat Indra Sjafri Usai Kegagalan Timnas U-23 di SEA Games 2025
Transisi ke tim putra Kanada pada 2018 menjadi babak baru. Dia berhasil membawa mereka lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri paceklik 36 tahun, dan mencatat sejarah sebagai pelatih pertama yang sukses dengan tim putri serta putra dari negara yang sama di ajang tersebut.
Setelah itu, Herdman mencoba tantangan di level klub dengan bergabung ke Toronto FC di MLS dari 2023 hingga 2024. Meski singkat, pengalaman ini memperkaya wawasannya tentang dinamika kompetisi klub, yang bisa diterapkan untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Kedatangannya diharapkan membawa pendekatan modern, seperti taktik fleksibel dan fokus pada pengembangan talenta lokal. Banyak pengamat percaya, dengan Herdman, Indonesia bisa lebih kompetitif di Asia, bahkan menargetkan partisipasi di Piala Dunia 2030 sebagai mimpi besar yang realistis.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










