Ketua PSSI Erick Thohir Minta Maaf Secara Langsung ke Prabowo usai Timnas Gagal Lolos Piala Dunia 2026

AKURAT BANTEN - Kegagalan Timnas Indonesia menembus putaran final Piala Dunia 2026 meninggalkan kekecewaan mendalam, tak hanya di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air, tetapi juga di lingkaran pemerintahan.
Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, bahkan dikabarkan telah menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang mengungkapkan bahwa Erick sudah melaporkan hasil dua laga terakhir Timnas Indonesia di babak ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. Dalam dua pertandingan tersebut, skuad Garuda menelan kekalahan dari Arab Saudi dengan skor 2-3 dan takluk tipis 0-1 dari Irak.
“Presiden langsung mengadakan rapat dengan beberapa menteri, termasuk Menpora, untuk membahas hasil pertandingan.
Dalam kesempatan itu, Pak Erick menyampaikan laporan dan juga memohon maaf karena Timnas kita belum berhasil lolos ke Piala Dunia,” ujar Prasetyo di Jakarta, Selasa (14/10).
Baca Juga: Polres Bandara Soekarno-Hatta Perketat Prosedur Dapur SPPG, Libatkan Ahli Gizi dan Uji Lab Air
Menurut Prasetyo, Prabowo turut merasa kecewa dengan hasil yang diraih anak asuh Patrick Kluivert. Namun, ia menegaskan bahwa Presiden memahami bahwa sepak bola adalah proses panjang yang membutuhkan waktu, strategi, dan pembinaan yang konsisten.
“Bapak Presiden tentu merasa berat hati, tapi beliau juga mengingatkan agar kita tidak berhenti di sini. Masih ada Piala Asia 2027 dan Olimpiade 2028 yang harus kita persiapkan dengan lebih matang,” lanjutnya.
Erick Thohir sendiri diketahui menjadi salah satu sosok yang paling vokal dalam upaya membenahi sepak bola nasional. Sejak memimpin PSSI, ia mendorong profesionalisme klub, memperbaiki infrastruktur sepak bola, serta meningkatkan kompetensi pelatih dan pemain muda melalui kerja sama dengan federasi sepak bola luar negeri.
Baca Juga: HEBOH! Siswa SMA di Lebak Banten Ditampar Kepala Sekolah usai Ketauan Merokok, Kepsek Dinonaktifkan
Namun, kegagalan di babak ronde keempat ini menjadi tamparan keras bagi federasi. Indonesia yang tergabung di Grup B tak mampu meraih satu pun poin dari dua pertandingan terakhir, membuat peluang ke Piala Dunia pupus begitu saja.
Kendati begitu, sejumlah pengamat menilai perjalanan Indonesia di kualifikasi ini tetap patut diapresiasi. Setelah puluhan tahun hanya menjadi penonton, Garuda berhasil melangkah hingga ronde keempat — pencapaian yang belum pernah diraih sebelumnya di era modern sepak bola nasional.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ultimatum Program Rumah Subsidi, Serapan FLPP Harus Maksimal Sebelum Akhir Oktober
Kini, sorotan publik tertuju pada langkah lanjutan yang akan diambil PSSI. Apakah akan ada evaluasi besar-besaran, atau perombakan di skuad dan jajaran pelatih.
Satu hal yang pasti, publik berharap kegagalan kali ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk membawa sepak bola Indonesia terbang lebih tinggi di masa mendatang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 3Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan



