Banten

Rahasia Langkah Kecil, Dampak Besar: Berjalan Cepat Turunkan Risiko Aritmia hingga 43%

Moehamad Dheny Permana | 6 Mei 2025, 08:34 WIB
Rahasia Langkah Kecil, Dampak Besar: Berjalan Cepat Turunkan Risiko Aritmia hingga 43%

Akurat Banten - Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Heart mengungkap bahwa frekuensi, durasi, dan kecepatan berjalan kaki dapat secara signifikan menurunkan risiko gangguan irama jantung atau aritmia.

Gangguan ini dikenal berbahaya karena dapat memicu stroke hingga kejadian jantung serius lainnya.

Penelitian ini melibatkan 420.925 peserta dari UK Biobank, dengan hampir 82.000 di antaranya menggunakan pelacak aktivitas.

Hasilnya mencengangkan: mereka yang berjalan dengan kecepatan rata-rata 4 km/jam memiliki risiko aritmia 35% lebih rendah dibanding pejalan lambat.

Bahkan, mereka yang berjalan lebih cepat lagi, di atas 4 km/jam, mencatat penurunan risiko hingga 43%.

Baca Juga: Prabowo Turun Tangan! Targetkan Ongkos Haji Indonesia Termurah di Asia

Menurut penulis utama studi, Prof. Jill Pell dari Universitas Glasgow, berjalan dengan tujuan dan ritme yang lebih tinggi memiliki manfaat signifikan.

“Orang-orang sebaiknya menyempatkan diri untuk berjalan setiap hari dengan kesadaran dan kecepatan tertentu,” katanya.

Selama 13 tahun masa pelacakan, lebih dari 36.000 peserta didiagnosis dengan aritmia.

Namun, mereka yang rutin berjalan cepat menunjukkan ciri khas yaitu gaya hidup sehat, berat badan ideal, tekanan darah lebih stabil, dan kadar lemak serta glukosa darah yang lebih rendah.

Manfaat terbesar terlihat pada wanita, individu di bawah 60 tahun, mereka yang memiliki indeks massa tubuh di bawah 30, serta penderita hipertensi atau penyakit kronis lainnya.

Baca Juga: Operasi Gabungan! Satpol PP Cianjur Segel Perusahaan Bandel di Desa Kanoman

Tak hanya itu, berjalan juga terbukti meningkatkan efisiensi jantung, menurunkan tekanan darah, serta memperbaiki keseimbangan sistem saraf otonom yang memengaruhi detak jantung.

Meskipun beberapa batasan studi diakui, seperti mayoritas peserta berkulit putih dan usia kurang dari 70 tahun, para ahli tetap memuji riset ini sebagai bukti kuat bahwa aktivitas fisik sederhana seperti berjalan dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap kesehatan jantung.

Baca Juga: Jokowi Angkat Bicara: Pemakzulan Gibran? Aspirasi Demokrasi, Tapi...

Tak perlu olahraga ekstrem. Cukup luangkan waktu berjalan cepat setiap hari, dan jantung Anda akan berterima kasih.

Apakah Anda siap melangkah lebih cepat demi hidup yang lebih sehat?***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.