Banten

Media Argentina Protes Messi Hanya Peringkat Kelima Ballon d'Or 2026

Viona Sebastian Nolani | 28 Oktober 2026, 15:26 WIB
Media Argentina Protes Messi Hanya Peringkat Kelima Ballon d'Or 2026
Jersey terkahir Lionel Messi - instagram/@leomessi

AKURAT BANTEN - Harry Kane memenangkan Ballon d'Or 2026 dalam seremoni penghargaan yang berlangsung di London pada pagi 27 Oktober.

Sementara itu, Lionel Messi hanya menempati posisi kelima dalam pemungutan suara tersebut.

Hasil ini memicu reaksi keras dari media Argentina yang menilai pencapaian Messi seharusnya mendapatkan penghargaan lebih tinggi.

Surat kabar Argentina, Ole, menampilkan judul utama yang tegas di halaman depannya.

Baca Juga: Barcelona Kalah Beruntun dari PSG dan Real Madrid, Strategi Hansi Flick Mulai Dipertanyakan

"Menang besar atau kehilangan segalanya," demikian judul utama surat kabar Argentina Ole yang berani, menuntut keadilan bagi Messi setelah upacara penghargaan Ballon d'Or 2026.

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa dalam persaingan penghargaan individu, posisi kedua atau ketiga sekalipun tidak selalu dianggap cukup.

Ole menilai Messi tetap menjadi pemain terbaik bagi masyarakat Argentina, meskipun hasil pemungutan suara menempatkannya di bawah Kane.

"Messi selalu menjadi yang terbaik bagi kami, meskipun orang Eropa telah memilih pemain Inggris dari Bayern Munich dan menempatkan pemain terhebat sepanjang masa di posisi kelima yang kurang bergengsi," tegas publikasi Argentina tersebut.

Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun: 48 Adegan Digelar, Warga Geruduk Lokasi!

Media itu juga mengingatkan pembaca pada semifinal Piala Dunia 2026.

Dalam pertandingan tersebut, Messi dan tim nasional Argentina disebut mengalahkan Inggris yang dipimpin oleh Harry Kane.

Ole kemudian menggunakan hasil pertandingan tersebut untuk memperkuat argumen mengenai keunggulan Messi dalam persaingan sepak bola internasional.

"Jelas, noda kekalahan dari Messi dan Argentina di semifinal Piala Dunia adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa dihapus oleh tim Inggris. Oleh karena itu, apa pun yang terjadi, yang terbaik tetaplah Leo Messi. Piala Dunia sekali lagi telah membuktikannya," tegas surat kabar Ole.

Perdebatan mengenai hasil Ballon d'Or juga melibatkan keluarga Lamine Yamal.

Abdul, paman pemain muda Barcelona tersebut, menyatakan bahwa keponakannya lebih pantas memenangkan penghargaan 2026.

Dalam wawancara dengan El Larguero, Abdul mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pemungutan suara.

"Saya sangat sedih. Cucu saya adalah pemain terbaik di dunia, semua orang tahu itu. Jika Anda menyukai sepak bola, tontonlah Lamine, bukan Harry Kane. Kane adalah pencetak gol yang hebat, tetapi Lamine-lah yang benar-benar bersinar di lapangan."

Abdul mengakui Kane merupakan pencetak gol yang hebat, tetapi ia menilai kemampuan dan penampilan Yamal di lapangan layak mendapatkan pengakuan lebih tinggi.

Ia juga menyinggung usia Yamal yang masih muda sebagai salah satu alasan yang menurutnya mungkin memengaruhi keputusan pemilih.

"Mungkin karena Lamine masih muda dan punya banyak waktu. Itulah mengapa mereka memberikan penghargaan itu kepada Kane. Striker Inggris itu hanya punya beberapa tahun lagi untuk bermain," tegas Abdul.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa hasil Ballon d'Or 2026 bukan hanya memunculkan perdebatan mengenai performa pemain.

Penghargaan itu juga kembali membuka diskusi tentang bagaimana prestasi, usia, popularitas, dan pencapaian di turnamen besar dipertimbangkan dalam penentuan pemain terbaik dunia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.