Paman Lamine Yamal Kritik Hasil Ballon d'Or, Sebut Keponakannya Lebih Layak Menang

AKURAT BANTEN - Paman Lamine Yamal secara terbuka menyuarakan kekecewaannya setelah Harry Kane memenangkan penghargaan Ballon d'Or.
Ia mempertanyakan keputusan yang menempatkan striker Bayern Munich tersebut di atas pemain sayap Barcelona itu.
Yamal sendiri hanya meraih Bola Perunggu dan Trofi Kopa sebagai pemain muda terbaik.
Baca Juga: Manchester United Belum Pecat Michael Carrick, Sejumlah Nama Disiapkan sebagai Pengganti
Menurut Goal, Abdul Abdellaoui, paman Yamal, memicu perdebatan setelah menyatakan bahwa penonton sepak bola sebenarnya membayar untuk menyaksikan keponakannya bermain, bukan Kane.
Kane mencatat sejarah pada dini hari 27 Oktober di Palladium Theatre, London.
Striker Bayern Munich tersebut menjadi pemain Inggris pertama yang meraih Ballon d'Or sejak Michael Owen memenangkan penghargaan itu pada 2001.
Sementara itu, Kylian Mbappe dari Real Madrid menempati posisi kedua, sedangkan Yamal berada di peringkat ketiga.
Baca Juga: Bayern Munich Beri Penghormatan kepada Harry Kane, 73 Bola Sepak Jadi Simbol Istimewa
Pemain berusia 19 tahun tersebut terlihat kecewa ketika Kane menerima trofi utama.
Meski demikian, Yamal kembali meraih penghargaan Talenta Muda Terbaik untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Hasil pemungutan suara itu rupanya tidak memuaskan keluarga Yamal.
Dalam wawancara dengan El Larguero, Abdul Abdellaoui mengungkapkan kekecewaannya karena menilai keponakannya tidak mendapatkan pengakuan yang semestinya.
Ia meyakini bahwa bintang Barcelona tersebut seharusnya memenangkan Ballon d'Or pertamanya.
“Keponakan saya luar biasa. Yamal adalah pemain terbaik di dunia, semua orang tahu itu,” kata Abdul.
“Jika Anda menyukai sepak bola, Anda akan menonton Lamine Yamal, bukan Harry Kane. Memang, Kane adalah striker yang hebat, tetapi Yamal adalah pemain yang paling bersinar di lapangan.”
Yamal menjalani periode yang mengesankan bersama klub maupun tim nasional.
Ia membantu Barcelona menjuarai La Liga sebelum memainkan peran penting dalam keberhasilan Spanyol meraih gelar Piala Dunia pada musim panas sebelumnya.
Meski telah meraih sejumlah gelar bergengsi, Abdul menilai usia muda keponakannya menjadi salah satu faktor yang membuatnya kurang diperhitungkan.
Ia juga menduga para jurnalis memiliki kecenderungan tertentu ketika memilih Kane sebagai pemenang penghargaan utama.
“Karena Yamal masih muda. Mereka selalu bilang dia masih punya waktu, baru berusia 19 tahun. Itulah mengapa mereka tidak memberinya penghargaan,” jelas Abdul.
“Sedangkan untuk Harry Kane, dia hanya punya beberapa hari lagi untuk berkompetisi, jadi mereka memberinya penghargaan.”
Terlepas dari kontroversi tersebut, perjalanan karier Yamal masih terbuka lebar.
Sejumlah pengamat meyakini bahwa pemain muda Barcelona itu berpeluang meraih Ballon d'Or pada masa mendatang.
Lulusan akademi Barcelona tersebut kini diperkirakan akan kembali memusatkan perhatian pada kariernya bersama klub.
Ia berpeluang menambah koleksi gelar, terlebih Barcelona sedang memimpin persaingan La Liga pada musim ini.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 2Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 8Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 9Barcelona Didenda akibat Pendekatan kepada Julian Alvarez, Atletico Ajukan Keluhan
- 10Cristiano Ronaldo Masuk Skuad Sementara Portugal, Peluang Kembali Terbuka








