Banten

Manchester City Terbukti Langgar Aturan Keuangan Selama 9 Musim, Premier League Ungkap Temuan Mengejutkan

Viona Sebastian Nolani | 30 September 2026, 12:47 WIB
Manchester City Terbukti Langgar Aturan Keuangan Selama 9 Musim, Premier League Ungkap Temuan Mengejutkan
Erling Haaland, penyerang Manchester City. - Manchester City

AKURAT BANTEN - Pada malam 29 September, Premier League mengumumkan hasil keputusan komisi independen terkait kasus pelanggaran aturan keuangan Manchester City selama periode sembilan musim.

Komisi tersebut menyatakan Manchester City terbukti melakukan pelanggaran serius terhadap regulasi keuangan pada musim 2009-2010 hingga 2017-2018.

Dalam temuan itu, Manchester City juga dinyatakan bersalah atas tiga dari empat pelanggaran yang berkaitan dengan kewajiban klub untuk bekerja sama dalam proses penyelidikan Premier League.

Salah satu poin utama dalam perkara ini berkaitan dengan kontrak sponsor yang dinilai tidak menggambarkan kesepakatan sebenarnya antara klub dan mitra komersial.

Baca Juga: Manchester United Incar Castello Lukeba, Harga Bek RB Leipzig Tembus Rp1 Triliun

Menurut hasil komisi, skema tersebut digunakan untuk menaikkan pendapatan secara artifisial sekaligus menekan pencatatan biaya klub hingga lebih dari £900 juta pada periode yang diperiksa.

Dalam sejumlah kesepakatan, pendanaan dari sponsor disebut hanya mencakup sebagian nilai kontrak, sementara sisanya berasal dari Abu Dhabi United Group atau ADUG yang merupakan kelompok pemilik Manchester City.

Cara tersebut menurut temuan komisi membuat dana yang berasal dari pemilik klub dapat dicatat sebagai pemasukan komersial.

Pada saat yang sama, terdapat kesepakatan lain yang menurut komisi membuat biaya operasional Manchester City tercatat lebih rendah dibandingkan kondisi sebenarnya.

Baca Juga: FIFA vs UEFA Memanas Jelang Pemilihan Presiden 2027, Sengketa Investasi FFE Jadi Sorotan

Kasus tersebut juga mencakup transaksi yang berkaitan dengan Fordham, perusahaan yang membeli hak citra sejumlah pemain Manchester City dan disebut dalam temuan sebagai bagian dari pengaturan sponsor melingkar.

Secara keseluruhan, nilai pendapatan yang disebut telah dinaikkan dan biaya yang ditekan dalam laporan keuangan mencapai lebih dari £900 juta.

Akibatnya, komisi menyatakan Manchester City menyampaikan laporan keuangan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya kepada auditor serta regulator sepak bola.

Temuan tersebut juga menyatakan bahwa klub secara signifikan melampaui batas pengeluaran yang diberlakukan Premier League dan UEFA.

Meski putusan pelanggaran telah diumumkan, sanksi untuk Manchester City belum ditetapkan.

Premier League akan menjalankan proses terpisah untuk menentukan hukuman yang dapat dikenakan kepada klub, sementara Manchester City memiliki waktu hingga 2 Oktober untuk mengajukan banding.

CEO Premier League Richard Masters menyebut keputusan tersebut sebagai salah satu proses disipliner paling signifikan dalam sejarah kompetisi.

“The core decision establishes the facts of what happened at Manchester City during this period. It details how the club systematically broke Premier League Rules for nearly a decade,” Richard Masters, the chief executive of the Premier League, said.

Penyelidikan terhadap Manchester City telah berlangsung selama bertahun-tahun sebelum kasus tersebut akhirnya dibawa ke komisi independen pada Februari 2023.

Sidang komisi berlangsung selama 42 hari dan proses pemeriksaannya berakhir pada Desember 2024.

Manchester City membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan akan menempuh jalur banding untuk mempertahankan posisi mereka.

Menurut The Independent, Manchester City menyatakan kecewa terhadap keputusan tersebut dan tetap menegaskan bahwa mereka tidak bersalah.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.