Banten

Ancang-ancang Jokowi Menuju 2029, Mengapa Mantan Presiden Ini Kembali Jadi Sorotan?

Abdurahman | 26 Agustus 2026, 17:57 WIB
Ancang-ancang Jokowi Menuju 2029, Mengapa Mantan Presiden Ini Kembali Jadi Sorotan?
Sampul Majalah Tempo, Ancang-ancang Jokowi Menuju 2029 (Sumber: TEMPO)

AKURAT BANTEN – Nama Joko Widodo kembali menjadi pusat perhatian politik nasional. Meski sudah tidak lagi menduduki kursi Presiden RI, pergerakan dan sikap politik Jokowi masih terus menjadi bahan pembicaraan.

Dilansir, dari laman Majalah Tempo, yang mengangkat sosok Jokowi dalam sampul edisi 24–30 Agustus 2026 dengan judul “Ancang-ancang Jokowi”.

Bukan sekadar judul sampul. Tempo secara eksplisit mengaitkannya dengan arah politik Jokowi menuju Pemilu 2029, termasuk relasinya dengan Presiden Prabowo Subianto dan berbagai isu yang masih melekat pada dirinya.

Jokowi mungkin telah meninggalkan Istana, tetapi perbincangan tentang pengaruh politiknya belum ikut meninggalkan panggung kekuasaan.

Baca Juga: Budi Arie Bikin Geger, PSI Tuding Ada Upaya Adu Domba Prabowo-Jokowi: 'Jangan Jebak Pak Jokowi!'

Jokowi dan Bayang-Bayang 2029

Pertanyaan besar yang muncul kemudian adalah: seberapa jauh Jokowi sedang menyiapkan langkah politik menuju 2029?

Tempo kemudian, menyebut tema wawancara tersebut berkaitan dengan hubungan Jokowi dan Prabowo, isu ijazah palsu, serta manuver politik Jokowi menuju kontestasi politik 2029.

Ini menarik karena Jokowi kini berada dalam posisi berbeda.

Ia bukan lagi presiden yang setiap kebijakannya menjadi sorotan harian. Namun, sebagai mantan kepala negara dua periode, jaringan politik, basis pendukung, serta pengaruhnya terhadap sejumlah aktor politik membuat namanya tetap memiliki daya tarik besar.

Bahkan, aktivitas politik Jokowi beberapa bulan terakhir terus menjadi perhatian. Salah satunya ketika ia hadir dalam kegiatan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Lampung pada Juni 2026.

Situasi tersebut membuat setiap kemunculan Jokowi mudah dibaca dalam konteks politik yang lebih besar.

Baca Juga: John Herdman Dapat Ultimatum Tak Terduga, Andre Rosiade: Gagal Juara, Ganti Nil Maizar!

Hubungan Jokowi-Prabowo Jadi Sorotan

Salah satu isu yang tak bisa dilepaskan dari peta politik Jokowi adalah hubungannya dengan Prabowo.

Keduanya pernah berada dalam satu pemerintahan. Namun, dinamika politik setelah pergantian kekuasaan membuat relasi tersebut terus menjadi bahan spekulasi dan analisis.

Tempo bahkan menerbitkan tulisan lain dengan judul “Rekat-Retak Prabowo-Jokowi”, yang secara khusus membahas kemungkinan keretakan hubungan politik kedua tokoh tersebut.

Namun, penting untuk membedakan antara fakta politik, analisis, dan spekulasi.

Belum tentu setiap perbedaan pandangan menunjukkan putusnya hubungan politik. Begitu pula kemunculan Jokowi dalam ruang politik tidak otomatis berarti dirinya sedang mempersiapkan diri untuk kembali maju sebagai calon presiden.

Yang jelas, nama Jokowi masih memiliki nilai politik yang signifikan.

Baca Juga: Viral! Banjarbaru Diselimuti Kabut Asap, Jarak Pandang Hanya 10 Meter, Warga Mulai Cemas

Mengapa 2029 Sudah Dibicarakan Sekarang?

Pemilu 2029 memang masih beberapa tahun lagi. Tetapi politik Indonesia memiliki kebiasaan unik: peta kekuatan untuk pemilu berikutnya sering mulai dibentuk jauh sebelum tahapan resmi pemilu berlangsung.

Tokoh politik mulai mengukur kekuatan.

Partai mulai membaca peluang.

Kelompok pendukung mulai menentukan posisi.

Dan publik mulai memperhatikan siapa yang berpotensi menjadi pemain utama.

Dalam konteks tersebut, label “Ancang-ancang Jokowi” menjadi menarik karena menempatkan mantan presiden itu bukan sekadar sebagai tokoh masa lalu, melainkan sebagai figur yang masih diperhitungkan dalam konfigurasi politik mendatang.

Bukan berarti Jokowi sudah menyatakan akan maju pada 2029.

Justru di situlah letak pertanyaan besarnya.

Apakah Jokowi sedang menyiapkan kendaraan politik, sedang membangun pengaruh, atau sekadar mempertahankan relevansi setelah meninggalkan Istana?

Belum ada jawaban tunggal untuk pertanyaan tersebut.

Baca Juga: Praperadilan Keempat Roy Suryo Ditolak! Hakim Ungkap Alasan, Status Perkara Kini Jadi Sorotan

Jokowi Masih Punya Modal Politik

Satu hal yang sulit dibantah: Jokowi masih mempunyai modal politik.

Popularitasnya, jaringan relawan, hubungan dengan sejumlah elite, serta posisi keluarganya dalam politik nasional membuat setiap langkahnya berpotensi memiliki konsekuensi politik.

Putranya, Gibran Rakabuming Raka, kini menjabat sebagai Wakil Presiden. Sementara menantunya, Bobby Nasution, merupakan salah satu figur politik yang juga memiliki posisi strategis di tingkat nasional.

Karena itu, membaca Jokowi secara individual saja tidak selalu cukup.

Gerak politik keluarga, relawan, partai, dan tokoh-tokoh yang memiliki hubungan dengannya juga menjadi bagian dari peta yang lebih luas.

Namun sekali lagi, hubungan politik atau kedekatan tidak otomatis membuktikan adanya satu agenda politik tertentu.

Baca Juga: Frenkie de Jong Dicoret dari Kapten Barcelona, Raphinha Naik Takhta: Hansi Flick Bongkar Alasannya

Sampul Tempo dan Pesan yang Lebih Besar

Sampul majalah tidak sama dengan hasil pemilu. Sampul juga bukan bukti bahwa seorang tokoh pasti akan maju dalam sebuah kontestasi.

Tetapi sampul tersebut menunjukkan bahwa Jokowi masih dianggap memiliki nilai berita dan relevansi politik yang tinggi.

Tempo sendiri menempatkan tema 2029 sebagai bagian penting dari wawancara tersebut.

Artinya, publik kini memiliki alasan untuk kembali memperhatikan setiap langkah Jokowi.

Bukan hanya apa yang dia katakan, tetapi juga siapa yang ditemuinya, forum apa yang dihadirinya, bagaimana relasinya dengan partai politik, serta bagaimana sikapnya terhadap pemerintahan Prabowo.

Baca Juga: Diduga Gegara Telolet, Rombongan Bus Trip Anyer 2026 Tabrakan Beruntun di Tol Tangerang-Merak, Begini Kronologinya

Jangan Terjebak Spekulasi

Di tengah panasnya politik nasional, masyarakat tetap perlu berhati-hati.

Jokowi belum menyatakan secara terbuka bahwa dirinya akan maju sebagai calon presiden pada 2029. Karena itu, istilah “ancang-ancang” lebih tepat dipahami sebagai pembacaan terhadap arah dan aktivitas politiknya, bukan sebagai konfirmasi pencalonan.

Hal yang lebih menarik justru adalah bagaimana Jokowi mempertahankan pengaruh politiknya setelah tidak lagi menjadi presiden.

Apakah ia akan menjadi king maker?

Apakah akan mengambil posisi sebagai tokoh senior yang berada di belakang layar?

Atau justru kembali memainkan peran langsung dalam pertarungan politik nasional?

Semua kemungkinan tersebut masih terbuka.

Baca Juga: Chelsea Menang 3-2 atas Fulham, Xabi Alonso Bongkar Alasan Caicedo dan Palestra Mendadak Absen

Panggung Politik Jokowi Belum Padam

Pada akhirnya, satu kesimpulan yang bisa ditarik adalah bahwa Jokowi belum benar-benar keluar dari percakapan politik nasional.

Ia memang telah meninggalkan Istana, tetapi namanya masih muncul dalam berbagai perdebatan mengenai kekuasaan, partai politik, hubungan dengan Prabowo, masa depan PSI, hingga konfigurasi Pemilu 2029.

Sampul “Ancang-ancang Jokowi” pun menjadi semacam pengingat bahwa perjalanan politik mantan presiden tersebut masih jauh dari selesai.

Kini pertanyaannya bukan sekadar apakah Jokowi akan kembali ke panggung politik pada 2029.

Pertanyaan yang lebih menarik adalah:

Jika Jokowi benar-benar sedang menyiapkan langkah menuju 2029, seberapa besar pengaruh yang masih bisa ia gunakan—dan siapa yang akan berdiri di belakang langkah tersebut?

Jawabannya belum terlihat.

Tetapi satu hal sudah jelas: permainan politik 2029 bahkan belum dimulai secara resmi, sementara nama Jokowi sudah kembali berada di tengah panggung.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman